DI PINTU GERBANG DUNIA HITAM

(ini bahan seminar saya besok. supaya mudah didownload panitia)

Prolog:

Sms-sms dan telepon itu terus bergentayangan… “Kak, gimana file buat presentasinya…. sudah bisa dikirim nggak?” ….. “Tolong segera dikirim ya kak”… Jawaban standar dari saya: Ya, segera dikirim…. Paling nggak, jawaban itu akan menghentikan ‘teror’ itu sejenak, yaah biarlah jawaban singkat saya layaknya analgesik yang simptomatik. Sekejap meredakan untuk selanjutnya tetap laten meletuskan tanpa menyelesaikan.

Hari ini H-1 sebelum acara seminar. Dan sejujurnya saya belum ada persiapan untuk ngasih seminar tentang kepenulisan, tidak untuk power pointnya, tidak untuk bahan tertulisnya, tidak untuk persiapan mau bicara apa ya saya besok. Padahal rasa-rasanya sudah hampir sebulan semenjak panitia pertama kali mewanti-wanti saya tentang acara ini. Tapi kalau saya boleh membela diri saya toh saat ini sedang stase di Anak, yang menurut mayoritas anak ko-ass merupakan nerakanya ko-ass.. di sini kita dijibuni dengan beban kerja yang konon berlimpah, beban stress, tugas yang menumpuk. Bahkan untuk bisa datang ke acara ini saya mesti bertukar giliran jaga.

Dan akhirnya sabtu sore, 1 hari menjelang acara seminar yang besok ditakdirkan di pukul 9 pagi, maka saya pun mulai berhitung waktu. Waktu saya menyelesaikan semuanya tinggal beberapa jam. Ba’da maghrib saya ada jadwal ngisi halaqah, disambung jam 9 jaga malam di ruang bayi sampai pukul jam 7 pagi. (Perihnya kawan, jaga malam di bayi adalah saat dimana kita tidak diberi kesempatan untuk memejamkan mata), artinya: LEMBUR!! Belum lagi senin besoknya saya harus ujian….. Aaarghhh….. Waaaaa!!!

(Eh, boleh aja kan curhat dulu sebelum saya masuk ke dalam materi yang sebenarnya?)

Chapter I

DUNIA HITAM YANG AKAN KALIAN JEJAKI

“Tak peduli seberapa tinggi kalian mengenyam pendidikan. Tak peduli seberapa banyak gelar yang kalian dapatkan. Jika kalian tidak pernah menghasilkan sebuah karya, maka kalian akan dilupakan oleh masyarakat dan sejarah”

Maka bergemalah kalimat-kalimat di atas, laksana godam bertaluan dahsyat dan turbin raksasa yang menyalakan tungku semangat. Ketika sebelumnya tertawaan cengenges fokus ke wajah-wajahmu. Ketika feature masa depan yang suram tersirat jelas di hadap matamu. Buat apa?

Yap, buat apa lelah kau ayunkan pena di sehelai kertas kusam itu? Cedera jemari kau hantamkan kepada tuts-tuts keyboard komputer usangmu.

Sementara apa yang akan engkau peroleh? Seberapa mungkin tulisanmu bisa diterbitkan? Bilapun diterbitkan berapa keping rupiah yang akan singgah? Lalu prestise macam apa yang akan tergapai? Jadi urungkan niatmu..

Tutup mulutmu! Ungkap saya nanar kepada bisikan-bisikan itu. Sungguh, bukan harta harapan pengayun pena sejati. Jalan ini suci untuk dinodai dengan buai harta tahta. Bukan pula popularitas jadi damba pengayun pena sejati. Jalan ini sungguh telah mewangi mulia. Tak perlu diiming-imingi lagi dengan popularitas semu.

Sobat, ini dunia hitam! (boleh kan saya menyebutnya demikian? Toh warna dominan dunia kepenulisan hitam ya?). Pada saat lahirnya para penulis bagaikan kertas polos putih. Meski pada akhirnya dalam perjalanan mereka berpencar-pencar. Sebagian berjatuhan. Sebagian lagi meneruskan jejak-jejaknya. Ada yang lena dengan gemilang rupiahnya. Ada yang buai dengan belaian kepopuleran. Sementara di sudut sana sebagian terhimpit frustasi dengan kegagalan demi kegagalan. Tapi sobat, di titik sebelah sana masih ada, meski segelintir, sekelompok penulis yang tetap menjejak di karang idealismenya. Kami menulis bukan untuk sejenak semu itu…… kami menulis dengan sebuah keyakinan kokoh, untuk sebuah cita sejati. Kami menulis untuk merubah dunia!

Maka semestinyalah, hanya jajaran terakhir ini yang pantas untuk memasuki gerbang dunia hitam.

Chapter II

MENATA ALASAN

Niat. Layaknya rukun pertama sebelum tiap ibadah maghdhah yang kita lakukan. Di dunia hitam yang kita jejaki ini: luruskanlah niat anda…..

Nah, jadi mengapa anda memilih bertualang di sini? Kalau ada yang bertanya kepada saya seperti itu, maka setidaknya empat alasan ini yang akan saya sodorkan:

  1. Panjang Umur

Siapa sebenarnya di dunia ini yang paling panjang umur? Jawabannya adalah para penulis. Seorang penulis jasadnya boleh mati. Namun jiwanya, idenya, pikirannya masih hidup. Seorang hartawan, seumur hidupnya dia menumpuk hartanya, namun ketika jasadnya mati hartanya segera musnah diperebutkan oleh ahli warisnya. Namun seorang penulis, ketika dia mati, maka sesungguhnya karyanya akan tetap bertahan hidup. Sehingga seakan tubuhnya tetap bergentayangan di dunia. Selama karyanya masih dibaca, maka selama itu dirinya akan tetap abadi.

Maka, saksikanlah orang-orang besar seperti Imam Syafi’i, Imam Ghazali, Syekh Taqiyuddin anNabhani, Syekh Arsyad AlBanjari… Jasad mereka telah bertimbun tanah… namun jiwa mereka tetap hidup. Mereka panjang umur. Dan Sepanjang umur tulisan mereka, selama tulisan itu masih dikonsumsi, maka ajaran kebaikan dari para penulis yang saleh tadi akan selalu mengalir menambah perbendaharaan amal mereka… Berbahagialah para penulis! Seorang ahli ibadah, amalnya mungkin dihitung hanya dari sejak dia baligh hingga sakaratul mautnya. Namun para penulis, pahalanya terus bertumpuk selama tulisannya masih dibaca dan masih bermanfaat.

Dan berbahagialah para penulis! Seorang dermawan paling-paling amalnya hanya mencapai orang-orang dekat di lingkungannya. Namun seorang penulis, amalnya akan melingkupi berbagai daerah penjuru dunia, menyapa manusia-manusia dari beragam etnis, bahasa, bahkan kurun waktu!

  1. Mengasah diri

Menulis bukan pekerjaan gampangan. Aktivitas ini perlu kerja otak yang keras. Beda dengan membaca atau menghapal, yang cuma menerima informasi, menyerap, mengaitkan dan menyimpannya dalam memori. Namun menulis betul-betul mengasah otak. Pekerjaan ini memeras otak, menggali segenap kemampuan, menghimpun data-data dan informasi yang tersimpan, merangkainya, dan menciptakan sebuah susunan sistematis yang membentuk sebuah makna.

Dengan menulis, kita sesungguhnya sedang melatih kecerdasan otak kita. Menulis adalah sarana mengasah potensi yang ada pada diri kita

  1. Merubah Dunia

Carut-marutnya dunia. Kemiskinan, penjajahan, ketertindasan, kebodohan, kekufuran. Apakah anda adalah bagian dari manusia yang miris dengan masalah yang begitu pelik di atas? Sementara anda tidak memiliki sayap seperti Superman yang bisa digunakan untuk membela kebenaran dan membasmi kejahatan. Anda juga bukan Spiderman yang mempunyai kekuatan laba-laba, bukan Doraemon yang memiliki kantong ajaib…. bukan Spongebob… (Lho, kok jadi ngaco ya…). Anda hanya manusia biasa-biasa saja. Namun keinginan begitu besar untuk memperbaiki dunia… Maka ayunkan pena anda! Dan ubahlah dunia..!!

Karl Marx dengan buku Das Capitalnya menginspirasi lahirnya ideologi komunis dan dengannya sempat terbangun raksasa duniaUni Soviet. Adam Smith dengan bukunya menumbuhkan Ekonomi Kapitalisme. Dari bilik penjara Sayyid Quthb merubah wajah dunia dengan fi zhilalail Qur’annya. Syekh Taqiyuddin AnNabhani membangkitkan kaum-kaum muda Hizbut Tahrir dengan tulisan-tulisannya untuk membangunkan kembali raksasa dunia, Daulah Khilafah islamiyyah. Dan anda…. bagaimana dengan ayunan pena anda?

Jeritan Dunia telah mencapai titik kulminasi. Maka bangkitlah para superhero! Lawan Kekufuran dan Kezaliman dengan ayunan pedang pena!

  1. Menggapai Surga

Maka apalagi yang lebih menarik daripada surga… harta dunia, wanita dunia, dan segala kesenangannya…. alaaah ke laut aja. Inilah janji Allah bagi orang-orang yang berjuang di jalanNya. Ketika kita meniatkan tulisan kita sebagai amal shaleh dalam rangka dakwah ke jalan Allah, maka sesungguhnya kita sedang mencarter sebuah tempat di surga. Kita sedang membangun sebuah titian yang menghantarkan kita kepada ridha SurgaNya.

Maka honor dan royalti manakah yang lebih membahagiakan dibandingkan itu….?

Chapter III

Menyingkirkan Kerikil di Sepanjang Setapak

  1. Tidak berbakat

Ada sebuah takhayul di dunia kepenulisan. Bahwa ‘menulis itu membutuhkan bakat’. Benarkah takhayul di atas? Ya…. namanya aja takhayul…. jangan pernah dipercaya! Kemampuan menulis tidak diwariskan secara genetik. Maka, jangan beralasan anda tidak pengen menjadi penulis karena tidak berbakat. Alasan tipis!

Karena sesungguhnya menulis adalah ramuan dari usaha keras, imajinasi, dan tekad baja. Maka tergantung dari anda dalam mengulek ramuan di atas. Dan terlahirlah ke hamparan semesta sebuah karya yang akan merubah warna dunia.

  1. Tidak ada inspirasi

Ah, bohong aja….. Inspirasi itu selalu ada di sekitar kita. Cuma mungkin kekurangpekaan kita aja akan titik-titik inspirasi tersebut. Puyeng memikirkan ide? Cobalah baca berbagai buku, majalah, buka internet, ngobrol dengan teman. Atau berjalanlah dan perhatikan sekitar, pemandangan alam, kehidupan masyarakat…. reguk informasi sebanyak-banyaknya… intinya Inspirasi ada di sekeliling kita.

  1. Sulit memulai

Sudah dapat inspirasi… tapi kok gak mulai-mulai? Bingung nih dari mana memulainya?! Solusinya, ya paksakan aja untuk memulai. Jangan biarkan inspirasi sampai mengendap dan membusuk. Maka bismillah….. mulailah menulis, selanjutnya terserah anda. Anda bisa memulai dengan menulis judul, buat kerangka atau tulis aja apa adanya. Biarin aja sekacau-kacaunya dulu, ntar memperbaiki urusan nanti. Yang penting buat aja terus. Oke….? Oke dong!

  1. Tidak mau belajar

Nah, ini dia… banyak diantara kita yang malas belajar (termasuk saya nih.. hehehe…). Padahal logikanya kayak gini. Kita menulis itu seperti sedang menuangkan air dari dalam teko. Nah, apa yang bisa kita tuangkan kalo teko yang ada udah kosong. Makanya isi dong tekonya. Belajar terus!

  1. Tergantung mood

Ini takhayul juga nih, ”gue gak mood nih nulis….” Nah, sebenarnya kagak mood itu kata lain dari males, cuma dibikin manis aja dengan kata-kata gak mood. Padahal mah dua-duanya sama ajjaa. Nah, obat yang paling mujarab untuk menghilangkan rasa malas melakukan sesuatu adalah ’lakukan saja yang kita malaskan itu!’ Sehingga bila kita lagi malas menulis, obatnya ya tulis aja.

Jadi nunggu apa lagi? Ayo menulis!!

Chapter IV

Teknik Menulis?

Nah, sampailah kita ke teknik-teknik menulis………. dan maafkan saya. Untuk bab ini saya merasa terlampau awam untuk menyampaikannya. Maka di chapter ini tangan saya hanya akan menyilahkan anda menuju kepada padepokan-padepokan dimana sensei-sensei sebenarnya telah bertengger menanti anda. Cukuplah saya menyambut anda di pintu gerbang. Untuk menulis lebih advance selanjutnya reguklah dari mereka yang telah menempuh asam garam dunia ini. Silakan anda menyelami tulisan-tulisan besar karya orang-orang besar dunia. Bagaimana diksi, harmoni, tata bahasa, irama, dan lainnya. Pelajari pula idealisme dan perjuangan mereka, bagaimana mereka menggapai sukses, bagaimana bahkan sebagian dari mereka terjebloskan dalam penjara karena tulisan-tulisan mereka, sebagian lagi hidupnya kere terlunta.

Maaf, sekali lagi, saya terlampau junior untuk menyampaikan bab ini.

Namun sekali azzam andalah yang menentukan. Urusan teknik mah belakangan….

Chapter V

Akhirul Kalam…..

”Saya tidak pernah memaksa seseorang untuk mengikuti jalan yang saya tempuh…. namun camkanlah! Bahwa jalan yang saya tempuh ini tidak akan pernah bisa ditempuh oleh orang yang ragu-ragu” (Tausiyah seorang ulama kepada para kadernya)

Memasuki dunia kepenulisan adalah sebuah pilihan. Sehingga pilihan sekali lagi tergantung di tangan kalian

Saya tidak akan mengobral janji manis. Saya takut kalian nanti malah kecewa, ketika telah memasuki dunia kepenulisan keadaannya tidak seperti yang kalian bayangkan semula. ”Katanya bisa kaya dengan menulis” eh, kenyataannya malah jadi miskin. ”katanya bisa populer, jadi selebritis” eh, nyatanya tulisan kalian malah dihujat orang….

Namun harta, popularitas, …. alaaahhh silau dunia! Bahkan kalaupun seandainya dengan menulis kalian mendapatkan silau itu semua, sesungguhnya bagi penulis sejati kebahagiaannya yang utama adalah semata-mata ketika dia menyelesaikan tulisannya kemudian tulisannya dibaca orang lain, dinikmati orang lain, dan orang lain tersebut berbahagia dengannya..

Dan kemudian bagi para penulis yang mengayunkan penanya karena Allah, maka kebahagiaan hakikinya adalah ketika di surga kelak, para bidadari mengelilinginya, sungai susu mengalir di bawah dipan emasnya, sementara kebun yang indah mengelilinginya, dengan alunan musik merdu….. bercengkerama sambil bertelekan sementara lidah basah dengan puji-pujian kepada Tuhannya…. atas nikmat, yang bahkan tidak pernah sempat dibayangkannya sebelumnya….

Ya Allah, jadikanlah kertas dan tinta ini menjadi pemberat timbangan amal hamba di Yaumil akhir kelak…. Amin ya Mujibas Sailiin…

Epilog:

Sekitar pukul 4.30 sore, hp saya kembali berdering. Dari panitia lagi…… saya terdiam sejenak. Ya Allah….. bila perlu hentikan detik berjalan sehingga saya punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tulisan ini. Dan… maafkan saya, duhai panitia…. kali ini panggilan anda saya reject. Baterainya saya lepas…. saya janji akan segera menyelesaikannya….

Pukul 5.05 sms di hp saya satunya…. ”Ka Fauzan, gimana bahan pian udah dikirim?”

Tuts hp kemudian saya tekan dengan bangga….. ”baru saja selesai. Dalam 10 menit lagi akan terkirim di email anda”

About these ads

23 Komentar

  1. saya slut dengan kerja keras ka fauzan SEMANGAT terussss ya,,,,
    agar supaya generasi dunia penulis kita makin semarak…..Thank taz seminarya hana selaku panitia cuman bisa ngasih banyakkk thankkkk,,,,,,,

    • Hahaha… mudahan kada jara ngundang aku…..

  2. Assalamualaikum, tulisannya ok dan presentasinya juga mantap. Semoga sukses dan tetap semangat, kuliah, dakwah, mencari nafkah dan segera menikah…

    • waalaikum salam. makasih banyak. salam buat kawan-kawan banjarbaru.
      blognya kok kurang aktif mas?

  3. Sebenarnya sudah lawas mambaca, tapi hanyar ini kasih koment.
    Bahan di atas dijadikan buku? Bagus juga kalau jadi buku Jan! ;)

    • iya kah? ada link penerbitan yang mudah menerbitkan tanpa pilih-pilih kah yu? kemarin coba ngirim kumpulan artikel, rupanya untuk artikel ideologis atau esai agak susah nembusnya. penerbitan punya kawan-kawan juga kurang respon…

  4. assalamu’alaikum

    dunia hitam?? Wah tak kirain apa?!!! ternyata……….
    yup! kreatif juga…..
    kayaknya udah berpengalaman bgt neh jadi penulis??!!

  5. Welcomeback to Banjarbaru Pren…. Semoga bisa menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi antum. Wassalamu’alaykum

  6. kerennn… tulisannya maksudnya…
    makasih ya… bermanfaat sekali…
    jadi pengin lihat presentasinya… apakah sama bagusnya dengan tulisannya…
    kayakna lebih bagus deh…

    • kapan-kapan saya undang kalo pas ngisi acara

      • insya allah…..
        akhi…..
        ana blh minta tips buat menjadi mnusia super kmrn nda…..??

      • kemarin ikut?

  7. benar ya?? ditunggu…

  8. assalamu ‘alaikum…..
    akhi…..
    keren bgt tulisannya………
    kpn2 maukan ngisi acara di MIPA……

    • Insya Allah Bisa ja….. asal pas waktunya

  9. inggih………
    cuman acaraanya dah mulai 1 jam lebih , jd banyak materi yang ketinggalan….

  10. cukup mengesankan…..alangkah bagusnya jika setiap jiwa penulis memiliki pandangan seperti antm…!!!! smoga yang Kuasa menjadikan setiap harapan yg antm gantungkan dlm tulisan antm. salam

  11. Mumpung masih di stase anak…Hmm..coba deh nulis..
    Syukron Jazakallah akh tipsnya.. ;)
    Semoga dikaruniakan kecerdasan dan kemudahan dalam segala urusannya..

    • ditunggu tulisan-tulisannya mas

  12. Assalamualaikum.Saya Rif’at mahasiswa Fakultas Kedokteran juga.Maaf mengganggu, Mas Fauzan sudah pernah membuat penelitian? penelitian itu menurut mas apa? Terima kasih

  13. warna dan isi nuansa yang cukup menarik

  14. Bohong, mungkin ada sdikit bumbu agar pembaca merasa wah.:-)
    pdahal saya jeli gak mungkin bsa ktipu dgn kebohongan yg anda tebar.

  15. pernah stia tapi di selingkui. pernah jujur pi di bohongi, it lh khidupan


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.