<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dokter muda liar</title>
	<atom:link href="http://doktermudaliar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktermudaliar.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 04:38:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='doktermudaliar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dokter muda liar</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://doktermudaliar.wordpress.com/osd.xml" title="Dokter muda liar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://doktermudaliar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KENA TIPU</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/11/01/kena-tipu/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/11/01/kena-tipu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 04:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini gue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=565</guid>
		<description><![CDATA[“Berapa harganya bu?” tanya saya. Si ibu yang saya maksud kemudian menghitung-menghitung pakai kalkulatornya. 1 buah kabel gulung, 2 buah lampu neon&#8230;. “48 ribu, mas” tandasnya. Saya pun merogoh duit di dompet saya. Selembar limapuluh ribuan. “Ini bu&#8230;” ucap saya, seraya mengambil barang-barang tadi. “Eh, sebentar mas&#8230; kembaliannya” dia buru-buru memanggil saya seraya mengacung-ngacungkan uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=565&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Berapa harganya bu?” tanya saya.<br />
Si ibu yang saya maksud kemudian menghitung-menghitung pakai kalkulatornya. 1 buah kabel gulung, 2 buah lampu neon&#8230;.<br />
“48 ribu, mas” tandasnya.<br />
Saya pun merogoh duit di dompet saya. Selembar limapuluh ribuan.<br />
“Ini bu&#8230;” ucap saya, seraya mengambil barang-barang tadi.<br />
“Eh, sebentar mas&#8230; kembaliannya” dia buru-buru memanggil saya seraya mengacung-ngacungkan uang dua lembar seribuan rupiah.<br />
“Oh&#8230;” kata saya seraya tersenyum, seraya kemudian<br />
“Huahahahaha&#8230;.. hihihihi&#8230;” saya tak sanggup lagi menahan tawa saya. Dari tadi saya sudah pengen meledak rasanya.<br />
Si ibu mengernyitkan dahi. Orang gila, mungkin begitu pikirnya.<br />
“Hihihi&#8230;. ibu kena tipu&#8230;&#8230;! hihihi..” perut saya begitu terkocok<br />
Si ibu langsung geram, dia langsung melihat lembaran limapuluhribu yang saya kasih. 3D dilihat diraba diterawang&#8230;. Mmmm&#8230; asli kok&#8230;. atau jangan-jangan&#8230;.<br />
“Ibu bodoh sekali&#8230; bayangkan, <span id="more-565"></span>saya mengasih ke ibu cuma selembar kertas, tapi ibu mengasih ke saya dua buah lampu dan satu buah kabel listrik&#8230; sudah gitu&#8230; ibu malah nambah lagi ngasih dua lembar kertas&#8230;. hahahaha&#8230;. betapa pertukaran yang begitu bodoh&#8230;..!” ucap saya seraya menjauh<br />
Si Ibu makin bengong.<br />
Yang bodoh saya atau dia, pikir si ibu&#8230;<br />
***<br />
Saya jelas tak mau dikatakan bodoh. Enak aja. Yang bodoh sebenarnya bukan ibu itu, bukan saya juga, tapi yang bodoh adalah kita secara kolektif.<br />
Betapa tidak kita selama ini dibodohi dengan pertukaran bodoh yang sehari-hari kita lakukan.<br />
Nggak percaya, sekarang ambil dompet anda. Keluarkan uang lima puluh ribuan. Bila sudah sekarang di samping kanan uang lima puluh ribu, letakkan uang dua ribu rupiah. Lihat apa bedanya? Jenis kertas yang sama, yang beda hanya ukuran yang beberapa mili lebih gede, warnanya, serta gambarnya&#8230; selebihnya sama. Tapi kenapa yang satu bisa buat beli baju, yang satunya boro-boro.. paling cuma buat permen dan kuaci.<br />
Sekarang ambil sehelai kertas hvs. Letakkan di samping kiri uang lima puluh ribuan. Sekarang bandingkan. Kertas ini sekarang jauh lebih besar panjang dan lebarnya, jenis kertasnya juga lebih bersih. Semestinya anda bisa beli beberapa buah baju mahal dengannya.<br />
Tapi apa yang terjadi? Boro-boro dapat, meski sehelai baju. Yang ada anda malah dilempari sandal jepit.<br />
Jadi bodoh sekali kita, selama ini kita dibodohi dengan nilai yang diterakan di atas selembar kertas kecil. Lalu kita sampai harus keluar keringat banyak, sampai menghabiskan waktu, bahkan saling menikam demi mendapatkan kertas-kertas itu&#8230;&#8230;.<br />
Saya bicara tentang konsep flat money, yang sebenarnya adalah sebuah tindakan aneh yang diambil, awalnya oleh amerika serikat, selanjutnya diikuti oleh eropa dan negara-negara lainnya di dunia. Sebelumnya pertukaran dunia didasarkan pada emas dan perak selama ribuan tahun. Tapi dengan alasan yang sebenarnya mengada-ada, diputuskanlah uang kertas sebagai mata uang utama pengganti emas dan perak.<br />
Akibatnya orang-orang dihipnotis, sebagian lainnya dipaksa percaya. Bahwa kertas yang anda pegang bernilai sekian sedangkan yang warna lain bernilai sekian. Padahal nilai aslinya berapa sih sang kertas itu? Mau tahu nilai aslinya tanyalah ke tukang loak kemudian tanya berapa beliau mau beli sebuah kertas dengan berat cuma beberapa gram?<br />
Akibatnya lagi, sekejap dalam hitungan tahun yang tak berapa lama.. terjadi inflasi yang luar biasa. Harga-harga jadi meningkat tajam dan begitu mudah dipermainkan. Saya masih ingat dulu waktu SD harga es sirup jeruk di sekolah cuma 50 rupiah, sekarang harganya sudah 500 rupiah. Berarti ada peningkatan 10 kali lipat. Bukan, bukan esnya yang meningkat harganya. Tapi hakikatnya, nilai uangnya yang menurun 10 kali lipat. Kasus yang sama juga terjadi pada gaji seorang pegawai. Banyak orang iri kepada gaji pegawai negeri yang katanya selalu meningkat saban tahunnya. Teman saya yang seorang PNS kemudian protes dan menuturkan pada saya.</p>
<p>“Tidak, bukan gajinya yang naik. Gajinya sebenarnya tetap. Karena dari dulu uang yang dikasih berapa pun besarnya ternyata dinilai dengan harga barang kebutuhan pokok jumlahnya tetap itu-itu saja. Dulu dengan 100 ribu kami bisa beli 15 liter beras, sekarang gaji dinaikkan jadi 150 ribu, ternyata juga hanya bisa beli 15 lter beras.” Keluhnya.</p>
<p>Saya jadi merenung dan baca-baca kembali sejarah peradaban islam yang begitu gemilang. Ketika sistemnya adalah khilafah, maka kebijakan moneternya adalah emas dan perak yang nol inflasi. Buktinya, dulu tercatat di zaman sahabat harga hewan sejenis ayam satu dirham, sekarang setelah 1400 tahun lebih masih sama, tetap sekitar satu dirham&#8230;. Hmmm..</p>
<p>Dan mengenang pertukaran bodoh yang saya lakukan dengan si ibu tadi&#8230;. lalu kemudian saya tertegun&#8230;. memandangi isi dompet saya, masih ada beberapa lembar uang kertas&#8230; walah&#8230; walah&#8230; bodohnya saya masih menyimpannya&#8230;..!! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/565/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=565&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/11/01/kena-tipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>D&#8217;!</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/09/28/d/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/09/28/d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 05:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=563&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/09/d.png"><img src="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/09/d.png?w=460&#038;h=293" alt="" title="D" width="460" height="293" class="aligncenter size-full wp-image-560" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=563&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/09/28/d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/09/d.png" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN KUBUR RAMADHAN!</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jangan-kubur-ramadhan/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jangan-kubur-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 12:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini gue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Insya Allah, tinggal menghitung waktu ‘sang’ Ramadhan akan menjelang kembali. Kita barangkali tersentak seraya berujar: “Ya ampun ramadhan datang lagi&#8230; tidak terasa ya? Perasaan baru kemarin lebaran” Ada tiga golongan sikap manusia ketika menghadapi ramadhan. Golongan pertama adalah golongan yang acuh tak acuh. Kedatangan ramadhan tak menggelitik jiwanya. Tak ada yang berubah dalam ritme kehidupannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=556&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah, tinggal menghitung waktu ‘sang’ Ramadhan akan menjelang kembali. Kita barangkali tersentak seraya berujar: “Ya ampun ramadhan datang lagi&#8230; tidak terasa ya? Perasaan baru kemarin lebaran”</p>
<p>Ada tiga golongan sikap manusia ketika menghadapi ramadhan. Golongan pertama adalah golongan yang acuh tak acuh. Kedatangan ramadhan tak menggelitik jiwanya. Tak ada yang berubah dalam ritme kehidupannya, paling-paling beberapa jadwal yang mesti ditata ulang. Jadwal makan (tetap sering, cuma waktunya saja yang disiasati) , jadwal bangun tidur (bisa nyambung tidur habis sahur), jadwal kerja (dipotong dengan alasan: maaf, saya sedang berpuasa). Kedatangan ramadhan tak ubahnya seperti sosok tamu yang terlampau biasa. </p>
<p>Golongan yang kedua, adalah golongan yang melakukan persiapan untuk menghadapi ramadhan. Dan selayaknya namanya: ‘menghadapi’, maka baginya kedatangan Ramadhan lebih seperti kehadiran seorang musuh. Ramadhan memang disambut, tapi disambut dengan muka masam. Atau kalaupun tersenyum, hanyalah basa-basi seraya menelan ludah. Nuraninya mengeluh kencang. Lalu merekapun menyusun strategi selama ramadhan. Bagaimana caranya supaya tetap bertahan, bagaimana supaya tetap makan enak? Bagaimana supaya <span id="more-556"></span>tidak capek? Bagaimana supaya maksiat saya tetap tidak terganggu?</p>
<p>Golongan yang ketiga, golongan yang tersenyum manis. Layaknya seperti menyambut kekasih yang sudah lama dipisahi. Dia pun melakukan serangkaian persiapan. Bukan, bukan untuk menghadapi, namun bagaimana membersamai dan mencumbui ramadhan.</p>
<p>Dan layaknya kegembiraan menyongsong sang kekasih, maka para perindu ini sudah sejak lama merias diri, menggincui hatinya dan meronai amalnya agar ketika bertemu kelak, sang kekasih tidak kecewa. Dia pun sudah menyusun berbagai rencana bermesraan dengannya. Di sepanjang siang dan malamnya, dengan lantunan tadarrus, mendirikan tarawih, memperbanyak sadaqah, menebar dakwah dan amal shaleh lainnya.</p>
<p>Mengubur ramadhan! Ibarat janin yang belum terlahir ke dunia, namun telah digugurkan dengan semena-mena. Itulah yang kita saksikan di hadapan kita – semoga hal yang sama tak menimpa saya. Ramadhan tak lebih sebagai pemanis bibir. Tatkala ramadhan menjadi begitu hambar ketika cuma menjadi bahasa ‘dalam rangka’. “dalam rangka menyambut ramadhan, maka marilah&#8230;..” akibatnya Ramadhan hanya menjadi sebuah rutinitas. Merugi, seperti kata Rasulullah, dimana yang didapat hanya sekedar lapar dan haus. Maksiat pun dijedakan selama ramadhan, demi sekali lagi ‘dalam rangka&#8230;”. Maka diskotik ditutup ‘dalam rangka’ ramadhan, para artis memakai kerudung ‘dalam rangka’ramadhan, para pejabat tampak shaleh dengan sering menggelar ceramah-ceramah dan buka puasa bersama, ‘dalam rangka’ ramadhan.</p>
<p>Lebih parah lagi, stasiun televisi juga ramai memanipulasi diri ‘dalam rangka’ ramadhan. Parahnya, bukan menjadi lebih baik, namun hanya mengemas maksiat menjadi berkesan islami. Betapa tidak, sejak awal-awal mereka sudah ramai-ramai merekrut pelawak dan artis ternama untuk menghiasi tayangan-tayangan ramadhan yang rasanya bingung mencari letak nuansa islaminya di dalam acara tersebut. Betapa tidak? Di sahur dan berbuka kita hanya disuguhi lawak. Lawak bukan lagi selingan, tapi sudah jadi mayoritas. Lalu dimana acara keislamannya?</p>
<p>Ramadhan sejatinya adalah kawah candradimuka, belanga yang melebur kita, membasuh dosa-dosa. Sehingga sepatutnya orang-orang yang melebur di dalamnya akan tampil berseri dan cemerlang setelahnya. Semoga Ramadhan kali ini kita bisa meraih capaian seperti yang ditargetkan oleh Allah: Taqwa. Dan semoga kita tidak menjadikan ramadhan mati dan, menguburnya sebelum dia sempat terlahir. Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’ban&#8230; wa ballighna ramadhan..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=556&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jangan-kubur-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CHICKEN SOUP ANATOMICA</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/chicken-soup-anatomica/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/chicken-soup-anatomica/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 12:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Buku Anatomi Berat ? Harganya ga ketulungan ? Ga Paham Dengan Konsep Dasar Anatomi ? Perlu Pengantar Anatomi yang Pas dan Aplikatif ? Bermimpi Punya Atlas yang Pas di Saku ? Angker dengan Lab Anatomi ? Merinding Ngeliat Kadaver ? Ga Paham-Paham Fiqh Anatomi dan Hukum Bedah Mayat ? Ini mah masalah klasik yang sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=553&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/07/untitled.jpg"><img src="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/07/untitled.jpg?w=460" alt="" title="untitled"   class="aligncenter size-full wp-image-554" /></a><br />
Buku Anatomi Berat ?<br />
Harganya ga ketulungan ?<br />
Ga Paham Dengan Konsep Dasar Anatomi ?<br />
Perlu Pengantar Anatomi yang Pas dan Aplikatif ?<br />
Bermimpi Punya Atlas yang Pas di Saku ?<br />
Angker dengan Lab Anatomi ?<br />
Merinding Ngeliat Kadaver ?<br />
Ga Paham-Paham Fiqh Anatomi dan Hukum Bedah Mayat ?</p>
<p>Ini mah masalah klasik yang sering dihadapi mahasiswa-mahasiswa kesehatan dan kedokteran mana pun….</p>
<p>Oleh Karena Itu, CSA (Chicken Soup Anatomica) Hadir Untuk menjadi Solusi Atas Semua Masalah yang Ada….</p>
<p>Belum lagi, ANATOMI betul-betul sebagai <span id="more-553"></span>salah satu ilmu DASAR KEDOKTERAN dan KESEHATAN. Gak Percaya ?</p>
<p>*Dalam ILMU BEDAH,itu mah struktur ANATOMI semua yang dipotong… ya kan ?<br />
Sekarang lebih detail<br />
BEDAH UMUM<br />
BEDAH SARAF<br />
BEDAH DIGESTIF<br />
BEDAH UROLOGI<br />
BEDAH PLASTIK<br />
BEDAH THORAX-CARDIOVASKULAR<br />
BEDAH ORTHOPEDI<br />
BEDAH ANAK<br />
Banyak lagi yang lainnya. Nah, kecuali BEDAH BUKU ya. Itu mah ga perlu ANATOMI-ANATOMI segala.(^_^)<br />
Dalam ILMU RADIOLOGI, itu sih latihan mengamati dengan TELITI tentang struktur ANATOMI. betul kan?<br />
THT BKL (Telinga Hidung Tenggorokan,Bedah Kepala Leher), itu ujung-ujungnya ANATOMI juga….</p>
<p>ANESTESI, ayoooo kalau nusuk jarum ini di mana ato intubasi ini lewat apa. Ujung-ujungnya lagi, ANATOMI !!!<br />
ILMU KULIT-KELAMIN dan MATA, wah sudah diprediksi…. ANATOMI lagi….<br />
Bukannya melebay-lebaykan sih, tapi itu lah FAKTANYA.<br />
Belum lagi saat LATIHAN PEMERIKSAAN FISIK. Apa yang di INSPEKSI ? nah, apa yang di PALPASI ? yang di PERKUSI di daerah mana aja ? lho, yang di AUSKULTASI yang mana-mana aja ? </p>
<p>Maka Sahabat semua menjawab pasti dengan ANATOMI. Kalau ada yang bilang ini : HATI, PERUT ATAS, GINJAL, KEPALA, DE EL EL DEH… pasti dosen bilang, “ Anda Mahasiswa KEDOKTERAN/KESEHATAN bukan ? bahasanya kayak orang awam aja”<br />
ckckckckckckckckckckckckckckckckck<br />
ANATOMI !<br />
ANATOMI !!<br />
ANATOMI !!!</p>
<p>Dengan KONSEP sebagai BUKU CATATAN,maka semua gambar-gambar yang disusun sebagai atlas sengaja DIBERIKAN ruang agar sahabat-sahabat bisa MENG-EKSPRESIKAN diri. Bisa DILENGKAPI sendiri keterangan gambarnya, bisa DIWARNAIN sendiri kalau suka yang berwarna dan yang paling PENTING, buku ini sudah dikonsep agar BERATnya RINGAN, biar bisa di bawa KEMANA-MANA. apalagi mahasiswa yang memang dipenuhi hidupnya dengan KEGIATAN-KEGIATAN, dan “lebih APALAGI” kalau sahabat semua co-ass atau magang di rumah sakit, maka kita perlu BUKU SAKU biar pergerakan kita ga terganggu oleh BUKU-BUKU TEBAL yang bakalan MEMBENGKOKKAN tulang belakang<br />
semoga bermanfaat untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan sahabat-sahabat mahasiswa kedokteran/kesehatan semua. Juga, semoga bisa MENGINSPIRASI agar bisa terus BERKARYA untuk memajukan PERADABAN ini. Keep Spirit !!!<br />
Tertarik ???<br />
BAIK PEMBELIAN atau KERJASAMA PEMASARAN….<br />
MARI MEWARNAI INDONESIA !!!<br />
CP; 085651267196</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=553&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/chicken-soup-anatomica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/07/untitled.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAM APLUSAN</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jam-aplusan/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jam-aplusan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 12:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[all about ko-ass]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Tahu istilah aplusan kan? Itu, saat-saat pergantian jaga dari orang yang satu ke yang lain. Konon, jam ini adalah jam-jam yang paling membahagiakan. Dimana sang penjaga sebelumnya alias pengaplus bisa melepas semua beban dan dengan semena-mena menyerahkannya ke orang yang diaplusi. Nah, di rumah sakit jam aplusan biasanya adalah jam yang paling dinanti menit ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=551&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahu istilah aplusan kan? Itu, saat-saat pergantian jaga dari orang yang satu ke yang lain. Konon, jam ini adalah jam-jam yang paling membahagiakan. Dimana sang penjaga sebelumnya alias pengaplus bisa melepas semua beban dan dengan semena-mena menyerahkannya ke orang yang diaplusi. Nah, di rumah sakit jam aplusan biasanya adalah jam yang paling dinanti menit ke detiknya. Bukan hanya dokter, koass, atau perawat. Tapi seluruh organ di rumah sakit nampaknya melakukan aplusan tersebut. Maka ramailah rumah sakit dengan peristiwa aplusan.</p>
<p>Dokter IGD A: oke, saya tinggal ya&#8230; semua pasien sudah beres kecuali tiga. Satu di bagian anak, tinggal rehidrasi cairan, satu yang jantung, rencana mau naik ICCU kalau ada bed yang kosong, satunya itu hati-hati, sudah kritis.<br />
Dokter IGD B: sip, dok&#8230;</p>
<p>Tim perawat IGD A: kebiasaan, aplusan selalu <span id="more-551"></span>telat! Itu&#8230;. monitor terus, terutama pasien yang sudah kritis di sana. Nanti jangan lupa cek bed di iccu kalau ada yang kosong langsung naikkan!<br />
Tim perawat IGD B: ya ya ya&#8230;</p>
<p>Sementara itu di ruangan ICU/ICCU<br />
Dokter ICU/ICCU A : aman terkendali&#8230; ane cabut ya&#8230;<br />
Dokter ICU/ICCU B : sip, nggak ada yang kritis kan?</p>
<p>Tim perawat ICU A: obat sudah pada masuk. Ada pasien dari IGD mau masuk&#8230; kami bilangin penuh tadi.. habisnya, kebiasaan mau naikin pasien pas jam aplusan.<br />
Tim perawat ICU B: sip&#8230;</p>
<p>Dan tak terkecuali personil-personil RS yang lain<br />
Satpam A: jangan sampai teledor kayak kemarin. Pokoknya di luar jam tamu, tak boleh masuk.. , kecuali keluarga pasien yang kritis di IGD itu&#8230;<br />
Satpam B: yup, tinggal aja..</p>
<p>Tukang Parkir A: tolong dibereskan parkiran sebelah timur ya&#8230; tadi keluarga pasien nampaknya buru-buru, katanya di IGD keluarganya sudah kritis<br />
Tukang Parkir B: enak aja! Kan jatah elu yang beresin seharusnya.</p>
<p>Portir A: kayaknya ada beberapa yang akan diantar. Satu ke ruang anak, satu ke ICCU, satu kayaknya&#8230; ke kamar jenazah&#8230;<br />
Portir B: waaaa! Kamar jenazah lagi?!</p>
<p>Penjaga kamar jenazah A: ada satu yang kritis di IGD&#8230; tolong disiapkan segala sesuatunya..<br />
Penjaga kamar jenazah B: mobil jenazah sudah dihubungi kan?</p>
<p>Dan tak lupa juga keluarga, tak ketinggalan untuk aplusan..<br />
Tim keluarga A: kalian, pokoknya jangan tinggalkan ayah, bacakan terus yasin&#8230;. jangan beranjak dari sini&#8230; tampaknya tak berapa lama lagi&#8230; kalau ada apa-apa cepat hubungi yang lain ya&#8230; kami di sekitar sini aja..<br />
Tim keluarga B: hik.. hik.. ya&#8230; kalian juga jangan jauh-jauh&#8230;</p>
<p>Dan syaitan&#8230;..<br />
Syaitan A: yang itu nampaknya sekarat&#8230; goda terus ya&#8230;.<br />
Syaitan B: Wehehehe&#8230;. rebessshh&#8230;</p>
<p>Oh, iya&#8230; hampir lupa&#8230;. koass! Hampir aja ketinggalan&#8230; mereka kan perangkat rumah sakit juga.. meski nggak jelas posisinya..<br />
Koass A: kemana aja sih?! Pasien lagi gawat malah telat&#8230; mentang-mentang sudah senior&#8230; itu di bed sana.. kondisinya sudah kritis&#8230;. konsulen juga sudah tahu, keluarga sudah dikomunikasikan dan sudah menerima pasrah&#8230; nanti jangan lupa lapor konsulen kalau sudah meninggal.<br />
Koass B: ya ya ya&#8230;. nyantai bro&#8230; nggak usah marah-marah kayak gitu&#8230; prosedurnya seperti biasa kan? Kalem aja&#8230;.<br />
Koass A: nyantai&#8230; nyantai.. habis ini pasti ngelindur&#8230;</p>
<p>Dan tatkala semua aplusan sudah selesai&#8230; tinggal aplusan malaikat maut&#8230;<br />
Malaikat A: ada satu yang akan dicabut hari ini&#8230;<br />
Malaikat B: (seraya melhat catatan) hah, nggak salah nih? Bukannya pasien yang sekarat itu yang harusnya dicabut?<br />
Malaikat A: Oh, nggak&#8230; pasien yang sekarat itu masih diberi kesempatan hidup&#8230; tapi memang ada satu yang harus dicabut malam ini&#8230;<br />
Malaikat B: yang mana? Perasaan semuanya kondisinya baik&#8230;<br />
Malaikat: bukan.. bukan pasien&#8230;. tapi KOASS B !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=551&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/26/jam-aplusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GEOGRAFI, PELAJARAN SEKOLAH TERSULIT DI DAULAH KHILAFAH</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/02/geografi-pelajaran-sekolah-tersulit-di-daulah-khilafah/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/02/geografi-pelajaran-sekolah-tersulit-di-daulah-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 03:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[di bawah naungan khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk salah seorang yang menganggap pelajaran geografi sebagai momok. Dulu kami yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar sudah disuruh untuk menghapalkan seluruh wilayah Indonesia. Berapa luas daratannya, berapa luas lautannya, berapa jumlah pulaunya, apa saja batas-batasnya, terletak di lintang dan bujur berapa. Lebih hebatnya lagi, bahkan kami harus menguasai peta buta, hapal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=548&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termasuk salah seorang yang menganggap pelajaran geografi sebagai momok. Dulu kami yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar sudah disuruh untuk menghapalkan seluruh wilayah Indonesia. Berapa luas daratannya, berapa luas lautannya, berapa jumlah pulaunya, apa saja batas-batasnya, terletak di lintang dan bujur berapa. Lebih hebatnya lagi, bahkan kami harus menguasai peta buta, hapal nama-nama kota, sumber daya alam di sana. Bukan hanya ibukotanya, bahkan nama-nama kabupaten dan kota-kota di 27 provinsi (saat itu masih utuh 27) harus dihapalkan. Saya ingat, saya sampai hapal berbagai kota di semua provinsi, letaknya dan dengan mudah menunjukkannya bila disuguhkan sebuah peta.<br />
Dan entah, apakah saya harus bersyukur <span id="more-548"></span>atau bagaimana  saya duduk di Sekolah Dasar saat khilafah belum berdiri (harusnya sih sedih ya&#8230;, seharusnya enak kalau khilafah dari dulu berdiri). Saya tidak bisa membayangkan betapa susahnya pelajaran geografi di daulah khilafah. Misalnya saja, besok ada ujian geografi tentang batas-batas daulah khilafah. Malamnya kita sudah capek-capek menghapal batas sebelah timur ini, utara ini, barat ini, selatan ini&#8230; eh pas sudah melekat di kepala, ternyata paginya ada berita di tivi bahwa baru saja ada futuhat atau penaklukan di negeri ini dan negeri ini&#8230;. wah hapalan buyar.. berarti batasnya berubah lagi dong!<br />
Belum lagi kalau peta buta! Betapa runyamnya! Saya tidak bisa membayangkan, dulu ketika menghapalkan indonesia saja, pusingnya minta ampun. Sekarang harus menghapalkan seluruh wilayah daulah khilafah yang luasnya terbentang di hampir seluruh dunia, kecuali beberapa negara yang masih berstatus muhariban. Menghapal nama kota-kota yang ada di sana? Berapa juta kota coba? Apalagi bila harus sekalian dengan sumber daya alamnya&#8230;. kan daulah khilafah bakal kaya banget dengan sumber daya alam..<br />
Gimana nggak jadi gundul kepala gara-gara geografi!?<br />
Wuahahaha&#8230;. rasain kalian yang masih duduk di bangku sekolah saat khilafah berdiri&#8230;! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=548&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/07/02/geografi-pelajaran-sekolah-tersulit-di-daulah-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LINTANG YANG LAIN</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/lintang-yang-lain/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/lintang-yang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 08:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Lintang. Nama itu mendengung di telinga saya. Pertama kali saya membaca buku laskar pelangi karya Andrea Hirata, saya terpesona dengan sosok bocah ini. Begitu cerdas.. luar biasa. Namun kebanggaan saya tersungkur di pertengahan cerita ketika menghadapi peristiwa getir dimana Lintang harus mundur dari perhelatan intelektual. Sang ayah tewas terseret ombak dan dia harus bertarung mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=545&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lintang. Nama itu mendengung di telinga saya. Pertama kali saya membaca buku laskar pelangi karya Andrea Hirata, saya terpesona dengan sosok bocah ini. Begitu cerdas.. luar biasa. Namun kebanggaan saya tersungkur di pertengahan cerita ketika menghadapi peristiwa getir dimana Lintang harus mundur dari perhelatan intelektual. Sang ayah tewas terseret ombak dan dia harus bertarung mencari nafkah, jadi tulang punggung keluarganya. Saat menonton filmnya pun sekali lagi saya masih sangat terharu menyaksikan fragmen itu. Tatkala Lintang dengan sepeda tingginya pamitan ke seluruh rekan juangnya di laskar pelangi. Saya betul-betul kecewa, andai Lintang bertahan, Indonesia bisa jadi kedatangan ‘Habibie’ baru.. sayang…<br />
***</p>
<p>“Oh, bukan… beliau bukan santri di sini…. Beliau adalah ustadz..” terang ustadz saya menjelaskan ketika saya tanyakan tentang sosok baru yang saya lihat di pesantren. Perawakannya memang kecil dan dari pakaian dan lainnya lebih mirip dengan para santri. Yang mengherankan saya saat itu adalah, masa santri baru bisa langsung diamanahi mengimami shalat.<br />
Makanya di akhir setoran hapalan saya tanyakan itu kepada ustadz saya.</p>
<p>“Beliau adik kelas saya di Universitas Madinah… Lc juga…” terang ustadz saya lagi.<br />
Beliau kemudian menjelaskan kegetiran yang dihadapi sang ustadz itu.<br />
Alkisah, dia adalah sang ustadz yang cerdas dan gigih. Dia <span id="more-545"></span>lahir dari keluarga miskin di pedalaman Kalimantan. Ayahnya sudah ringkih dan ibunya adalah seorang buruh pemetik kelapa. Saban hari membiayai kehidupan anaknya dengan naik pohon memetik buah. Keterbelakangan tak membuat sang ustadz pupus semangat. Dia mantapkan tekad untuk menuntut ilmu Qur’an setinggi-tingginya. Hafidz Qur’an 30 juz diraihnya. Dan gelar Lc dari Madinah pun berhasil disandangnya. Dia diterima menjadi tenaga pengajar di sebuah sekolah tinggi Islam di Jawa. Tujuannya kesini adalah diutus untuk mendapatkan sanad tahfidz. Namun dia akhirnya bertemu persimpangan jalan. Tatkala singgah ke kampung halaman, dia menemukan kenyataan getir.</p>
<p>“Ibu sudah tidak sanggup lagi bekerja sejak beberapa tahun yang lalu. Selama ini kamilah yang bekerja keras menghidupi keluarga. Termasuk untuk biaya kamu juga” ujar kakak-kakaknya.<br />
“Kemarin-kemarin, waktu kamu di Madinah… kami yang bekerja keras. Sekarang kamu telah selesai… saatnya gantian. Giliran kamu memelihara ibu dan bapak di sini. Giliran kamu yang bekerja memetik kelapa….” Tandas kakak-kakaknya.<br />
Sepi, sang ustadz adalah orang yang terlampau patuh.</p>
<p>Akhirnya, lanjut ustadz saya. Beliau dalam kebimbangan yang luar biasa. Batinnya terguncang keras. Antara pilihan untuk mengembangkan diri dalam keilmuan, mengabdi untuk umat… atau pilihan kedua yang tak kalah pentingnya… mengabdi berbakti untuk orangtua dan kakak-kakaknya… kembali menjadi pemetik kelapa….</p>
<p>“Sebenarnya beliau ke sini tujuannya untuk mencari sanad.. perlu waktu 6 bulanan…. Namun, bahkan untuk memulainya saja beliau tidak mampu…” Ustadz saya menutup uraiannya…<br />
“Yaa Ustadz… Ta’al….! Ta’al…” panggil ustadz saya ke sosok yang dari tadi beliau ceritakan..<br />
“Na’am ustadz…” sahutnya.<br />
Mata kami saling bertatapan. Dia tersenyum kepada saya. Saya perhatikan rautnya. Ya, jelas sekali di balik keteduhannya ada beban yang terlampau berat yang disimpannya.<br />
“Assalamu’alaikum ustadz…” hanya kata-kata itu. Seraya bersalaman hangat. Selebihnya saya memilih untuk meninggalkan mereka berdua bercengkerama.<br />
…………….</p>
<p>Saya beberapa hari tidak datang ke pesantren. Saat saya datang kembali beberapa hari yang lalu, saya mencoba mencari-cari sosoknya…. Ustadz berperawakan kecil dengan beban berat yang dipikulnya… tapi nihil… tampaknya sang ustadz telah memilih jalan kedua. Memetik buah kelapa untuk berbakti pada ibunya… jalan yang juga tak kalah mulia… tapi sekali lagi… sayangnya umat mesti kehilangan manusia cemerlangnya.</p>
<p>Dulu saya sempat ragu dengan tuturan Andrea Hirata di laskar pelanginya.. memang ada sosok semacam Lintang? Jangan-jangan itu hanyalah rekaan Hirata. Tapi akhirnya setelah pertemuan itu saya percaya. Bahwa Lintang memang ada! Dan Lintang itu tidak cuma satu. Masih begitu banyak Lintang-Lintang yang lain yang bernasib sama..<br />
Wallahu’alam…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=545&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/lintang-yang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WINNETO LA MIMFITO&#8230; KEMENANGAN MIMPI&#8230; (cetakan ke 2)</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/winneto-la-mimfito-kemenangan-mimpi-cetakan-ke-2/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/winneto-la-mimfito-kemenangan-mimpi-cetakan-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 08:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[zona motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[”Kami meraih kemenangan bukan setelah pertempuran. Kami meraih kemenangan jauh sebelum itu&#8230; kami telah meraih kemenangan semenjak kami bermimpi&#8230;” ”Kekuatan itu&#8230;. kami menamakannya&#8230;. Kemenangan Mimpi&#8230;” Tutur lelaki berjanggut lebat itu kepada Akin seraya menatap lautan di hadapannya. *** ”Kemenangan Mimpi”. Sebuah judul yang akhirnya ditemukan oleh Akin setelah perjalananan panjangnya. Yap, setelah perdebatan alot di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=543&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/06/wlm-kover-fix2.jpg"><img src="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/06/wlm-kover-fix2.jpg?w=460&#038;h=674" alt="" title="wlm kover fix2" width="460" height="674" class="aligncenter size-full wp-image-542" /></a></p>
<ol>
”Kami meraih kemenangan bukan setelah pertempuran. Kami meraih kemenangan jauh sebelum itu&#8230; kami telah meraih kemenangan semenjak kami bermimpi&#8230;”<br />
”Kekuatan itu&#8230;. kami menamakannya&#8230;. Kemenangan Mimpi&#8230;”<br />
Tutur lelaki berjanggut lebat itu kepada Akin seraya menatap lautan di hadapannya.</ol>
<p>***</p>
<p>”Kemenangan Mimpi”. Sebuah judul yang akhirnya ditemukan oleh Akin setelah perjalananan panjangnya. Yap, setelah perdebatan alot di ruang redaksi diputuskan Trias Motivatica seri 1 yang bergelar AlQandas AlKamiil harus memiliki adik. Harus ada Trias Motivatica seri ke 2. Dan Akin menjanjikan menyelesaikannya dalam waktu 7 hari.<br />
Dan petualangan pun dimulai. Seperti biasa, layaknya buku sebelumnya Akin tetap tak berani sendiri. Dia menggandeng banyak pemain untuk meramaikan ceritanya. Mulai dari Ucup sahabat karibnya, ustadz kesayangannya, hingga Spongebob, Naruto, Bill Gates, hingga sosok misterius lelaki berjanggut lebat bersorban berhidung mancung.<br />
Yakinlah, buku kedua ini tak kalah hancur dibanding buku pertamanya!</p>
<p>cetakan ke 1 alhamdulillah sudah sold out&#8230; jangan sampai kehabisan untuk cetakan ke 2<br />
pemesanan = Fauzan (085651223607)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=543&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/winneto-la-mimfito-kemenangan-mimpi-cetakan-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doktermudaliar.files.wordpress.com/2011/06/wlm-kover-fix2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wlm kover fix2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA SANG PENEBANG KAYU</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/rahasia-sang-penebang-kayu/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/rahasia-sang-penebang-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 08:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[zona motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Klinik Motivasi Abdi Persada FM Seorang penebang kayu melamar kerja ke sebuah perusahaan penebangan kayu bonafit. Sang bos perusahaan mensyaratkan masa magang selama 3 hari untuk membuktikan keseriusan si penebang. Pada hari pertama hingga ke tiga uji coba, si penebang dengan semangat menebang pohon-pohon sebanyak mungkin. Dalam satu hari dia mampu mempersembahkan 20 pohon lebih. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=540&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Klinik Motivasi Abdi Persada FM<br />
Seorang penebang kayu melamar kerja ke sebuah perusahaan penebangan kayu bonafit. Sang bos perusahaan mensyaratkan masa magang selama 3 hari untuk membuktikan keseriusan si penebang.<br />
Pada hari pertama hingga ke tiga uji coba, si penebang dengan semangat menebang pohon-pohon sebanyak mungkin. Dalam satu hari dia mampu mempersembahkan 20 pohon lebih. Ini merupakan prestasi hebat yang mengundang decak kagum para pekerja yang lain. Melihat kemampuan dan keseriusannya, sang bos memutuskan untuk menerima si penebang bekerja.<br />
Namun apa yang terjadi setelah bekerja? Prestasi kerja si penebang lama kelamaan semakin menurun. Minggu pertama jumlah tebangannya masih 20an, namun menginjak minggu kedua dia hanya menebang belasan pohon. Bulan berikutnya dia hanya menebang tak sampai dari sepuluh pohon. Melihat penurunan prestasi kerja tersebut, sang bos kemudian memanggil si penebang.<br />
“Kau kehilangan semangat kerja?” tanya si bos<br />
“Tidak bos. Jangan berburuk sangka. Aku bukan orang yang mudah kehilangan semangat. Bukan berarti karena aku sudah diterima maka aku menganggap enteng pekerjaan. Justru aku semakin bersemangat” tolaknya.<br />
“Atau ada masalah keluarga?”<br />
“Tidak bos, keluargaku baik-baik saja..” tolaknya lagi.<br />
“Jadi apa?” tanya si bos<br />
“Saya juga tidak paham bos. Secara kemampuan <span id="more-540"></span>saya tidak mengalami penurunan, tenaga saya juga masih sama kuat… semangat saya juga semakin bertambah….” Keluhnya.<br />
“Hmm… anak muda, kapan terakhir kau mengasah kapakmu?” tanya si bos lagi.<br />
“Seingatku, hari sebelum aku melamar kerja di sini.. bos..” jawabnya.<br />
“Hmmm…. Sepertinya aku tahu masalahmu..” sahut si bos akhirnya seraya tersenyum<br />
………….</p>
<p>Cerita itu saya dapatkan dari sebuah web, kemudian saya tulis ulang dengan beberapa modifikasi.<br />
Mengasah kapak. Ini hal yang seringkali kita remehkan dan kita lupakan. Setiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan karir. Akibatnya kita terbuai. Kita lupa untuk menyempatkan diri mengasah kemampuan kita. Bagi para pekerja, kapan terakhir kali anda membuka buku pelajaran? Mencoba belajar kembali? Bagi para pelajar apakah anda hanya melewati hari sekedar belajar materi pelajaran yang diajarkan di sekolah atau perkuliahan?<br />
Saya awalnya juga merasa malas untuk mengasah kapak itu. Saya paham pentingnya mengasah, namun waktu kerja sebagai dosen dan dokter ditambah lagi dakwah mengakibatkan saya tidak memiliki waktu untuk itu. Capek… toh… pengasahan bisa dilakukan sembari kita bekerja.. dari pengalaman..<br />
Namun, akhirnya saya sadar… kualitas saya akan berhenti di sini-sini saja, bahkan akan semakin menurun bila terus mempertahankan ritme yang seperti ini. Maka akhirnya saya canangkan sejak beberapa waktu yang lalu, dalam setiap hari yang saya lalui, saya harus mengasah kapak.. Sehingga akhirnya saya canangkan, harus ada lima hal yang harus saya lakukan saban harinya.<br />
Harus mengkaji islam, diutamakan dari bahan berbahasa arab langsung<br />
Harus mengkaji ilmu kedokteran, diutamakan dari bahan berbahasa inggris langsung<br />
Harus menambah hapalan alQur’an<br />
Harus menghasilkan sebuah karya<br />
Harus ada aktivitas dakwah<br />
Dan kelima-limanya harus dipaksakan. Pantang menutup mata pada hari ini, sebelum saya mengerjakan lima perkara ini.<br />
Dan percaya atau tidak, saya betul-betul merasakan manfaatnya… setidaknya saya cukup puas dengan peningkatan kualitas yang saya rasakan tiap harinya.<br />
Anda mau mencoba? </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=540&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/06/07/rahasia-sang-penebang-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa pemilik IQ tertinggi?</title>
		<link>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/05/28/siapa-pemilik-iq-tertinggi/</link>
		<comments>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/05/28/siapa-pemilik-iq-tertinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 02:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktermudaliar</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini gue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktermudaliar.wordpress.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[“Siapa di dunia ini pemilik IQ tertinggi?” lempar salah seorang dosen saya suatu ketika dalam sebuah forum. Kami mencoba menebak-nebak. Albert Einstein… bukan….. BJ Habibie juga bukan….. yang lain menyebut berbagai tokoh yang terkenal kejeniusannya… beliau menggeleng. “Dalam teori IQ, sederhananya seperti ini. Nilai IQ itu adalah kecerdasan seseorang dibandingkan kecerdasan seharusnya pada tingkatan umur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=538&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Siapa di dunia ini pemilik IQ tertinggi?” lempar salah seorang dosen saya suatu ketika dalam sebuah forum.<br />
Kami mencoba menebak-nebak. Albert Einstein… bukan….. BJ Habibie juga bukan….. yang lain menyebut berbagai tokoh yang terkenal kejeniusannya… beliau menggeleng.<br />
“Dalam teori IQ, sederhananya seperti ini. Nilai IQ itu adalah kecerdasan seseorang dibandingkan kecerdasan seharusnya pada tingkatan umur seperti dia. Jadi contohnya seperti ini, ada seorang anak berusia 10 tahun, namun dia memiliki kualitas intelejensia yang seharusnya dimiliki anak usia 15 tahun, maka nilai IQnya adalah 15 dibagi 10 dikali 100, yakni 150. Sebaliknya misalnya ada orang berusia 20 tahun, intelejensianya sekualitas anak berusia 10 tahun, berarti nilai IQnya adalah 10 dibagi 20 dikali 100, hasilnya IQnya cuma 50..”</p>
<p>“Jadi siapa akhirnya orang yang paling tinggi IQnya Pak?” tanya kami.</p>
<p>“Sederhana, seharusnya orang yang <span id="more-538"></span>memiliki konsep pemikiran yang lebih jauh ke depan jelas IQnya lebih tinggi dibandingkan orang yang berpikir pragmatis.. yang penting saat ini… yang penting hari ini. Jadi seorang pemuda 20 tahun yang sudah mempersiapkan konsep hidup dan menatap kehidupannya sampai usia 50 tahun berarti IQnya adalah 50/20 dikali 100 sama dengan 250…. Ini jauh lebih tinggi daripada miliknya Einstein…”</p>
<p>“Jadi secara teori mereka yang mempersiapkan hari tua berarti yang tertinggi Pak” sela teman saya ragu. Kalau begitu gampang banget dong, pikirnya.<br />
“Tidak sesederhana itu. Dia mestinya memiliki konsep yang seharusnya dimiliki saat pertambahan umur itu. Jadi pemikiran dia pada contoh di atas telah 30 tahun melampaui batas umurnya. Bukan sekedar seperti orangtua yang berusia 50 tahun”</p>
<p>“Tapi merekakah yang paling tinggi? Sebentar… tidak juga..” kata beliau tersenyum.</p>
<p>“Ternyata IQ tertinggi bukan milik mereka. IQ tertinggi adalah orang yang hidupnya senantiasa berpikir lebih jauh ke depan… yakni masa setelah dunia…. Masa akhirat! Orientasinya adalah cukupkah perbekalanku di masa depan kampung akhirat kelak? Bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia di akhirat?&#8230; coba tebak berapa IQ mereka?” tanya beliau.<br />
Kami terdiam bingung. Sebagian ada yang coba memencet-mencet kalkulator.</p>
<p>“misal saja dia berusia 30 tahun. Sementara dia berorientasi ke akhirat yang tahunnya adalah lebih dari ribuan tahun…  kita sebut saja nilai tahunnya tak terhingga. Maka IQnya adalah tak terhingga dibagi 30 kali 100 sama dengan tak terhingga…. Lihat IQnya tak terhingga! Maka kita bisa menilai sendiri siapa sesungguhnya pemilik IQ yang paling tinggi..” tutur beliau.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktermudaliar.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktermudaliar.wordpress.com/538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktermudaliar.wordpress.com&amp;blog=5674438&amp;post=538&amp;subd=doktermudaliar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktermudaliar.wordpress.com/2011/05/28/siapa-pemilik-iq-tertinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a519654c96ddbd0a7e7c072b24e49b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktermudaliar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
