Pindah pindah

Terhitung 1 Muharram 1435 H, saya pindah ke blog baru:
http://www.residentaqwa.wordpress.com

DI RATU BOKO BERSAMA MBAH MANTO

“Bapak umurnya berapa?” tanya saya.

Capek selesai berjalan mengelilingi situs purbakala yang katanya dulu adalah istana ‘Ratu Boko’, saya bercengkerama dengan seorang bapak berumur baya yang sedang bekerja mencangkul di sana.

“80 tahun nak” jawab beliau seraya memberikan sesungging senyum. Giginya masih ada beberapa.

“Wah!” kata itu yang mewakili ekspresi keterkejutan. Umur setua itu masih sekuat ini….

Namanya Mbah Manto, penduduk asli lereng gunung situs Ratu Boko tersebut. Sejak kecil tak pernah beranjak tempat tinggal dari sana. Kesetiaan? Entahlah. Bisa jadi kasusnya mirip-mirip dengan Mbah Maridjan yang loyal terhadap Merapinya.

“Kok seusia bapak masih kerja berat kayak gini?” saya membenarkan posisi duduk saya, menghadap persis ke arah beliau. Senada, beliau juga menghentikan sementara aktivitas beliau. Mengambil tempat tak jauh dari batu besar tempat saya rehat.

“Kalau saya nggak kerja kayak gini…. terus besok mau makan apa nak?” jelas beliau dengan nada serius.

“Ya… ya..” angguk saya.

“tapi pak, ngomong-ngomong buat apa Baca lebih lanjut

KENA TIPU

“Berapa harganya bu?” tanya saya.
Si ibu yang saya maksud kemudian menghitung-menghitung pakai kalkulatornya. 1 buah kabel gulung, 2 buah lampu neon….
“48 ribu, mas” tandasnya.
Saya pun merogoh duit di dompet saya. Selembar limapuluh ribuan.
“Ini bu…” ucap saya, seraya mengambil barang-barang tadi.
“Eh, sebentar mas… kembaliannya” dia buru-buru memanggil saya seraya mengacung-ngacungkan uang dua lembar seribuan rupiah.
“Oh…” kata saya seraya tersenyum, seraya kemudian
“Huahahahaha….. hihihihi…” saya tak sanggup lagi menahan tawa saya. Dari tadi saya sudah pengen meledak rasanya.
Si ibu mengernyitkan dahi. Orang gila, mungkin begitu pikirnya.
“Hihihi…. ibu kena tipu……! hihihi..” perut saya begitu terkocok
Si ibu langsung geram, dia langsung melihat lembaran limapuluhribu yang saya kasih. 3D dilihat diraba diterawang…. Mmmm… asli kok…. atau jangan-jangan….
“Ibu … bayangkan, Baca lebih lanjut

D’!

JANGAN KUBUR RAMADHAN!

Insya Allah, tinggal menghitung waktu ‘sang’ Ramadhan akan menjelang kembali. Kita barangkali tersentak seraya berujar: “Ya ampun ramadhan datang lagi… tidak terasa ya? Perasaan baru kemarin lebaran”

Ada tiga golongan sikap manusia ketika menghadapi ramadhan. Golongan pertama adalah golongan yang acuh tak acuh. Kedatangan ramadhan tak menggelitik jiwanya. Tak ada yang berubah dalam ritme kehidupannya, paling-paling beberapa jadwal yang mesti ditata ulang. Jadwal makan (tetap sering, cuma waktunya saja yang disiasati) , jadwal bangun tidur (bisa nyambung tidur habis sahur), jadwal kerja (dipotong dengan alasan: maaf, saya sedang berpuasa). Kedatangan ramadhan tak ubahnya seperti sosok tamu yang terlampau biasa.

Golongan yang kedua, adalah golongan yang melakukan persiapan untuk menghadapi ramadhan. Dan selayaknya namanya: ‘menghadapi’, maka baginya kedatangan Ramadhan lebih seperti kehadiran seorang musuh. Ramadhan memang disambut, tapi disambut dengan muka masam. Atau kalaupun tersenyum, hanyalah basa-basi seraya menelan ludah. Nuraninya mengeluh kencang. Lalu merekapun menyusun strategi selama ramadhan. Bagaimana caranya supaya tetap bertahan, bagaimana supaya tetap makan enak? Bagaimana supaya Baca lebih lanjut

CHICKEN SOUP ANATOMICA


Buku Anatomi Berat ?
Harganya ga ketulungan ?
Ga Paham Dengan Konsep Dasar Anatomi ?
Perlu Pengantar Anatomi yang Pas dan Aplikatif ?
Bermimpi Punya Atlas yang Pas di Saku ?
Angker dengan Lab Anatomi ?
Merinding Ngeliat Kadaver ?
Ga Paham-Paham Fiqh Anatomi dan Hukum Bedah Mayat ?

Ini mah masalah klasik yang sering dihadapi mahasiswa-mahasiswa kesehatan dan kedokteran mana pun….

Oleh Karena Itu, CSA (Chicken Soup Anatomica) Hadir Untuk menjadi Solusi Atas Semua Masalah yang Ada….

Belum lagi, ANATOMI betul-betul sebagai Baca lebih lanjut

JAM APLUSAN

Tahu istilah aplusan kan? Itu, saat-saat pergantian jaga dari orang yang satu ke yang lain. Konon, jam ini adalah jam-jam yang paling membahagiakan. Dimana sang penjaga sebelumnya alias pengaplus bisa melepas semua beban dan dengan semena-mena menyerahkannya ke orang yang diaplusi. Nah, di rumah sakit jam aplusan biasanya adalah jam yang paling dinanti menit ke detiknya. Bukan hanya dokter, koass, atau perawat. Tapi seluruh organ di rumah sakit nampaknya melakukan aplusan tersebut. Maka ramailah rumah sakit dengan peristiwa aplusan.

Dokter IGD A: oke, saya tinggal ya… semua pasien sudah beres kecuali tiga. Satu di bagian anak, tinggal rehidrasi cairan, satu yang jantung, rencana mau naik ICCU kalau ada bed yang kosong, satunya itu hati-hati, sudah kritis.
Dokter IGD B: sip, dok…

Tim perawat IGD A: kebiasaan, aplusan selalu Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.