MENDADAK AYAT-AYAT CINTA

Apa bedanya Fahri ayat-ayat cinta dengan Saya?

Hahaha…. pertanyaan anneehhh!!

Bicara tentang Fahri, maka yang disematkan adalah gambaran figur pemuda shaleh yang memiliki keteguhan, bahkan bagi sebagian orang kayaknya terlalu sempurna. Bagi sebagian besar wanita menjadi tokoh suami idaman. Bagi laki-laki, menjadi Fahri adalah cita-cita. Siapa sih yang nggak kepengen diperebutkan cewek-cewek cantik yang baik-baik semua? Digilai Noura, diidamkan Maria, dambaan Nurul, walaupun pada akhirnya jatuh ke dekapannya Aisha.

Lalu siapa saya? Bagi yang kenal baik jelas cekikikan. Yang ini beddaa…. kalo Fahri mah orangnya ganteng, putih….. lha ini… waduh… jadi nggak enak ngebicarainnya. Fahri mah serius, pinter, alim, berwibawa…. Nah sementara yang ini…. ckk ckk… ckk..

Iya.. iya.. iya… saya juga sadar diri kok (maka berhentilah mengejek saya sodara-sodara). Saya nggak pernah bilang punya kesamaan sedikit pun dengan Fahri kok! Selain kami sama-sama muslim dan sama-sama laki-laki.

Tapi kisah ini nyata! Saya hanya ingin menunjukkan bahwa perjalanan cinta di novel yang menggemparkan itu sebenarnya bisa menimpa siapa saja. Tak terkecuali untuk sebangsa pria imut-imut amit-amit seperti saya.

Maka biarlah kita mulai cerita dengan menelisik lebih dalam kehidupan cinta pribadi saya.

Jujur, saya bingung apakah ini sebuah bentuk kelainan jiwa atau bukan, yang jelas sampai saat ini saya belum pernah merasakan jatuh cinta kepada seorang wanita. Eits, jangan ngambil kesimpulan macem-macem dulu. Kalau syahwat tertarik atau terpesona dengan wanita sih punya, wong naluri seksual saya bagus-bagus aja kok. Yang saya bicarakan adalah saya sampai saat ini belum pernah sampai terpikat yang menyebabkan saya mencintai seorang wanita dan meletakkannya di hati saya. Bingung juga kenapa? Apa hati saya terlampau keras atau gimana nggak tahu.

Atau bisa jadi ini jawaban dari Allah atas doa saya di waktu kecil dulu yang bilang kepada Allah, ”ya Allah jangan jadikan saya berpacaran” padahal saat kecil dulu, mana tahu saya kalo pacaran itu hukumnya haram. Seraya berhusnudzzan, maka pikir saya bisa jadi ini sebagai bentuk penjagaan dari Allah agar saya tak terjerumus ke dalam jurang maksiat yang beratasnamakan cinta tersebut.

Maka bersitan syukurlah seharusnya, karena Allah membentuk tampang dan bodi saya tidak menarik bagi para kaum hawa. Sebaliknya Allah juga melengkapi diri saya dengan hati yang ambang reseptor cintanya tidak begitu peka. Klop, maka kesempatan pacaran sulit sekali terjadi terhadap pria tipe seperti ini.

Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Ternyata ada saja yang curi-curi kesempatan, pengen ngajakin pacaran. Hahaha… mungkin wanita yang mau ke saya itu lensa matanya katarak kali…

Dan bersiaplah, karena hati yang dihadapinya adalah layaknya batu karang. Belum apa-apa, wanita-wanita itu sudah saya omelin. ”walaa taqrabuz zinaa! Innahu kaana faahisyah, wa saa a sabiilaa” dan sukses! Mereka pulang dengan stress berat. Belaguu amaattt… masih untung ada yang mau, bisa jadi begitu omel hati mereka.

Nah, saya selalu membanggakan itu. Saya sukses menghindari kejamnya maksiat bernama pacaran itu. Alaaahhh… cinta semu! Ngapain diladenin! Begitu mulut besar saya biasanya. Hubungan yang diizinkan dalam islam hanyalah melalui khitbah dan nikah, tegas saya.

Namun ternyata ujian yang sebenarnya akhirnya datang. Bisa jadi Allah hendak membalas sesumbar saya.

Hingga akhirnya diawali dengan rentetan sms dari seorang wanita yang saya kenal baik di kampus yang ujung-ujungnya berbunyi kira-kira begini ”jadi intinya saya mau bilang bahwa saya pengen membina hubungan yang sebenarnya, dalam bentuk pernikahan”. Gedubrak! Saya kaget bin stress. Awalnya, secara diplomatis saya menolak halus. Eh malah saya yang kemudian diceramahi tentang pentingnya sebuah pernikahan dll. Waaahh wah wah… kena batunya. Asli, itu kali pertama saya benar-benar tertekan. Mau menolak dengan alasan apalagi yah. Untungnya hubungan sms-sms kami akhirnya berakhir. Dan Alhamdulillah beberapa waktu kemudian setahu saya dia akhirnya menikah, tentunya dengan pria yang jauh lebih baik dari saya.

Tak lama berselang, ujian yang kedua datang lagi. Saat saya buka e-mail di friendster ada sebuah surat yang agak-agak puitis isinya. Eh, setelah saya cerna ternyata sebuah proposal nikah dari teman SMA saya. Masya Allah! ”Jadi yang saya inginkan adalah kamu melengkapi sayap-sayap saya untuk bersama-sama menempuhi perjuangan ini.” begitu kira-kira. Sementara di bawahnya tertera lengkap data dirinya. Saya kemudian membalasnya lewat sms, sekedar memastikan emailnya gak salah kirim. Eh, ujung-ujungnya saya yang kembali diceramahi tentang perlunya sebuah perjuangan menuju ke jenjang pernikahan. Menikah itu intinya perlu keberanian. Dan pendeknya tersirat ajakan: mari kita bersama-sama menjalani tantangan ini. Saya cuma garuk-garuk kepala bingung. Skak mat! Untungnya ada jalan keluar, akhirnya si akhwat saya jodohkan dengan teman saya. Alhamdulillah mereka cocok dan kemudian merajut kebahagiaan dalam bahtera pernikahan.

Telah amankah posisi saya? Tak lama berselang ustadz saya menghubungi saya ketika saya sedang asyik-asyiknya berlibur. ”Ada yang naksir sama antum, mohon segera ditindak lanjuti” Yaa Allah! Tawaran nikah lagi!

Dan berturut-turut kemudian entah beberapa kali saya jadi stress menghitungnya,

Di suatu waktu teman saya menarik saya dengan serius. ”Akhwat yang kemarin di acara itu, bilang dia ingin menjalin proses dengan antum” seraya dia mengingatkan acara walimah yang kebetulan saya berhadir bantu-bantu dan kebetulan ada akhwat juga yang bantu-bantu.

Atau di kali lain, ketika teman yang lain mengirim sms: ”ada akhwat yang terobsesi ingin dinikahi oleh antum. Mohon ketegasannya!” waduuuhh… kata-katanya itu lho? Terobsesi! Ketika saya balas smsnya dengan nada-nada canda… eh teman saya itu malah marah seraya mengingatkan kalo ini serius. Jreeng!

Atau ketika suatu waktu ada sms masuk ke hp saya ”bismillahirrahmanirrahiim… ana mau menanyakan apakah antum betul punya kecenderungan ke ana… dan seterusnya” yang intinya yaa ujung-ujungnya gitu lah.

Dan beberapa lagi yang lain. Sampai-sampai pada akhirnya, saya sudah hapal bagaimana cara berkelit terhadap “lamaran-lamaran” itu. Yap, berkelit dengan kata-kata sopan dan manis untuk menyembunyikan alasan sebenarnya, kepengecutan saya!!

Demi Allah, saya bercerita di sini bukan dengan maksud menyombongkan diri. Hebat kan gue? Banyak yang melamar gue? Masya Allah! Ngapaiiinnn! Terus terang saya bingung apa bagusnya dari saya hingga beberapa wanita nekat mengajukan lamaran proses nikah ke saya? Pria dekil gundul nan kurus yang akhlaknya jauh dari keshalihan.

Saya malah khawatir ini adalah sebagai bentuk balasan dari Allah atas sesumbar saya, sekaligus ujian dari Dia.

Dan terselip sebuah intisari yang ingin saya bagi-bagi kepada pembaca, bahwa jodoh itu dapatnya tidak mesti dari pacaran. Ente nggak perlu capek-capek buang waktu, tenaga dan harta buat pacaran. Ada cara yang lebih nyaman dan lebih tepat sasaran. Yaitu proses taaruf atau khitbah dimana disitu kita betul-betul berusaha menjajaki calon kita, tentunya dengan cara yang syar’i hingga akhirnya tersemburat kemantapan pada keduanya. Inilah cara yang diajarkan agama kita. Bukan dengan mengobral diri lewat pacaran.

Termasuk saya juga ingin menghibur teman-teman yang senasib muka dan bodinya dengan saya. Mendapat jodoh yang baik itu bukan berarti dengan mesti memaksakan diri jadi ganteng, merias diri di salon dll. Bukan! Karena sesungguhnya jodoh itu akan datang dengan sendirinya. Karena sejak awal Allah telah menetapkan jodoh-jodoh bagi ciptaanNya. Jadi jangan khawatir dengan masa depan kalian hanya karena sampai saat ini kalian tidak pernah pacaran atau berhubungan dengan lawan jenis.

Dan terakhir tentunya sebuah muhasabah atas kepengecutan saya. Sebelumnya saya dengan garang selalu menasehati orang-orang agar jangan pernah terjerumus dalam pacaran. Menikahlah! Sesungguhnya menikah itu menjauhkan kita dari maksiat. Eh, ternyata ketika tawaran kehalalan itu sendiri yang menghampiri saya, yang ada saya berupaya menangkisnya dengan berbagai jurus sedemikian rupa. Ya Allah, ampunilah hambaMu…

***

Suatu malam beberapa waktu yang lalu, saat pelupuk mata saya mulai terkatup pelan, sementara gelombang alpha sudah merayapi otak saya, tiba-tiba ponsel butut saya berbunyi. Oh, dari salah seorang kenalan yang duduk di jajaran MUI pusat menelepon dari Jakarta.

”Assalamu’alaikum, ustadzah….”

Seberang sana menyahut salam saya dengan berwibawa. Dan setelah berbasa-basi sebentar…….

…. emmm… jadi intinya begini mas, perempuan itu asalnya dari Jakarta, dia tamatan S2 dari Jerman program public health, pinter, anak orang kaya seorang dokter spesialis terkenal, jajaran di kepengurusan organisasi kedokteran, punya semacam rumah sakit di Jakarta sana yang sangat laku. Orangnya cakep lho, sudah gitu baik, nggak sombong dan neko-neko, insya Allah sholehah. Anak satu-satunya mas. Banyak yang ngantri lho sebenarnya, cuma saya diminta oleh tantenya mencarikan yang cocok. Saya berpikir mas lah yang tepat. Mudah-mudahan saja berjodoh dan proses ini diberkahi…”

Gedubrakkkkkkhhhh!!! Apa saya lagi mimpi malam ini? Ini pasti gara-gara saya nonton film Ayat-Ayat Cinta versi bajakan. Saya merasa jadi seperti Fahri yang surprise berat ketika dijodohkan oleh syeikhnya dengan Aisha….

Hati saya dag dig dug

Mmmmm… ayolah…. kurang apa lagi... batin saya bergumam. Ambil kesempatan ini. Semua kriteria hadits rasulullah sudah pas ada di dia… sholehah, keturunan yang baik, kaya, cantik…. Ini rezeki dari Allah….

Sungguh, saat itu saya merasa ”mendadak ayat-ayat cinta!”

Tapi kemudian….

Iya, ustadzah… saya menghargai niat tulus anda… tapi ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan untuk menolak tawaran itu….”

Yyyaaaahhhh…. para suporter kecewa. Saya sendiri juga bingung, kok kata-kata itu yang keluar dari mulut saya. Woiii kenapa ini?

”Tapi insya Allah mudah-mudahan dia berjodoh dengan pria yang lebih baik…. kebetulan ada teman saya yang mudah-mudahan memenuhi kriteria itu mbak….”

……..

Sepi…. beberapa saat kemudian pembicaraan pun terputus.

Sementara angin malam berhembus pelan. Malam itu saya susah untuk memejamkan mata.

Yaa Allah jangan beri hambaMu ini ujian yang hambaMu tak sanggup memikulnya. Yaa Allah berikan aku jodoh terbaik pada saat yang terbaik di kesempatan yang terbaik, ketika hamba dalam keadaan yang terbaik…”

Amiin..

44 Komentar

  1. hemmm…. kaykna sy perlu ngajukan lamaran ke kamu deh…
    biar kamu jodohin ma teman km yg lain… ^^
    amin… smg Allah mberikan jodoh terbaik…
    tapi jk ada muslimah yg baik yg datang.. jgn dilewatkan bro… ntar habis..

    • hahaha…. boleh! boleh! sertakan proposal lengkap 2 rangkap, disertai foto close up. materai 6ribuaan, prangko balasan. + biaya perjodohan setor via rekening. (hehehe…just kidding)

  2. Wah,seru ceritanya.
    Kira-kira, kapan nikahnya Fauzan?

    • kalau menurut jadwal yang saya buat, insyaAllah setelah dokter PTT di daerah dulu…. itu kalo Allah berkehendak. doakan dapat yang terbaik aja

  3. zaman email masih pake prangko…
    kirim ke mana bro…???
    ntar km aja yg saya jodohin sama teman sy..
    dari keluarga sederhana.. insyaAllah sholehah.. mau?

    • Hehehe… sayang tawaran itu mesti saya tunda dulu bos.
      menurut jadwal yang saya bikin, saya nikahnya bis dokter ptt dulu. kira-kira itu di awal 2012. Lama yaa… ntar kasihan dianya nunggu… ketuaan.
      but jazakillah…

  4. asslm.wr.wb…

    tlsn dkter mank unik+lcu+asyik+gaul+sa jd pljrn bg yg laen…ga slh ana koleksi tlsan antum..

    kpn sch mw nkh?? nggu jd kakek2 lu ya..haahaa

    nikah tu kan ibdh..mank jd dkter t super sbk ya mpe g prnh mkr yg nmx cnta,hehe

    pkokx goog luck bwt smw tlsnx,n mg sgra BERANI mmchkan rekor JomBlo na..hoho

    by Akhwat Gadungan..

    • amiin

  5. hehe…
    padahal cuma bercanda…
    soalnya km di tawarin yang melangit ga ma…
    siapa tau yang membumi jd mau…

  6. Ya mas fauzan,,,tak baik antum menunda2 nikah…

    Meskipun menurut rencana antum tahun 2012 tapi bukankah Allah yg berkehendak untuk memberi yg terbaik untuk jalan kita…

    menunda kebaikan itu tidak baik…termasuk menggenapkan separoh agama
    klo yg kemarin2 mungkin memang belum jodoh antum
    (episode fahri Aisha bukan yg terbaik buat antum mungkin)
    separoh agama kita ada pada nikah
    masak nunggu 2012

    (walah ..saya koq malah ceramah)
    tapi saya sendiri juga begitu target menikah 2010
    TERNYATA Allah memberikan jodoh pada saya tahun 2007 dan sbhanallah..saya jatuh cinta pada suami juga saat melewati biduk pernikahan, dan ternyata benar suami saya the best yg dipilihkan oleh Allah

    sy sarankan antum baca tentang keutamaan menikah dan bagaimana para sahabat termasuk org2 yg menyegerakan menikah…
    supaya ada muyul untuk ke sana

    salam ukhuwah
    http://nurmaulid.wordpress.com (numpang promosi..he..he)
    bersegera..itu lebih utama…

    • makasih atas tausiahnya. moga pintu itu segera terbuka.

  7. Mnarik skali tlsan akhi..
    Bru kali ini ana ktmu org yg pnya bnyk ksamaan dgn ana,srupa tp beda..
    Salam knal ya..

  8. Afwn ya..kemarin dah ceramah panjang lebar, tapi saya yakin antum punya pertimbangan khusus kenapa belum menggenapkan separoh agama

    tetap berjuang, dan semangat!

  9. huehehe.. lucu.

    sepertinya ana pernah mengalami. dgn sok2 pahlawan dan sok2 ngga tau dirinya, merasa sudah sebaik khadijah dan seunggul aisyah.. menawarkan diri! diterima, lalu ditolak. i dunno why.. tp satu yg ana tau, He know what`s best 4 us. ada yg salah hingga alloh tdk ridha🙂

    toh,, nikah bukan tujuan akhir hdp ini. tujuan utama hdp adl menegakkan kalimatulloh..
    nikah.. hmm,,perjalanan panjang. pernikahan yg diridhoi alloh hanyalah atas dsr islam, dlm dien islam dan scr islam. mari qta introspeksi diri🙂

    • hmmm… jodoh mah memang di tangan Allah. cocok versi kita belum tentu cocok versi Allah. but jalani aja. sepakat, nikah itu sunnah…. namun berjuang menegakkan kalimat Allah adalah fardhu. jadi jangan sampai sunnah menyababkan pengabaian terhadap fardhu

  10. ikut baca…seru juga…bisa jd obat ngantukkkkk….hehehe
    btw, saya setujuuu…kalo planning nikahnya di awal 2010…jd ada kesempatan buat jodohin dgn adik ku, hehehe…
    walaupun mmg menyegerakan nikah suatu ibadah…dgn pertimbangan2 yg tadi hukumnya belum wajib kan…
    salam kenal&ukhuwah….dari ummu fathin dan farras dari pamulang, tangerang selatan…

    • salam kenal juga buat ummu fathin…..

  11. Assalamu’alaikum

    pernah denger syair ini??

    oleh Imam Syafi’i

    Aku mencintai orang-orang yang sholeh,
    Meskipun aku belum termasuk golongan mereka
    Aku membenci orang orang yang durhaka
    meskipun mungkin aku termasuk golongan mereka

    Semua orang mencintai wanita, tetapi mereka berkata:
    Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita.
    Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu.

    Malapetaka paling besar adalah bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengharapkan kebaikan seseorang, akan tetapi justru orang itu berharap agar kita celaka atau binasa

    ===kayaknya bait yg kedua pas buat Anda, hukum tu gak cuman berlaku bagi kaum adam tapi juga kaum hawa, bayangkan perasaan orang2 yg Anda buat menderita!!!!
    (hehe…kayak lagi neror aja)

  12. afwan sebelumnya, ana hanya mengutip tulisan ust Fauzil Adhim dalam ‘Saatnya Untuk Menikah’
    gini, akhi… dlam salah satu bab, beliau menjelaskan sebab2 terjadinya pernikahan yg tidak sesuai antara org2 yg ‘gak seimbang’. padahal Allah menjelaskan bahwa wanita yg beriman itu untuk laki2 yg beriman tho???
    beliau bilang kalo terkadang itu karena kesalahan kita juga, yang terlalu meninggikan kriteria, atau menunda pernikahan karena sebab2 yg ga syar’i. karena menikah itu ga melulu harus nunggu jadi dokter dulu, nunggu kerja dulu, dll. yg penting ada kemauan n kemampuan untuk menafkahi keluarga dg baik. trus juga ada kemampuan untuk membina rumah tangga yg islami. itu saja
    ana hanya mengingatkan pada antum untuk berhati2. karena bisa saja wanita yg akan dijodohkan pada antum itu (yg juga sama2 dokter itu) ternyata pasangan yg cocok untuk antum. ketika antum menolaknya, bisa saja Allah akan memberikan pasangan yg kualitasnya semakin lama semakin turun…
    di sisi lain, antum kan bisa memanfaatkan posisi bapaknya sebagai pemilik klinik di sana… siapa tau antum bisa menerapkan model pelayanan kesehatan yg islami.. sekarang memang banyak rumah sakit bernama arab, tapi yg punya pelayanan islami sedikit kan??? bisa jadi itu peluang untuk meraih keberhasilan dakwah, finansial, dll…
    pesen ana: tolong pikirkan lagi hal itu. jgn jawab telpon penting sambil ngantuk, hehehe…
    sekali lagi afwan, pesen ini hanya pengingat untuk ikhwah semua yg ana cintai krn Allah..

    • makasih atas masukannya….

  13. mmmmmmmhhhh…untuk saya ga’ nekad ngelamar anda….bisa2 ntar cerita saya dimasukkan dalam tulisan di atasssss (hihihi, becanda koq)….. yah,hati2 aja dengan masalah ginian….kadang malah bikin fitnah ini itu….saya pernah juga kog (lho kok malah b’bagi pengalaman neh..)….. N satu lagi, jgn suka t’lalu merendahkan diri deh….malah keliatannya kayak narsis n kaya baqo gitu….. (afwan ya…..)…… But,selebihnya oke koq,,,,,,,gambette!!!!! Semoga Allah meridhai setiap jalan pejuang dakwah…..!!!

    • makasih koreksinya…. mudah-mudahan gak ada fitnah… cuma mau ngambil intisari kosahnya saja…. lagipula saya tidak pernah memuat nama asli dalam tulisan-tulisan saya…..
      merendahkan diri…. disebut narsis….. waduh? harus gimana lagi ya?

  14. salah tulis…. maksudnya untung saya ga’ nekad…..

  15. awalnya gw gondok berat baca nih tulisan.
    apa sih maunya elo nulis2 yang kayak beginian di blog. malu-maluin.

    tapi setelah gw pikir2, mungkin ini salah satu cara loe bilang sama fans2 (deeh fans) lo bahwa lo sekarang belum siap nikah. jadi sia2 aja usaha mereka selama ini ngejar2 loe mati2an.
    berat juga seh, serba salah jadinya.
    didiemin gak ngerti, dibilangin malah dikira yang macem2.
    tapi………
    plis donk, ini masalah yang sensitif. jadi, jangan sering2 nulis yang beginian diblog.
    untuk konsumsi pribadi aja.
    tapi, tulisan yang lainnya gw tetep suka, menginsprirasi. thanks

    • gondok? wah hipotiroid? mungkin kurang iodium sis….. hehehe…… begayaan cil lahh…
      banyak yang bilang hal yang sama… penjelasannya… saya tidak bermaksud buruk dengan tulisan ini….. makanya saya juga tidak mencantumkan bahkan untuk inisial… untuk menjaga kesucian mereka… saya hanya bermaksud menjelaskan ke orang-orang yang selalu meragukan bahwa para ikhwan dan akhwat itu tak laku… dan bertanya-tanya bagaimana mungkin mereka mendapatkan jodoh? ini jawabannya.
      karena jodoh adalah dari Allah…. maka Allah punya hak prerogatif dalam menentukan jodoh tersebut

  16. hi……..hi……….hi….jangan2 ni dokter merasa special ato emang dr sononya dah dispecialin Tuhan jadi jodohnyapun org special….waktunyapun special (pas kiamat kaleee)
    belom pernah jatuh cinta???
    SAMA
    bedanya kalo sy pacaran berkali2…..
    tetep aja hal begituan gk membuatku jatuh cinta.
    katanya cinta tuh adalah Anugrah dr Tuhan

    ywd kita sama2 nunggu Anugrah tu dateng, sambil nunggu ya…..lirik sana sini (ikhtiar)

  17. salam kenal sebelumnya…
    baca tulisan di atas, saya ingat saudara saya. mirip ceritanya. alhamdulillah akhirnya dia sekarang sudah menikah, setelah punya 4 keponakan. dan setelah ditolak beberapa wanita. hehehe… jadi setelah fase nolak-nolak itu, akhirnya dia ditolak-tolak… bukan mau nakut-nakutin lho, karena saya yakin dik dokter gak takut. cuma, hati-hati saja. kebanyakan wanita itu, apalagi akhwat, nggak melihat laki-laki dari fisiknya. naahh.. mungkin justru di sinilah keunggulan dik dokter dalam memikat (hehe…) para akhwat. jadi, sebaiknya… nikah aja (hehe.. lagi)

    • emang akan nikah kok…. cuma bukan besok…

  18. Wah ceritanya sgt bgus…sama sprti apa yg ana alamin selama ini,,

  19. wakwakkawkawkw…. mudah2an untuk berikutnya masih harim2 terbaik yang di tawarin buat antum…

    soalnya biasanya ada dua tawaran yang bagus dan yang buruk…lha kalo yang bagus udah antum tolak semua…kan repot….:D

  20. ……………………………………………………………………

  21. ..semoga dimudahkan dlm wktu yg terbaik, org terbaik, kesempatan yang terbaik,dan dlm keadaan yang terbaik…”….wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik hanyalah untuk wanita yang baik..”(AnNur 26)..

  22. hah?2012?
    bang, keburu kiamat.
    hahahaha,,,kidding.soalnya klu ada tmn aku yang nikah, tmn2 yg laen suka bilang “takut 2012 kah?”.
    aneh2 aja.
    but, semangat nulis terus bang.
    tiada rotan yang tak retak, kafilah berlalu
    (hihihi..)

  23. hem….ck..ck..ck.

  24. hehehehe
    dokter mah jago nawar tp susah bgt di tawar..keukeuh bgt nmpaknya 2012 tu..hehe..dah harga mati ya dokter?🙂
    tp, emang yakin msh ada umur taon dpn?hiiii…
    yoo uweis lah…mau nya 2012 ya 2012 lah..mg bidadarinya sabar yooo nungguin nya..^_^
    ntar jgn lupa ngundang2 yo dokter…..^_^

  25. hmmmm,,,, pastinya punya pertimbangankan?
    insyaAllah kapan pun waktunya itulah yg terbaik…

  26. perempuan itu asalnya dari Jakarta, dia tamatan S2 dari Jerman program public health, pinter, anak orang kaya seorang dokter spesialis terkenal, jajaran di kepengurusan organisasi kedokteran, punya semacam rumah sakit di Jakarta sana yang sangat laku. Orangnya cakep lho, sudah gitu baik, nggak sombong dan neko-neko, insya Allah sholehah. Anak satu-satunya mas. Banyak yang ngantri lho
    ————————————
    wah…sayang sekali dilewatkan.
    tapi ya sudah, semoga dapat yang lebih baik lagi

  27. ketika membaca cerita ini, mengingatkan dengan firman Allah swt:
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal sebenarnya itu buruk bagimu. Allah lah yg maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”(al-Baqarah:216), alangkah baiknya sebelum mengambil keputusan, meminta petunjuk Allah swt terlebih dahulu.

  28. he…… selamat mencari bidadarinya pak dokter!!!!!!

  29. asalm
    saya komen lg ya…bis gimana ya…. tulisannya lucu2….hehehe
    bentar gie 2012,, kira2 seminggu lagi ya,,,
    cie cie yang mw nikah tahun depan,,,, tar tulis lagi ya… pas proses dpet jodohnya n nikahnya……
    salam kenal
    saya pepi calon konselor (insyaAllah)🙂
    mdah2 bisa seoftimis k2… semangads……🙂

  30. asalam.
    numpang curhat..ya ka..
    kaka hebat ya bisa nolak banyak orang yang mengajak k2 serius. ko beda ya. saya nolak bebrapa orang aja tu rasanya berat gitu. tkut nyakitin orang2 itu. tapi kalau dicuekin kan kasian ditegasin malah ga ngerti.jadi suka ngerasa bersalah, bingung nyikapinya. saya rasa lebih enak ditolak dari pada menolak ataupun di cuekin tanpa sebab. di tolak tu rasanya gada beban. sakit hati sieh v setalah itu ya uda selesai. kalau nolak haduh kepikiran. ya uda ahkirnya saya doain z.
    kaka pernah merasa terbebani tidak? trus gmna biar ga ngersa terbebani?

  31. Wah…sdh lama nggak baca artikel ini, entah kenapa ya hari ini pengen baca artikel ini lagi, apa karena ini sudah tahun 2012? (he..he..he… just kidding, forget it)
    Btw, banyak juga komentnya jadi pengen ngasih koment juga.
    Jodoh itu emang misteri yg pasti akan terungkap suatu hari nanti. Jadi teringat monolog awal sebuah film bollywood yg udah lama banget “Na tum jano na hum” (Kau dan Aku tidak tahu) yang inti monolog tsb kurang lebih : “Ketika kita lahir kita dihadapkan pada wajah-wajah orang-orang terdekat kita, ibu, ayah, kakak, paman, bibi, nenek, kakek dll tapi ada satu wajah yang disembunyikan dari kita, wajah itulah yang nantinya menemani hari-hari kita hingga akhir hayat kita…Na tum jano na hum (kau dan aku tidak tahu)
    Siapakah jodoh kita? Bisa jadi kita telah lama mengenalnya, bisa jadi juga ia adalah orang yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya. Mungkin saja ia adalah orang yang sedari dulu kita suka, tapi tak menutup kemungkinan juga dia adalah orang yang selama ini kita benci. Kita dan jodoh kita tak pernah tahu hingga Allah membukakan tabir rahasia itu pada waktunya.
    Sebagai manusia yang tak tahu takdirnya hingga ia menemuinya, kita hanya bisa berharap dan berikhtiar, maka menolak dan ditolak adalah hal biasa dalam berikhtiar. Satu hal yang perlu kita yakni adalah bahwa jodoh kita tidak akan pernah tertukar. Ingat cerita “Ketika Cinta Bertasbih”kan? Meski Anna telah menikah dengan Furqon namun dikisahkan bahwa jodohnya adalah Azzam maka kita saksikan bahwa pada akhirnya Anna akan bersatu dengan Azzam. Demikian juga dengan Azzam yang telah berikhtiar dengan beberapa wanita bahkan nyaris menikah, namun pada akhirnya ia menikah dengan Anna. Pokoknya Allah punya cara terindah untuk mempertemukan kita dengan jodoh kita pada waktu yang terindah juga.
    Lalu bagaimana kita mengenali jodoh kita diantara manusia beribu? Mungkin pertanyaan itu yang selalu terbersit dalam benak kita. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Ar-Ruum ayat 21 yang artinya :
    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
    Jodoh kita adalah orang yang membuat kita memiliki kecenderungan hanya padanya. Hati kita hanya akan memilih dia meski banyak yang lebih baik darinya, meski dia tak seperti yang kita targetkan sebelumnya, tapi hati kita hanya cenderung padanya. Kita akan mengenalinya seperti kita mengenali bagian diri kita sendiri sebab ialah yang dijadikan Allah sebagai belahan jiwa kita. Seolah ada magnet istimewa yang menarik kita hanya pada orang yang menjadi jodoh kita tersebut. Dan kita hanya merasakan “Kuch-kuch hota hai” pada orang tersebut bukan pada orang lain yang meskipun orang lain itu lebih baik darinya.
    Bisa jadi akhwat2 yang pernah ditolak oleh Pa Dokter memang bukan jodohnya sehingga tidak ada kecenderungan untuk menerimanya. Atau bisa jadi juga diantaranya ada yg berjodoh dg Pa Dokter tapi saat itu bukanlah saat yang tepat untuk mereka bersatu dan Allah akan mempertemukan mereka lagi pada saat yang terbaik ketika kualitas keduanya lebih baik.Intinya, penolakan itu bisa karena memang tidak berjodoh atau berjodoh tapi waktunya belum tepat. Hanya Allah Yang Maha Tahu, kita hanya akan mengetahuinya bila waktunya telah tiba.
    Siapa pun jodoh kita, kapan kita dipertemukan dengannya, itu adalah ketentuan Allah, Dia Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya, ketentuan-Nya adalah yang terbaik bagi kita. Semua kan indah pada waktunya dan ketika itu cinta pun bertasbih bersama tasbihmu juga semesta…….
    (Bila ada kebenaran dlm tulisan ini, maka kebenaran itu datangnya dari Allah, dan bila ada kesalahan maka itu kesalahan yang nulis n yang baca mesti ngoreksi, he…jangan biarkan saudaramu berada dlm kesalahan…)

    The last…
    “Semoga Allah menggenggammu erat dan malaikat menjagamu ketat, bukan hanya agar kau menjadi lebih baik tapi juga agar kau mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini…aamiin ya Rabbal ‘alamin…” (copast dari status seseorang di fb)

  32. Pria yang baik hanya untuk wanita yang baik, begitu pula sebaliknya..
    Smoga pak dokter dapet Bidadari yang terbaik dri Allah..
    aaamiin….🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s