MIMPI ADALAH KUNCI

Konon, pada saat sekolah di SD Menteng, Barack Obama pernah disuruh membuat sebuah karangan yang bertemakan ‘cita-citaku’. Kebanyakan kita pernah mengalami tugas serupa kali yaa saat SD. Nah, yang menarik disini adalah sementara teman-teman kelasnya membuat karangan cita-cita pengen jadi dokter, jadi insinyur, jadi arsitek dan lain-lain, maka saat giliran Obama tampil di depan kelas, dengan lantang dia membacakan cita-citanya….. Kalian mungkin bisa menebak kira-kira apa cita-citanya?
Seratus! Obama dengan percaya dirinya menyatakan bercita-cita ingin jadi presiden! Tentu saja kawan-kawan sekelasnya riuh tertawa dengan cita-cita si Obama kecil tadi. Tapi tunggu saudara-saudara…. Tawa tadi di kemudian hari ternyata harus dibayar dengan rasa malu. Dan seperti yang kita ketahui ending cerita dari Obama tadi…. Mimpi Obama bukan bualan kosong. Mimpinya itu nyata! Obama kecil berhasil memboyong mimpinya dengan gagah melangkah ke gedung putih.
***

Hal yang tidak kalah menariknya adalah apa yang menimpa kedua saudara angkat, Ikal dan Arai yang disarikan ke dalam novel kisah nyata tetralogi laskar pelangi. Ikal alias Andrea Hirata bersama Arai, saudara sepupu jauhnya memiliki cita-cita yang hampir tidak masuk akal bagi orang-orang seperti mereka, Anak-anak melayu Belitong, miskin dan terbelakang, yang jarak sekolah terdekat saja berpuluh kilo dan untuk SMA saja hanya ada di kota kabupaten. Namun simaklah cita-cita mereka, menginjak altar suci Sorbonne, sebuah universitas kenamaan di Perancis.
Saat mimpi mereka canangkan, tidak pernah terbersit cara bagaimana menuju ke sana. Namun sekali lagi kita mesti terhenyak, Allah memeluk mimpi-mimpi mereka dan berkehendak mewujudkannya. Mereka berdua, sebagaimana yang kita simak dalam novel keduanya ‘Sang Pemimpi’ secara mengejutkan berhasil mendapat beasiswa S2 secara berbarengan di universitas yang sama… Sorbonne, Perancis.
Dari situ saya jadi sepakat dengan awal lirik yang dinyanyikan Giring Nidji yang menjadi Original Soundtrack Film yang mengangkat kisah mereka…
“Mimpi adalah kunci…..”
***

Mari sejenak kita mundur jauh ke belakang, ke masa kira-kira 1400 tahun lalu.
Saat itu, selepas peperangan yang dimenangkan oleh kaum muslimin. Sebagaimana biasa, Rasulullah sebagai panglima perang membagi-bagikan harta rampasan perang kepada para mujahidin.
Berbeda dengan kebanyakan mujahid yang berbinar saat mendapatkan pembagian harta, salah seorang sahabat mencak-mencak di hadapan Rasulullah… yang kira-kira percakapannya kalo dalam bahasa kita kayak gini
”Aku nggak rela! Tujuanku berjihad bukan untuk mendapatkan ini… ” ucapnya seraya menolak keras harta yang akan diberikan kepadanya.” tujuanku jihad adalah mendapatkan ini” lanjutnya kemudian seraya menunjuk ke urat nadi pergelangan tangannya. Maksudnya, dia berharap dirinya dapat mati syahid.
Sobat, sekali lagi, yang terjadi kemudian sepertinya akan semakin meyakinkan kita tentang kekuatan mimpi…. Pada peperangan berikutnya, Rasulullah dan para sahabat tertegun. Mereka menemukan satu jasad kaum muslimin yang mati syahid, dimana sebuah tombak tepat menusuk di urat nadi pergelangan tangannya. Dia, sahabat yang sebelumnya menolak harta rampasan perang itu, dan mimpinya nyata! Dia syahid tepat di tempat dimana dia pernah menginginkannya..
***

Saat itu pada tahun kelima hijriah. Negara Madinah berada dalam keadaan kritis. Negara yang baru berdiri itu terancam dihancurleburkan musuh. Dari luar 40ribu pasukan sekutu pimpinan Quraisy telah bersiap menyerang. Sementara dari arah atas, komplotan Yahudi bani Quraizah mengkhianati perjanjiannya dan berkomplot dengan sekutu untuk turut menghancurkan Madinah. Sementara dari dalam selimut, kaum munafik terus memerosoti, mempreteli, memfitnah kaum mukminin.
Peristiwa itu dalam sirah dinamakan sebagai perang khandaq yang berarti perang parit. Dinamai perang parit karena untuk pertama kalinya, rasul menerapkan strategi perang defensif dengan menggali parit sebagai benteng di perbatasan Madinah. Sebuah strategi yang belum pernah dikenal di jazirah arab sebelumnya.
Namun ada hal yang menarik dalam penggalan kisah ini.
Saat penggalian parit diceritakan para sahabat kesulitan menghancurkan sebuah batu besar. Tak ada seorangpun yang berhasil menghancurkannya. Maka majulah Rasulullah. Rasulullah lalu mengucapkan basmallah dan mengangkat kedua tangannya yang mulia yang sedang memegang erat tembilang. Dihunjamkannya sekuat tenaga ke batu besar tadi. Batu itupun terbelah dan dari celah belahannya keluar lambaian api yang tinggi dan menerangi
”Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Parsi, dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana-istana kerajaan Hirah dan kota-kota maharaja Parsi dan bahwa ummatku akan menguasai semua itu”

Rasulullah mengangkat tembilang untuk kedua kalinya, maka tampaklah kembali lambaian api yang tinggi
”Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci negara Romawi, dan tampak nyata olehku istana-istana merahnya, dan bahwa ummatku akan menguasainya”

Hingga untuk ketiga kalinya, Rasulullah memukulkan tembilang. Kini batu itu pun pecah berderai, sementara kembali api terpancar memancarkan cahaya benderang
”Allahu akbar! Aku melihat istana-istana dan mahligai-mahligai di Syria maupun Shan’a. Dan bahwa ummatku akan menguasainya”

Sobat, lihatlah! Dalam suasana genting dimana secara logika akal sehat kumpulan kecil kaum muslimin ini beberapa saat lagi bakal musnah dihancurkan oleh kekuatan besar dari segala penjuru. Namun uniknya, Rasulullah disini malah memberikan sebuah mimpi yang bertolak belakang dengan realita kala itu. Rasulullah bukan hanya meyakinkan bahwa mereka kaum muslimin bakal selamat dari serbuan itu atau sekedar memenangkan pertempuran itu. Bahkan, jauh lebih dahsyat dari itu… Rasulullah meyakinkan kaum muslimin yang terancam punah itu, bahwa dalam waktu dekat mereka malahan bukan hanya mengalahkan Quraisy, jazirah arabia. Bahkan negara kecil Madinah ini akan berkembang menjadi kekuatan super mengalahkan dua kekuatan adidaya yang saat itu bercokol yaitu Romawi dan Persia, termasuk daerah lain seperti Syria dan lainnya.
Rasulullah mengajarkan kita, bahkan di saat-saat paling mengancam pun, engkau tetap harus berani bermimpi!
***

Ada lima buah lilin menyala dengan terang dalam satu ruangan. Angin pun bertiup kencang. ”Aku adalah harta” kata lilin pertama. Angin menghembusnya. Lilin pertama tadi padam. Lilin kedua adalah cinta, nasib yang samapun menimpanya…. lilin kedua turut padam. Lilin ketiga, dialah pangkat dan jabatan… angin yang berhembus turut memadamkannya. Lilin yang keempat adalah kebahagiaan. Angin tak urung ikut memadamkannya.
Ruangan semakin gelap, namun di sisi sana masih menyala dengan tenangnya lilin ke lima. ”Jangan kuatir, selama masih ada aku, maka aku akan mempertahankan terang” Hiburnya kepada seisi ruangan yang mulai gundah. ”Aku adalah HARAPAN” lanjutnya, Maka dengan api yang menyala dari dirinya, satu persatu kembali dia hidupkan semua lilin yang lain. Hingga akhirnya terang pun dapat kembali.

Harapan! Mimpi! Bahkan ketika satu persatu semuanya meninggalkan kita, ketika harta musnah, cinta lenyap, pangkat dan jabatan berguguran, saat bahagiapun turut padam. Percayalah, selama anda masih punya satu kekuatan yang bernama MIMPI maka anda tidak bakal hancur, bahkan anda akan kembali bisa meraih semuanya.
Jadi jangan pernah berhenti bermimpi…… karena mimpi akan menjadi kunci pembuka gemilang hidup anda.

Backsound:
”Mimpi adalah kunci… untuk kita menaklukkan dunia …..”

Iklan

9 Komentar

  1. apakah mimpi itu harus melambung tinggi…?

    saia rasa mimpiku terlalu sederhana

    tapi itu juga mimpi

    • namanya juga mimpi……. ngapain mimpi yang biasa-biasa saja. nggak rame. mimpilah yang membuat kita tetap semangat menjalani hidup.
      ibaratnya gini. ada 2 orang berjalan dari banjarmasin. orang pertama memiliki tujuan sampai terminal pal 6, orang kedua sampai banjarbaru. kedua orang itu akan sampaidi pal 6. Orang pertama akan mencukupkan diri sampai di pal6. Namun orang kedua, tidak akan puas sampai pal 6 saja. dia akan terus ke banjarbaru.

  2. fuighh… betul juga ya..
    deuhh pintarnya aku (halagh)

    tul tul tul
    gratis juga ga bayar gitu
    harus melambung tinggi, mngikuti harga sembako
    ga peduli tabrak kanan kiri boleh to?

    ada aturan main harus tercapai ga…?
    dalam bermimpi ada aturan main ga…?

    • yang penting bermimpi aja dulu……

  3. Wah,bener ni artikel,bikin terpacu untuk terus bermimpi,
    yg pasti,mimpi itu jgn dianggap hanya mimpi,tp jadi motivasi untuk mewujudkan mimpi itu jadi realita.. Disertai doa tentunya..
    Kalo boleh tau,mimpi pian apa ka?

  4. mimpi basah gimana?

  5. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    “Mimpi adalah penggerak langkah kita. Mimpi besar membuat kita bertindak besar. Mimpi mulia membuat langkah kita pun menuju kemuliaan,”
    “Untuk meraih mimpi, kita harus menyusun cita-cita; diteruskan dengan rencana-rencana tindakan. Semua itu harus ditunjang dengan harapan. Harapanlah yang membuat kita percaya pada mimpi-mimpi kita,” begitu kata Bung Mario Teguhh dengan supernya.
    “Jangan takut untuk bermimpi; karena hidup menjadi indah jika kita mengisinya dengan tujuan-tujuan mulia!” tutup Bung Mario Teguh disusul tepuk tangan yang super meriah.

    mimpi……mimpi……….. udah ah…met malem moga mimpi indah..BONNE NUIT ! ^_^ hok……….hok………..hok

  6. mimpi ya… heh, semoga saja masih ada harapan untuk itu…
    maaf, bukan semoga saja, tapi harus ! ! !

  7. ya, Aku ingin menjelajahi mimpi-mimiku. dengan berbekal kemauan, harapan dan do’a aku akan mengukir prestasi tuk mewarnai dunia.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s