PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

Jagad perfilman tanah air kembali dibuat heboh dengan munculnya Film Perempuan Berkalung Surban. Film besutan sutradara muda Hanung Bramantyo ini dengan pemeran utama Revalina S Temat ini ramai menuai kritik.

Berbeda dengan karya fenomenal sebelumnya “Ayat-ayat cinta” yang banyak dikasih applaus oleh kalangan muslim (walaupun di sisi lain juga banyak kritik yang menyertainya) maka sebaliknya, film Perempuan berkalung sorban ini malah panen beragam kecaman hingga ancaman boikot.

Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub menyerukan agar film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini diboikot. “Saya malah menganjurkan tidak usah nonton aja. Selesai. Karena memang film ini akan dapat menimbulkan salah paham terhadap Islam dan terhadap pesantren,” kata Ali Mustafa Yaqub

Tidak hanya memboikot, Ali Mustafa juga meminta film yang diangkat dari novel karya Abidah El Khaleiqy itu ditarik sementara dari peredaran untuk diperbaiki.
Hal yang senada juga dikemukakan oleh Mantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba’asyir. Dia sepakat jika film ‘Perempuan berkalung sorban’ ditarik di pasaran.
Menurutnya penggambaran perempuan dalam Islam di film tersebut bisa mengundang fitnah. “Saya mendengar ada diskrimimasi Islam dalam perempuan di film itu,” ujarnya saat mengisi ceramah di Masjis Istiqomah, Jalan Citarum, Jumat kemarin.

Tak hanya kalangan ulama, film ini juga meuai kritik pedas dari kalangan sineas. Deddy Mizwar, aktor senior yang juga berstatus Kepala Badan Pertimbangan Perfilman Nasional misalnya meminta agar keberadaan film Perempuan Berkalung Sorban ditinjau ulang. Deddy Mizwar juga mengaku telah mendapat dukungan sejumlah pihak dalam memprotes film tersebut. ”Saya sempat di SMS oleh Pak (Chaerul) Umam yang juga mendukung agar film ini bisa ditinjau ulang,” kata dia.
Sikap Deddy ini didukung juga oleh sineas senior Misbach Yusa Biran. Misbach menyebut film garapan Hanung Bramantyo tersebut sebagai propaganda buruk terhadap pesantren.”Saya tidak bisa menahan diri,” tulis Misbach.
”Inti cerita Perempuan Berkalung Sorban ini menurut saya sangat merugikan Islam dan merupakan propaganda buruk tentang pesantren.”

Misbach menuliskan dalam film ini pesantren digambarkan sebagai tempat pendidikan yang sumpek dengan pemikirannya sangat terbelakang. ”Dewasa ini pesantren kecil di pedesaan terpencilpun rasanya sudah tidak ada yang begitu buruk pemahamannya,” katanya
Bahkan di film ini, kata Misbach, kiai lulusan Mesir begitu digambarkan seperti seorang yang dungu karena tidak membenarkan orang membaca selain Al Qur’an. ”Sehingga seolah-olah perguruan tinggi Islam di Mesir juga digambarkan sangat terbelakang.”

“Lalu bagaimana komentar dari dokter muda liar?” tiba-tiba sorotan kamera mengarah ke saya….

Wakksss… ampun… ampun… saya tidak ikut terlibat kok!

Gileee mana bisa ngasih komentar, nonton aja nggak! Mana sempet… lagi stase di bagian anak! Baru jam 8 malam tadi pulang jaga dari igd, habis makan eh kebuka channel tvOne lagi sibuk ngulas kontroversi film itu…..

Dan yang bikin saya nggak enak hati adalah pembelaan dari Mas Hanung yang asal aja. Gak mengakui bahwa dirinya, sengaja atau tidak sedang menyudutkan ajaran islam.

Secara eksplisit dari dialog itu dia menganggap aturan islam dalam hal tata interaksi laki-laki dan perempuan tidak tepat dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman… Alaaahhh… Mas Hanung…. ini mah ngajakin berantem.

Maka saya buang segala penat saya, walaupun besok mesti bangun pagi-pagi karena jam 4 pagi sudah harus stand by di ruangan bayi. Saya tetapkan hati, buka laptop, dan mengetikkan kegundahan saya… maka ini jawaban saya buat Mas Hanung..

  1. Mas Hanung, sebagai sebuah karya seni, film anda tetap harus dihargai. Tapi harus diingat bahwa seni bukan berarti menjadi bebas nilai dan bebas semaunya anda.
  2. Anda mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan dalam islam itu equal. Saya sepakat, kalau itu maknanya adalah sejajar dalam hal Allah sama-sama memuliakan keduanya, nggak ada yang lebih tinggi. Namun dalam Islam, ada pembagian posisi, dan ini tidak sesuai dengan ide anda dan kawan-kawan anda. Laki-laki posisinya adalah imam dan wanita adalah makmum. Ini bukan berarti laki-laki sebagai penindas dan lebih superior. Namun maknanya laki-laki berfungsi sebagai pemimpin dan pelindung. Inilah aturan Islam
  3. Anda mengangkat isu pembatasan wanita dalam pendidikan. Jawaban saya: Islam tidak pernah sedikitpun membatasi wanita dalam menuntut ilmu. Hanya saja ada aturan dalam hal interaksi antara laki-laki dan perempuan di sana.
  4. Dalam film anda, dinyatakan kultur yang melarang perempuan bepergian tanpa mahrom itu salah dan harus dirombak. Jawab saya: itu adalah syariah islam, dan telah jelas dalilnya. Seorang wanita tidak boleh bepergian jauh sehari semalam tanpa didampingi muhrim.
  5. Mas Hanung, aturan interaksi laki-laki dan perempuan bukan dalam rangka menjajah perempuan. Namun sebaliknya mengangkat derajat kedua jenis kelamin tersebut, baik laki-laki dan wanita. Islam sekali-kali tidak pernah merendahkan wanita.
  6. Satu hal yang menarik juga Mas Hanung, bahwa novel yang anda angkat filmnya itu ternyata didanai oleh Ford Foundation….!! ah, semakin jelaslah sudah tujuannya. Kita tahu persis data-data bahwa organisasi itu memang punya maksud terselubung mempreteli ajaran-ajaran islam. Lha, kok anda mau-maunya terlibat?

Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya tulis…. tapi….. waaaa!! Udah larut malam…. ntar besok kesiangan! Condittee bro!!! Kalo ada waktu saya sambung lain kali. Teman-teman ada yang mau ikut komentar?

Iklan

19 Komentar

  1. ya..mas hanung..mbok ya jangan menambah daftar agen Kapitalisme wa sekulerisme di negri Indonesia ini…

  2. semoga mas hanung ikut membaca artikel ini…dan mendapat hiyah-Nya.Amiin.

  3. film “Perempuan Berkalung Sorban” lecehkan Islam. sudah seharusnya ditarik dari peredaran, mhon diperhatikan buat para pembuat film, jangan sampai tergiur materi sampai seenaknya mempermainkan hukum Islam. semoga khilafah segera tegak, sehingga film yang dibuat adalah film-film yang bermutu n tak melecehkan Islam….

  4. Wah saya malah belum nonton… Jadi nggak tau apa isinya… 😦

  5. kalo pada “ayat2 cinta” orang rame pade ribut muja-sana, muji-sini. tuk film ini saya himbau kepada sodara-sodara.
    1. jangan nonton dech, ntar keenakan di mereka yg buanyak untungnya….. hayo buat mereka rugi !!!! biar mereka kapok bikin2 pelecehan kaya ginian…. kalo perlu kita boikot aja semua hasil karyanya….he..he… (maksud hati pengin untung, g taunya buntung).
    2. bagi yang udah ‘kecebur’ nonton ato pun udah ‘kelilipan ‘baca novelnya…. WARNING !!!! mindset anda sedang di incar VIRUS Mematikan AQIDAH & Tsqofah anda tentang Syariat ISLAM yang sebenarnya!!! maka segera cari anti VIRUSnya…..pd mas/mba doktermudaliar,…ada..?

    • anti virusnya…. ngaji islam secara ideologis!!!

  6. wah,untung saya ga ton film itu,Alhamdulillah…
    mas hanung qo gt sich,wong bwt film tu rus mikir2 dlu dunk,jgn kut2an org kapitalis…

  7. protes2 anda di tulisan anda di atas adalah benar,,,
    tp anda sepertinya tidak dengan baik menyimak film PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN..
    di film itu menurut saya, bahwa Hanung telah pandai memunculkan dialog2, yg justru membela islam,, di film itu dialog2 yg muncul yg sepertinya menjelekkan islam itu dtng dari oknum2 yg mengatasnamakan ajaran islam,, bukan ajaran islam itu sendiri…
    hanung justru telah pandai membuat perbedaan/memisahkan antara apa yg ada pd syariat dan apa yg terjadi di lapangan/fenomena…
    kalau anda menyimak dengan baik film ini, anda salah alamat menyampaikan protes itu kpd bung hanung…

    • Mas ega, seperti yang saya bilang di awal, saya akui saya tak pernah menonton film itu. Jelas saya tidak dapat dengan sempurna mengkritisi film itu. makanya untuk mengkritisi filmnya, saya hanya berani memakai kutipan-kutipan pernyataan dari para tokoh. Kenapa akhirnya saya menulis tulisan itu karena setelah saya menyimak dialog di tvOne kemudian debat di tvOne, saya menyaksikan betapa mas Hanung terlihat begitu menyudutkan syariat islam serta kehidupan pesantren, bahkan melecehkan para kiai pesantren. nah, komentar saya di tulisan itu adalah mengenai pernyataan-pernyataan mas hanung. Protes saya bukan hanya pada mas Hanung, tetapi kepada penulis skenarionya, penulis bukunya, dan Ford Foundation yang berada di balik buku tersebut.
      Demikian mas ega…

    • Mas ega, seperti yang saya bilang di awal, saya akui saya tak pernah menonton film itu. Jelas saya tidak dapat dengan sempurna mengkritisi film itu. makanya untuk mengkritisi filmnya, saya hanya berani memakai kutipan-kutipan pernyataan dari para tokoh. Kenapa akhirnya saya menulis tulisan itu karena setelah saya menyimak dialog di tvOne kemudian debat di tvOne, saya menyaksikan betapa mas Hanung terlihat begitu menyudutkan syariat islam serta kehidupan pesantren, bahkan melecehkan para kiai pesantren. nah, komentar saya di tulisan itu adalah mengenai pernyataan-pernyataan mas hanung. Protes saya bukan hanya pada mas Hanung, tetapi kepada penulis skenarionya, penulis bukunya, dan Ford Foundation yang berada di balik buku tersebut.
      Demikian mas ega…

  8. Salam kenal.
    Sedikit tambahan tentang Ford Foundation.
    Saya tidak tahu kemana arah maksud saudara menghubungkan Ford Foundation dengan penerbitan novel ini.
    Saya berikan satu contoh artikel yang menelisik penerima dana mereka
    http://jta.org/news/article/2008/07/23/109541/forddurban07202008

    OOT jaga di anak banyak bagging-an ya ? Uh…dua bulan lagi masuk ke anak 🙂

    • salam kenal juga buatnya oddie.
      kenapa saya tambahkan ford foundation karena terbukti ford foundation banyak berada di belakang pendanaan kegiatan, lsm, atau penerbitan yang berbau melecehkan islam, sekularisme, penyesatan wacana tentang islam dan lain-lain.
      saya punya datanya, nanti kalau sempat saya tampilkan.
      di anak….. ah, jalani aja. bagging-an sampai minggu ke3 ini, belum merasakan. hawanya sampai saat ini aman

  9. Cap-nya sih FF tu ‘organisasi yahudi’ tapi kalau anda telusuri link yang saya berikan, maka anda akan membaca bagaimana FF mensupport LSM Palestina yang ikut terlibat dalam kampanye boikot Israel.
    Saya sih setuju dengan ide sekularisme, begitu pula kajian kritik thd Islam jadi menurut saya hal tsb tidak menyesatkan. Ibnu Sina dan Ibnu Rushd rasa-rasanya juga melakukan kritik semacam itu.
    Kemarin di anestesi bantu pasang et pada bayi usia 2 hari, susah ya…

    • lho kok sudah masuk anastesi? kalo di sana anastesi masuk siklus medik ya?
      mengenai Ford Foundation, waduh… gimana ya…. kalo kita belajar teori konspirasi maka selalu ada maksud tertentu di balik bantuan-bantuan. “no free lunch”.
      Untuk sekularisme kalo yang saya pahami mah sekularisme itu adalah ide pemisahan antara agama dan kehidupan. Munculnya saat abad-abad revolusi Perancis. sejarahnya mungkin tahu lah….
      Yang saya pahami Allah menciptakan kita dilengkapi dengan aturan. Aturan tersebut mengatur seluruh aspek kehidupan, tanpa kecuali. Kalau kita setuju dengan sekularisme berarti sama saja menganggap aturan Allah itu nggak lengkap. cuma ngatur masalah privat saja. padahal faktanya Allah bilang aturanNya tersebut telah sempurna….
      gimana dong?

  10. bujur zan nai nda stuju tarus lawan nyawa
    nda sayang lawan nyawa

    • siapp grak!
      unda sayaaang jua lawan nyawa.
      pabila anak keluar?
      eh… lagi rami video kekerasan oknum tni/polri di tivi. ikam pabila masuk tivi jua jay?
      masih kah bawa-bawa pistol kesitu kemari

  11. assalamu’alaikum

    hmmmm dulu waktu pertama denger ada novel yg judulnya” Perempuan Berkalung Sorban ” mau dipilemin ma Kang hanung………. wah gue langsung tuh cari resensinya di warnet…..(maklum gak punya buget bwat beli novelnya…. “selagi bisa pinjem ngapain beli” ya toh?)
    gue kira pilmnya bakal kayak pilm besutannya terdahulu Mayat-Mayat Cinta
    Wah ternyata lebih sangat2 very very mengecewakan……. wiz Kang Hanung jangan mentang2 pacarnya si jaskia tuh pake kerudung akang sok-sokan bikin pilm Orang-Orang Berkerung juga, Wah jadinnya gini toh…. dasar anak nakal!!!!!!

  12. dari penulis novelnya aja dah kliatan muaranya kemana bro…
    kan emang dia demen bgt nulis gituan.. orang persis aja pd mencak2..
    apalgi ada dana yg ngalir… wuihh kebuka dech kedok dia..

    cuman.. huehehe.. ni cuman doank loh, kalo punya bajakannya d share dumz.. biar lebih tajem ngritiknya… plus detil ngungkap makar jahadnyah

    • lagi malas lihat film bajakan…….. lagi ujian….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s