EFIKASI TERAPI NGAJI ISLAM IDEOLOGIS SEBAGAI INHIBITOR PENYEBARAN VIRUS VALENTINE.

Reported by: Fauzan Muttaqien

Published in doktermudaliar journal, 14 Februari 2009

Morfologi virus valentine

Virus valentine merupakan golongan virus Tasyabbuh ‘anil kuffar. Virus ini sebenarnya adalah virus asing yang sebelumnya distribusi geografisnya hanya di daerah subtropik terutama Eropa dan Amerika. Namun, kini virus ganas ini telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Insidensinya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Masa inkubasi virus ini bervariasi, namun biasanya singkat. Manifestasi klinisnya terutama muncul pada pertengahan februari dan mencapai masa paling aktif pada tanggal 14 Februari. Virus ini memiliki persamaan morfologi dengan virus-virus dari golongan yang sama, seperti virus Pacaran, virus TTM, dan lainnya. Virus ini memiliki selubung membran bernama Cinta. Sehingga secara makroskopis terlihat tidak begitu berbahaya.

Virus ini terutama menyerang golongan usia muda. Namun, belakangan dilaporkan beberapa strain virus yang juga menyerang golongan usia tua.

Port de entree virus adalah melalui daerah lapisan tubuh yang tipis, tipis dari pertahanan imunologis aqidah dan syariah. Organ sasaran utamanya adalah hepar, dimana lewat hepar ini virus akan mengalir ke organ sasaran lain melalui aliran darah serta limfe.

Virus ini cepat menular melalui pengaruh media massa dan globalisasi yang mengatasnamakan modernisasi

Patogenesis

Virus valentine menyerang tubuh melalui aktivasi sel-sel kekufuran terhadap syariat Allah. Aktivasi sel-sel ini diperantarai oleh enzim-enzim syahwat. Faktor eksternal memegang peranan penting dalam perkembangan virus ini. Faktor eksternal yang banyak dilaporkan adalah pengaruh lingkungan pertemanan serta media cetak dan televisi. Kelemahan sistem imunologis seperti kosongnya diri dari ajaran-ajaran islam terbukti menjadi faktor resiko utama dalam penyebaran virus ini.

Gejala Klinis

Pada stadium awal, gejala klinis biasanya tidak terlalu dirasakan. Gejala yang dirasakan pada stadium dini ini hanya berupa rasa kesenangan semu yang tidak spesifik pada individu yang menderita. Pada sebagian besar individu, gejala ini tidak nampak sebagai penyakit yang dikeluhkan. Walaupun pada dasarnya kerusakan tubuh yang terjadi telah begitu hebat.

Pada stadium aktif biasanya gejala klinis yang nampak cukup khas, seperti tukar kado, ngasih coklat, kirim surat atau sms kasih sayang, berbagai acara bertemakan kasih sayang. Manifestasi ini dapat sampai ke level yang lebih parah seperti nge-date, kissing, sampai ML.

Stadium selanjutnya berupa stadium resolusi. Virus ini akan menghilang dengan sendirinya saat memasuki akhir Februari. Tapi sebenarnya gejalanya tetap laten.

Uniknya di sini, secara luar tampaknya penyakit ini self limiting disease, namun bila dilakukan pendeteksian lebih lanjut kita menemukan kerusakan organ dalam yang begitu hebat. Kemurkaan Allah karena penentangan terhadap syariat Allah merupakan gejala sepsis yang dapat mengancam jiwa.

Komplikasi

Virus ini begitu berbahaya. Mulai dari Pengabaian Shalat sampai aktivitas zina telah dipublikasikan. Lebih lanjut, viremia yaitu pengabaian terhadap seluruh syari’at Allah bahkan kekufuran berangsur-angsur dapat terjadi.

Perangkat diagnostik

Diagnosis dapat ditegakkan hanya dengan memperhatikan gejala-gejala klinis yang muncul. Evaluasi dengan roentgen, laboratorium darah, USG, dan CT scan tidak diperlukan.

Terapi

Antivirus berupa benteng moral dan benteng budaya timur dilaporkan telah lama resisten. Gencarnya penyebaran virus ini tidak bisa diatasi dengan terapi simptomatik, melainkan mengharuskan terapi kausatif atau etiologis sejak dini. Pengobatan yang tepat adalah dengan Multi drug therapy berupa mengkaji islam secara komprehensif dan ideologis. Tidak hanya mempelajari islam sekedarnya saja yang menyebabkan sistem imun lemah. Terapi dengan mengkaji islam secara ideologis, dimaksudkan sebagai perwujudan islam sebagai dasar pijakan yang kokoh, menjadikannya menjelma dalam seluruh aspek kehidupan, berupaya menegakkannya dan terus mendakwahkannya ke masyarakat. Dosis terapi berupa dosis maintenance yang dipakai seumur hidup.

Terapi ini telah terbukti efikasinya dibandingkan terapi lainnya. Hasil uji klinis menujukkan perbedaan secara bermakna seratus persen (P=1, alpha= 0,00).

Prognosis

Prognosis penyakit akibat virus valentine ini dubia ad malam. Penanganan sesegara mungkin merupakan kunci keberhasilan pengobatan. Pencegahan dengan asupan imun mengkaji rutin islam terbukti mencegah secara efektif penjalaran virus.

Iklan

5 Komentar

  1. wew,, valentine sekarang udah jadi penyakit ya? kirain masih virus aja..

    • Iya. bahkan sudah jadi pandemi

  2. duuh,pusiing..ane ga ngrti istlah2 kdktrn..hehe,but what ever lah yg pntg ane stju dgn antivir yg anda twrkn…mengkaji islam scra kontinue mmg ampuh…anda sdh launching antivirnya ga??

  3. mantap Zan…
    mdh2n ttp bisa belajar walau terus ngeblog…
    berdakwah di internet..setuju..

    dosis antivir berapa nih diberikan??hehe

    mungkin Ad bonam..bila segera diberi pelajaran

    • amiin.. dosis antivir untuk loading awal digrojok dulu aja. kalo sudah terehidrasi bisa pakai dosis maintenance ja bang. kalo sudah bisa Buang air kecil, mata sudah gak cekung, turgor kulit sudah bagus kirim aja langsung ke ruangan… hehehe….. (nomor telponnya 1004)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s