IMAM YANG MANA?

Yusuf Kalla keluar dari koalisi kebangsaannya SBY. Amien Rais turun gunung dan meminta PAN merapat ke Cikeas, PPP terpecah dalam menentukan arah koalisi. Hanura kembali mesra dengan saudara tuanya, GOLKAR. PKS dan PKB mantap di lingkaran segitiga biru. Sementara blok Teuku Umar berusaha menggandeng partai-partai gurem

Program berita layar tivi minggu-minggu ini dipenuhi dengan berita-berita seputar koalisi capres-cawapres. Suhu politik negeri ini kian menghangat. Masing-masing kelompok sibuk bermanuver. Dan terbukti, pragmatisme ternyata adalah warna utama politik kita. Lupakan permusuhan zaman dulu….. sekarang saatnya menyatukan visi kita. Dan lupakan kemesraan yang terbangun tahun-tahun dahulu, kita sudah nggak cocok… begitu irama-irama yang disenandungkan para pegiat politik tingkat elit. Hffuuufff… betul-betul dagelan yang menggelikan.

……………………………

Jadi menurut antum siapa yang pantas menjadi presiden nantinya?” salah seorang teman menyela

Saya diam.

”Belum menentukan pilihan atau Baca lebih lanjut

BEBERAPA HUKUM FIQH TERKAIT KESEHATAN KONTEMPORER

Oleh: Fauzan Muttaqien

Disampaikan pada Forum Halqah Syahriyyah, 26 April 2009.

PENDAHULUAN

Teknologi dan perkembangan sains di bidang kedokteran saat ini merupakan bidang yang paling berkembang pesat. Bahkan di era abad 21 ini diperkirakan akan mengalahkan bidang lainnya seperti IT bahkan militer.

Perkembangan ini tentunya merupakan sesuatu hal yang positif. Sebagai sebuah bentuk ‘madaniyah’ keberadaannya bukan merupakan hal yang harus dihindari oleh umat islam. Umat Islam berhak bahkan sudah seharusnya mengadopsinya selama itu tidak bertentangan dengan hukum syara’ dan bermanfaat untuk kemaslahatan.

Pandangan hidup Islam mengharuskan manusia Baca lebih lanjut

Lomba Lari Kelinci dan Kura-Kura (the Another Version)

Alkisah di negri para hewan, suatu hari kelinci dan kura-kura mengadakan lomba lari. Sejak dari awal sebenarnya hasil lomba ini sudah bisa diprediksi hasilnya. Lomba lari yang sungguh tidak imbang. Kelinci sang pelari cepat melawan kura-kura yang bahkan untuk jarak semeter saja perlu waktu yang demikian lama mencapainya.

Tapi, kenyataan berkata lain. Si kelinci terlampau meremehkan lawan. Maka beberapa meter sebelum garis finish, kelinci malah tidur-tiduran. Maksudnya sih buat ngopor si kura-kura…. Eh ternyata si kelinci malah ketiduran beneran. Sementara si kura-kura tetap melaju dengan kecepatan lambat tetapi konstan. Akhir cerita seperti yang sudah biasa kita dengar. Si kura-kura berhasil masuk garis finish duluan, sementara kelinci masih asyik… ketiduran!

Hmm… pelajaran penting dari cerita ini…. Jangan meremehkan kelemahan lawan. Dan belajar dari prinsip hidup si kura-kura: alon-alon asal kelakon… biar lambat asal selamat.

Fatalnya, para pendongeng biasanya hanya berkisah sampai di atas saja. Padahal, percaya atau tidak, sebenarnya cerita di atas tidak hanya berhenti sampai di situ. Ada lanjutannya…

Malam harinya di kediamannya Baca lebih lanjut

DI PINTU GERBANG DUNIA HITAM

(ini bahan seminar saya besok. supaya mudah didownload panitia)

Prolog:

Sms-sms dan telepon itu terus bergentayangan… “Kak, gimana file buat presentasinya…. sudah bisa dikirim nggak?” ….. “Tolong segera dikirim ya kak”… Jawaban standar dari saya: Ya, segera dikirim…. Paling nggak, jawaban itu akan menghentikan ‘teror’ itu sejenak, yaah biarlah jawaban singkat saya layaknya analgesik yang simptomatik. Sekejap meredakan untuk selanjutnya tetap laten meletuskan tanpa menyelesaikan.

Hari ini H-1 sebelum acara seminar. Dan sejujurnya saya belum ada persiapan untuk ngasih seminar tentang kepenulisan, tidak untuk power pointnya, tidak untuk bahan tertulisnya, tidak untuk persiapan mau bicara apa ya saya besok. Padahal rasa-rasanya sudah hampir sebulan semenjak panitia pertama kali mewanti-wanti saya tentang acara ini. Tapi kalau saya boleh membela diri saya toh saat ini sedang stase di Anak, yang menurut mayoritas anak ko-ass merupakan nerakanya ko-ass.. di sini kita dijibuni dengan beban kerja yang konon berlimpah, beban stress, tugas yang menumpuk. Bahkan untuk bisa datang ke acara ini saya mesti bertukar giliran jaga.

Dan akhirnya sabtu sore, 1 hari menjelang acara seminar yang besok ditakdirkan di pukul 9 pagi, maka saya pun mulai berhitung waktu. Waktu saya menyelesaikan semuanya tinggal beberapa jam. Ba’da maghrib saya ada jadwal ngisi halaqah, disambung jam 9 jaga malam di ruang bayi sampai pukul jam 7 pagi. (Perihnya kawan, jaga malam di bayi adalah saat dimana kita tidak diberi Baca lebih lanjut