Filosofi Kertas Putih (Pelajaran Hidup Nomor Satu Ko-Ass)

“Jadilah kertas putih….” Nasihatnya, “… biarkan otakmu bersih. Tanpa coret-coretan” tandasnya kemudian.

“Sehingga, zan… tak perlu di masa tenggang yang dua minggu itu ente capek-capek belajar!” simpul sahabat di sebelahnya yang sahabat saya juga, menimpali.

Tak tampak sorot kebohongan di keempat mata mereka.

Ya ya ya…. Manggut saya kemudian. Dalam hitungan detik kemudian mata saya berbinar cerah petanda bahagia. Sebuah mafhum telah melekat di memori dan ini menjadi sebuah pembenaran untuk tindakan yang akan saya lakukan…..

Sebuah filosofi kertas putih: Tak perlu berpayah rupa belajar keras sebelum memasuki stase anak!! Putihkan dirimu….. karena kalau dalam kertas itu sudah penuh lebih dulu dengan tulisan…. yang terjadi adalah kertas itu akan menjadi sangat kotor! Tulisanmu akan tercoret-coret tidak karuan, banyak tipeX nya di sana-sini. Bayangkan apa yang terjadi….. betapa hancurnya kertas itu, betapa kotornya!

Begitu yang diungkapkan mereka, dan begitu pula yang akhirnya saya pahami, hingga benar-benar begitu akhirnya yang saya lakukan….

Biarkanlah masa tenggang antara stase kulit kelamin dan stase anak yang dua minggu itu sebagai sebuah surga sementaranya ko-ass…. Lepaskan jenuhmu…. buang sejauhnya perasaan bahwa engkau adalah seorang Ko-ass ……. dan kosongkan pikiranmu…..

Mumpung masih belum masuk anak……

Kurun berlalu, dan jarum jam seakan begitu cepat berputar mengiring putarnya poros bumi

Dan terjadilah apa yang terjadi….

Sampai akhirnya di masa-masa terakhir di stase anak. Ketika itu bunyi kalimat di atas melintas, berkumandang kembali.

”Jadilah kertas put…” Huffhhh!! tangan saya meninju deretan huruf yang muncul dengan nakalnya di benak saya itu. Seraya umpatan dalam hati berturut-turut menyerang huruf-huruf yang tersisa. Hingga huruf-huruf itu ringkuh terkapar.

Batin saya puas.

Saya tertipu! Filosofi kertas putih adalah sebuah pembodohan terselubung.

Dan saya hanya bisa meratapi akibat dari filosofi kertas putih yang saya amalkan tersebut.

Ternyata masih mending menjadi kertas yang telah penuh tulisan sebelumnya, walaupun pada akhirnya menjadi kotor dan penuh coretan serta tipeX, daripada dirimu sejak awal menjadi kertas putih dan beberapa bulan kemudian tetap menjadi kertas putih!!

Grfghhh……….

Kurun berlalu, dan jarum jam seakan begitu cepat berputar mengiring putarnya poros bumi

Dan terjadilah apa yang terjadi….

Hingga akhirnya ketika di stase-stase berikutnya.

Pernah dengar pepatah yang berbunyi keledai saja tak jatuh di tempat yang sama untuk kedua kalinya?”

Ya……

“Dan tahu nggak kenapa pepatah itu tak pernah mempan dijadikan nasehat…. kita pada akhirnya selalu saja terjatuh di tempat yang sama untuk kedua kalinya….?”

Kenapa?….

Jawabannya karena kita bukan keledai! Kita adalah manusia! Dan kita punya hak untuk jatuh di tempat yang sama dua kali tiga kali lima kali… suka-suka kita dong!!”

Seperti terhipnotis kembali saya manggut-manggut…….

Glek, jangan-jangan saya akan mengulangi filosofi kertas putih itu di stase-stase selanjutnya??!!!

Iklan

4 Komentar

  1. aku kurang memahami apa makna kertas putih ini.
    yang pasti ‘al faruq’ adalah sosok yang penuh dengan lembaran-lembaran kertas wangi yang berisikan pesan,pengalaman,harapan akan kehidupan yang telah dilalui ‘al faruq’.
    suatu kehormatan menjadi teman ‘al faruq’
    kebahagiaan yang tiada terkira berbagi untaian kata dengan ‘al faruq’

    • Yang menyandang gelar alfaruq kan Umar bin Khattab…. bekawan dimana pian lawan sidin……

      • bukan alfaruq tapi ‘al faruq’
        aku punya alamat emailnya
        beda kan????????

      • abul umar…. abahnya umar? abahnya al faruq….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s