TARIK NAFAS PANJANG

Sebagaimana diketahui, otak adalah pusat kerja tubuh manusia, Tiap aktivitas yang kita lakukan dikendalikan oleh barang bernama otak tadi. Tentunya otak bukan sebuah barang yang sederhana. Susunan otak manusia ini sebenarnya terdiri dari tiga lapisan yang saling bersinergi. Tiga lapisan yang bertautan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Secara sederhana, penjelasannya adalah sebagai berikut: bagian paling bawah adalah batang otak. Bagian ini tak hanya dimiliki oleh manusia. Semua hewan kelas tinggi telah dilengkapi dengan bagian serupa. Batang otak bertanggungjawab terhadap berbagai hal primitif, kegiatan-kegiatan otonom seperti pernafasan, batuk, beberapa refleks dan lain sebagainya. Naik satu lapis kita akan menemui lapisan limbik. Para ilmuwan menyimpulkan kelompok organ yang berkumpul di lapisan limbik ini bertanggungjawab pada masalah emosi, perasaan dan lain sebagainya.

Lalu terakhir di lapis paling atas ada korteks alias lapisan terluar. Disinilah pusat memori dan berbagai sistem pengaturan koordinasi pada level yang lebih tinggi. Lapis ini yang mengangkat harkat manusia di atas makhluk Allah lainnya. Dalam bahasa yang lebih familiar sebut saja ini adalah lapisan ‘akal sehat’.

Bagaimana cara kerjanya lapis-lapis otak ini? Impuls atau pesan yang datang dari luar akan mampir terlebih dahulu di reseptor-reseptor yang bertebar di bagian tubuh terluar kita. Reseptor kemudian meneruskan data ini melalui aliran listrik lewat serabut-serabut saraf dihantarkan ke medulla spinalis yang terletak di daerah tulang belakang kita. Anggap saja medulla spinalis ini layaknya sebuah jalan besar yang kemudian mengantarkan data ini ke atas menuju wadah pengolahan data: otak. Ingat, di atas telah dijelaskan otak terdiri dari tiga lapis. Maka data ini akan diolah dalam lapisan-lapisan ini sesuai dengan karakteristik lapisan tersebut. Puncak akhir dari pengolahan data ini akan bermunculanlah output berupa ’respons’.

Pengolahan data di otak tadi bukan pekerjaan gampangan. Teramat rumit. Kalau kita menganalogikan dengan komputer maka kita mengenal istilah ’loading’. Nah, agak sama… sebenarnya di otak juga perlu adanya loading tersebut. Walau jelas kecepatannya lebih tinggi jauh. Namun tetap, pengolahan di otak perlu waktu

Yak. Cukup. Saya tidak sedang bermaksud menguliahi anda…..

Saya ingin menekankan kalimat terakhir tadi. Bahwa pengolahan data di otak bagaimanapun, tetap perlu waktu.

Jadi, begini sobat. Sesuai urutannya maka data tersebut akan mampir terlebih dahulu di batang otak, baru kemudian ke limbik, baru ke korteks. Ingat…. untuk menuju tahapan-tahapan tersebut… perlu waktu.

Hal ini tidak akan menjadi masalah bila data yang kita terima adalah data reguler yang sudah jadi kebiasaan kita, atau data-data yang muncul merupakan persoalan sederhana. Otak kita akan merespons dengan cepat dan tepat. Toh, otak telah berpengalaman dalam menyelesaikannya.

Nah, yang akan menjadi masalah bila yang muncul di hadapan kita adalah sebuah masalah yang rumit, sesuatu yang sama sekali baru, atau konflik besar, ancaman, dan permasalahan yang menuntut kita segera bereaksi. ….

Maka disini anda perlu ingat bahwa otak perlu waktu untuk bekerja!

Dan anda mesti ingat kembali, bahwa data itu akan berjalan di olah melalui lapisan-lapisan yang telah dijelaskan di awal.

Beberapa orang terbiasa merespons masalah baru, ancaman, konflik secara spontan. Data tersebut baru sempat diolah di lapisan batang otak.

Maka kita akan melihat hasil olahan datanya akan menjadi sangat prematur. Kita akan menyaksikan respons yang diberikan mirip-mirip responsnya binatang. Sangat primitif. Jantungnya akan berdegup kencang, nafas tersengal-sengal. Jawaban responsnya biasanya cuma ada dua jenis pilihan: Lawan atau lari. Kita saksikan sebagian orang bisa main jotos bila menemui satu konflik, sebagian yang lainnya memilih melarikan diri dari masalah.

Bila dia memberikan waktu agak lama sedikit, maka mungkin data tersebut akan sempat mampir di bagian limbik. Maka yang terjadi orang tersebut akan menyikapi masalah atau konflik tadi dengan emosi dan perasaan. Nah, kita saksikan mereka akan bersedih, menangis, marah-marah, atau lainnya.

Beruntunglah bila anda memberi waktu yang lebih panjang sehingga data tadi bisa mencapai lapisan paling tinggi. Data akan diolah di korteks, dengan akal sehat. Maka respons yang diberikan akan sungguh berbeda. Kita akan menyaksikan tanggapan anda terhadap konflik dengan tanggapan yang rasional, cerdas, tenang, dan bijaksana.

”Ah, sudahlah. Toh sudah terjadi. Tak bisa dirubah lagi kan? Tinggal bagaimana kita memperbaiki dan jangan mengulangi kesalahan itu”

”Ini sebenarnya jalan keluarnya sederhana”

”Mari kita cari solusi jalan tengah saja”

”Duduk-duduk dulu, jangan emosi. Mari selesaikan dengan cara baik-baik”

”Ah, kenapa masalah seperti ini saja diributkan”

”Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain..”

Ini adalah suara-suara yang muncul dari mereka yang membiarkan lapisan korteksnya bekerja.

Lihat betapa berbedanya?

Lalu muncul pertanyaan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sampai data tersebut bisa diolah oleh korteks?

Jawabannya adalah sangat relatif. Tergantung dari kemampuan anda, tergantung dari masalah… Lagipula memangnya anda mau berhitung dulu apabila masalah muncul menyergap anda. Tidak lucu kan? Justru dengan berhitung malah mengganggu kerja otak anda.

Jadi bagaimana?

Tipsnya sederhana: cukup dengan menghirup nafas panjang!

Sehingga bila ada suatu konflik rumit menghantam anda, jangan buru-buru menanggapi. Hiruplah nafas panjang terlebih dahulu. Apabila setelah hirupan nafas pertama, anda seperti masih diliputi kecamuk emosi, maka berikan izin untuk hirupan nafas panjang yang kedua…

Insya Allah respons anda saat itu akan lebih baik dari sebelumnya.

Percayalah…..

1 Komentar

  1. like,,alhamdulillah also


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s