FAUZAN MUTTAQIEN (2)

Bila pada era kekinian…. Yang menonjol di permukaan kebanyakan para ulama selebritis…. Maksudnya para ulama yang sekedar ngetrend di layar kaca, yang jago ngomong di podium…. Pinter dalam beretorika….

Maka konon pada era 60an-80an….. prototype nya kalangan ulama adalah ulama semacam Buya HAMKA… ulama santun namun kritis dan berani… berkharisma, panutan masyarakat… tidak sekedar jago ngomong… namun gerak-geriknya menjadi teladan umat. Ulama ikhlas yang bukan penjilat, sebaliknya dirinya berani di garda terdepan menantang kesewenangan penguasa.

Buya HAMKA, karena vokalnya… sempat dijebloskan oleh rezim Soekarno ke penjara… belakangan oleh rezim Soeharto dirinya juga dimusuhi karena pernyataannya yang seringkali berseberangan dengan pemerintah. Saat pemerintah sedang ramainya melaksanakan kegiatan natal bersama. Tanpa tedeng aling-aling, Buya yang saat itu menjabat sebagai ketua MUI mengeluarkan fatwa haramnya perayaan tersebut…. salah satu pernyataan paling berani MUI yang pernah dicatat. Buntut perseteruan, Buya akhirnya memilih mundur dari MUI yang dirintisnya tersebut.

Ada beberapa ulama ternama lain pada zaman itu yang sejalan beriringan dengan Buya HAMKA. Salah satu yang mirip dari segi kesantunannya, serupa dari segi perjuangannya, senasib karena pernah juga terjeblos ke dalam penjara karena penentangan terhadap rezim yang berkuasa. Beliau adalah KH E.Z. Muttaqien….

Saya berusaha browsing mencari tahu lebih banyak riwayat hidup beliau di internet. Sayangnya, tak banyak catatan tentang beliau di dunia maya… informasi yang saya dapatkan hanya sedikit, tentang beliau yang pernah pula menjadi ketua MUI, pernah dipenjara bersama tokoh-tokoh lainnya serta tentang sebuah universitas di Jawa yang menggunakan nama beliau.

Sayang sekali sosok-sosok harum para ulama satu persatu dipanggil oleh Dzat Maha Kuasa ke hadiratNya. Termasuk pada akhirnya sosok KH E.Z. Muttaqien…
Pada sekitar tahun 1984….. Indonesia mesti kehilangan salah satu ulama terbaiknya tersebut….
***

Bulan Desember 1984, setahun usai menunaikan ibadah haji di tanah suci….
”Do’a kita di depan makam Ibrahim itu terkabul……” ungkap sang Ibu, wanita berparas jelita nan bertutur lembut… ”Kita kembali dikaruniai anak”
Sang Bapak tersenyum renyah… ditatapnya dengan penuh asih bayi yang ada di hadapannya. Seorang bayi laki-laki!

”Aku sudah menyiapkan nama untuknya” sergah sang Bapak. Matanya tetap melekat ke wajah bayi mungil itu.
”Sebuah nama yang sepenggalnya diambil dari nama ulama yang begitu masyarakat kagumi… Yang kemarin-kemarin baru saja berpulang ke rahmatullah…. KH EZ Muttaqien….” beliau menarik nafas sesaat.

”Semoga kelak anak ini akan menggantikan beliau” Sepasang orangtua penyayang itu saling menatap tersenyum. Mata mereka berbinar.

”Kita beri nama dia: Fauzan Muttaqien…..”

4 Komentar

  1. komentarku kemarin di fb blm ditanggapi

    • komentar yang mana ka? biar ditanggapinya di blog saja…. hehehe

  2. pertama kali baca novel karangan Buya HAMKA, saya langsung suka dan mau baca buku karangan beliau lagi…sangat menyentuh…tp saya baru tau klo trnyata beliau yg merintis MUI..

  3. oh gitu ya asal muasalnya


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s