UBAH SKENARIONYA

Tiga pasang capres cawapres hampir bisa dipastikan akan bertarung pada Juli mendatang dalam pemilu pilpres. Masih sekitar tiga bulan lagi, namun lahar panas persaingan sudah terasa. Dua incumbent plus satu mantan incumbent. Tiga pasang ini bukan orang lama di jagad perpolitikan pertiwi. Setidaknya, 6 orang tersebut telah pernah bermain di panggung kekuasaan, dan semestinya masyarakat juga sudah bisa menilai bagaimana kinerja mereka. Pasangan pertama yang banyak dijagokan menslogankan diri sebagai SBY BERBUDI, Maksudnya Susilo Bambang Yudhoyono bersama Budiono. SBY yang sekarang menjabat presiden pernah menjadi Mentri Pertambangan dan Energi, Menkopolkam zaman Mega, sampai akhirnya terdepak keluar dari kabinet Mega. Budiono juga telah dikenal sejak zaman pemerintahan Mega saat dirinya menjabat sebagai mentri ekonomi. Orang dekat Mega ini karirnya terus meningkat dan tetap bertahan hingga melejit terakhir sebagai gubernur BI.

Di Kubu JK-Win tak jauh beda. Yusuf Kalla, sang saudagar sulewisi ini dikenal juga saat pemerintahan Mega sebagai Menko Kesra, belakangan dirinya dilamar untuk mendampingi SBY sebagai cawapres pada pemilu 2004, hingga akhirnya merasani kekuasaan sebagai Wapres selama 5 tahun hingga 2009. Tak puas dengan kursi Wapres, JK akhirnya berpisah dengan SBY, dan maju menjadi pasangan capres cawapres bersama Wiranto. Wiranto? Siapa yang tak kenal dengan sosok Jenderal sejak pemerintahan Soeharto ini. Dirinya sebelumnya bahkan pernah menjadi bosnya SBY di TNI.

Terakhir di kubu Teuku Umar ada pasangan Mega Pro, Mega dan Prabowo. Megawati, sepak terjangnya sudah sama-sama disaksikan oleh rakyat Indonesia saat dirinya menjabat sebagai presiden 5 tahun yang lalu, sementara Prabowo Subianto, mantan menantu orang nomor satu tempo dulu, serta mantan orang nomor satu di Kopassus dan Kostrad yang belakangan melejit lewat Gerindranya.

Perhatikan, kita bisa menilai mereka dari memutar track record mereka selama ini…. Siapa sih SBY selama ini? Siapa Budiono? Siapa JK? Siapa Wiranto? Siapa Mega? Siapa Prabowo?

Saya tak bermaksud mempreteli biografi hidup mereka satu persatu dalam tulisan ini. Betul kata teman saya dalam sebuah diskusi di facebook, kita tidak sedang hidup dalam negri malaikat. Setiap orang punya sisi cela. Semua punya dosa masa lalu, tapi mengapa kita tidak melihat dari sisi positifnya? Yang penting sekarang adalah mari sama-sama berjuang untuk perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. Tak ada habisnya kalau melulu saling caci…..

Saya sepakat ketika mendengar kata ’perubahan’ yang ditawarkan tersebut. Sebagaimana yang saya yakin juga dimufakati oleh mayoritas rakyat negri ini, sebagaimana yang layaknya diusung oleh masing-masing pasang capres cawapres.

Tapi perubahan macam apa? Atau jangan-jangan pertanyaannya harus dirubah seperti ini: benarkah akan terjadi perubahan?

Izinkan sebuah analogi berikut sejenak mampir di benak anda.

Pemerintahan di sebuah negri itu sebenarnya layaknya sebuah film. Sosok-sosok pemimpin negri ini tak ubah seperti para aktor yang berperan dalam film tersebut. Sebuah film tak mungkin berjalan asal. Semuanya berjalan sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan kepada masing-masing pemain. Skenario itu tak lain adalah sistem yang dijalankan dalam negri tersebut.

Nah, seorang yang dalam skenario ditetapkan sebagai penjahat maka mau tidak mau dia harus berperan jahat. Tak peduli walaupun watak aslinya adalah seorang yang budiman yang baik hati. Kalau dia mencoba berbuat baik dalam sebuah peran maka sutradara dipastikan bakal berteriak ’cut’. ’Anda menyalahi skenario’ ucapnya. Maka mau tidak mau si aktor mesti terpaksa menyesuaikan diri, kembali jadi penjahat.

Sebaliknya, seorang yang watak asli dan kehidupan sehari-harinya adalah perampok kelas kakap, namun tuntutan skenario mengharuskan dia berperan sebagai seorang dermawan. Ketika di tengah syuting dia mencoba nyolong, maka sutradara juga akan teriak kencang: ’cut! Anda menyalahi skenario!’

Semoga anda paham dengan analogi ini….

Bung Karno, sosok pemimpin yang paling kharismatik di antara segalanya. Kurang hebat apa dia dalam memimpin? Pak Harto, dengan segala kewibawaan dan ketegasannya yang mampu mengangkat pembangunan di negri ini. Siapa yang meragukannya? Habibie? Bahkan dunia mengakuinya sebagai salah satu sosok tercerdas di millenium ini. SBY? Sosoknya yang sopan dan berwibawa, si jenius dari TNI. Siapa yang meragukan kiprahnya?

Tapi sayang, mereka-orang-orang brilian tersebut dipaksa berada dalam skenario yang buruk. Sehingga bukan salah sang aktor bila dia harus menjalankan skenario sebagai seorang penjahat.

Yap, yang bermasalah di negri ini adalah skenarionya alias sistemnya! Bukan sekedar aktornya…

Ayo? Mau mendebat apa anda? Jangan-jangan anda malah menganggap sistem yang dijalankan ini adalah sistem yang baik-baik saja?

Alamaaakkk….. ayolah buka pikiran anda……. mana mungkin sebuah sistem kufur yang mengabaikan bahkan menentang aturan Allah dianggap sebagai sistem yang baik?

Atau jangan-jangan anda tidak percaya bahwa sistem yang dijalankan di negri ini adalah sistem kufur? Lho, padahal sudah jelas kan, bahwa negri ini dijalankan dengan sistem sekularisme…. apakah perundang-undangan yang ada dilandaskan pada aturan Allah? Ah, mana ada….. nggak ada ceritanya perundangan di negri ini menyandarkan pada aturan Allah AlQur’an dan AlHadits… yuk sebutkan undang-undang mana yang merujuk pada aturan Allah…. Undang-undang Pidana? Dalilnya dari KUHP jiplakan dari hukum buatan penjajah Belanda. Perdata, setali tiga uang. Sistem Ekonomi, ngikut Ekonomi Kapitalisnya Barat… Pendidikan, ngikut sistemnya Barat…. Pemerintahan, jiplak gayanya Barat…. paling-paling yang diatur dengan aturan Allah cuma masalah ecek-ecek kaya aturan waris atau cerai…

Eh, ngomong-ngomong Anda masih menyangkal kalau sistem yang dilaksanakan adalah sistem kufur?

Kalau bukan sistem kufur lalu sistem apa namanya?

Ayolaaah sobat, akui saja kalau sistem saat ini adalah sistem kufur yang menentang syariat Allah, Sang Pencipta kita, negri ini, bahkan seluruh semesta ini.

Maka bila ini memang sistem kufur sungguh ini adalah skenario yang sangat buruk bagi negri ini. Sehingga berganti aktor yang bagaimanapun, selama skenarionya tidak diganti… tak akan ada perubahan yang berarti.. kalaupun ada, itu adalah perubahan ke arah yang lebih buruk…. Menuju ke jurang kehancuran…

Jaddiiii….. kenapa yang selalu diributkan adalah masalah pergantian pemain??

Hmmmm…….

5 Komentar

  1. Setuju sekali dengan himbauan “perubahan” dari doktermudaliar (:))
    Mungkin saya mau berbagi pengalaman dikampus. Waktu perkuliahan tentang penglolaan SDAL dimana ada materi tantang populasi. dosen saya yang mmg cenderung sekuler berkata “seharusnya orang miskin dan orang2 bodoh itu ga boleh punya anak, karena nanti cuma menambah jumlah anak2 bodoh di Indonesia…..”
    waktu itu saya langsung menunjukkan muka “meremehkan” (hehehehe…mmg hobby sih…) pada tuh dosen….dan tarararara…ketahuan!!!! akhirnya saya ditodong pke spidol dan diintrogasi….”kamu….setuju ga????” dan dengan polosnya bilang “ya engga lah Pa..” trus ditanya lagi “kenapa???!!!” saya jawab “masa’ bapa menyodorkan solusi yang aneh begitu,….siapapun pengen punya anak dan itu mjd hal yang utama pada sebuah pernikahan…. lebih lagi dlm UUD disebutkan “anak yatim dan terlantar dipelihara oleh negara…” trus kenapa pemerintah sekarang ga menerapkannya? Mungkin krn pke kata “dipelihara kali Pa ya…. ” Tuh dosen langsung protes….tapi kan mrk ga bakal bisa mendidik anak2nya spy berguna…..
    Nah sodara2 dangkal banget ga sih pemikiran2 spt itu….. Kenapa ga sistem pendidikannya aja yang dibenahi ato sekalia aja benahi sistem negaranya biar ga ada lagi org2 bodoh krn ga mampu sekolah….. Anahnya….dosen saya itu punya anak 3, berarti beliau merasa piter donk sehingga merasa berhak punya anak…(padahal……….xixixixixi)…..
    Temen2 yg laen ga mau b’komentar ma Pa dosen ituh……kenapa ya???? Takut fren??? wah….basi banget…… ga perlu mikir kali tuk ngeluarin pemikiran yg bener…tul ga???? Keyakinan itu kan ga selalu benar, tapi kebenaran kudu wajib diyakini….. jadi, ngapain ikut2an meyakini yang salah hny krn takut dpt nilai jelekkkkkk….. ga kereeeeen. just ordinary mind sihhhhh

  2. wahahaha, kalo udah nyampe ke hal yang fundamental gini gw ngga ikut campur deh, dilema kompleks bagi gw yang cuma warga negara dan seorang pemeluk agama…

    I like ur spirit though… 😀

    • gak usah dilema…. ini bukan permasalahan tingkat elit aja….. perubahan di tangan kita semua bang…

  3. Sepakat, ubah ‘sekenario’nya (baca : sistemnya) dengan ‘sekenario’ yg terbaik yg bisa menjaga org baik tetap baik dan membuat org tdk baik menjadi baik, ‘sekenario’ yg memang sesuai dg fitrah manusia dan berasal dari Pencipta manusia & alam semesta, yakni ISLAM.

    • nah… tuh… ternyata banyak yang sepakat…. ya sudah.. cut aja pilem yang sekarang. gitu aja kok repott


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s