DUNIA BARU ISLAM (MY STORY)

Masih basah kenangan indah
Zaman cemerlang era gemilang
Ketika rasul ada di sisi
Para sahabat mentadbir bumi

Zaman nubuwwah,
Era khulafah
Islam laksana api yang menyala
Menerangi teman dan juga sahabat
Bara panas yang membakar lawan

Di celah itulah,
Kami mengatur langkah
Membina sebuah thaifah
Disini bara tak pernah padam
Digenggam kukuh sebuah azzam

Ayolah para mujahid
Ayolah para mujahidah
Kita tinggalkan zaman fitnah
Agar tertegak kalimat Allah
Agar terbangun…..
Dunia Baru Islam

(Lirik lagu Dunia Baru Islam dinyanyikan oleh The Zikr)

Ada banyak versi nasyid di pasaran.. mulai dari acapella, melayu, versi pop, nasyid humor, sampai nasyid aliran hip hop, dangdut dan rock.
Namun di antara semua nasyid yang pernah saya dengar, lagu di ataslah yang betul-betul melekat di lobus hati paling dalam. Lagunya sederhana saja, nasyid langgam melayu dengan suara khas Nazrey Johani (saat itu belum bergabung dengan raihan). Alat musik pengiringnya pun terbilang sangat biasa. Sepanjang lagu hanya ada ketukan perkusi pelan.
Namun dari kesederhanaan itu justru lagu ini menjelma menjadi lagu favorit saya… sampai sekarang.
Setidaknya ada dua alasan utama yang menyebabkan saya jatuh hati pada lagu ini:

1.Ini lagu tentang daulah khilafah! Serta perjuangan untuk menegakkannya. Perhatikan liriknya, pada paragraf pertama dan kedua menceritakan tentang betapa agung dan mulianya kehidupan dalam naungan khilafah. Keagungan dimulai pada zaman nubuwwah dilanjutkan oleh era khulafah. Lagu ini meyakini bahwa keagungan khilafah sebenarnya baru saja pudarnya… terbukti dari baris pertama yang berbunyi ”masih basah kenangan indah….”.
Selanjutnya pada bait ketiga…. disebutkan ”di celah itulah kami mengatur langkah” makna yang tersirat…. perjuangan menegakkan kembali khilafah mesti meneladani bagaimana metode Rasulullah dalam mewujudkannya. Perjuangannya harus dilakukan dengan ’tertata’ alias dalam bentuk yang terorganisir. Disebutkan pula bahwa usaha menegakkan khilafah itu tak akan pernah padam.
Pada bait keempat… terlihat ajakan kepada kaum muslimin untuk meninggalkan zaman penuh kekufuran ini dan menyongsong bersama kehadiran kembali dunia baru islam… Daulah Khilafah Islamiyyah

Unik, lagu ini bercerita tentang usaha penegakan daulah khilafah dengan kalimat-kalimat tersamar. Kalau kita menyimak dengan teliti lagu-lagu lain dalam album yang sama Antara dua Cinta The Zikr itu, yaitu Wahai Kekasih, Pemimpin Sejati, dan Suara Kebenaran kita juga menemui kalimat-kalimat tersamar tentang ajakan untuk memperjuangkan tegaknya daulah khilafah. Bagi yang bukan penggiaat harakah mungkin tidak memahami maksud kalimat-kalimat tersamar tersebut. Misalnya pada lagu ’Wahai Kekasih’, The zikr memakai kata ’kekasih’, padahal yang dimaksud adalah khilafah dengan sang khalifahnya.

Pertanyaannya, kenapa seperti disamarkan? Analisa saya, kemungkinan pertama boleh jadi karena alasan pengkiasan bahasa. Namun kemungkinan kedua juga bisa dipertimbangkan, yaitu karena alasan keamanan. Album ini keluar di tahun 1993. Ingat, pada tahun 1993 perjuangan penegakan khilafah belum sepopuler sekarang. Apalagi mengingat album ini berasal dari Malaysia…. tentunya kita tahu keadaan politik di Malaysia pata tahun segitu betul-betul represif… apalagi mengingat masih hangatnya kasus darul islam yang menyebabkan para pengikutnya banyak yang ditangkapi.

Kesimpulannya, kuat dugaan saya bahwa lagu-lagu ini digubah oleh para pejuang khilafah atau minimal simpatisan dari organisasi yang memperjuangkan tegaknya khilafah. Hmmm….

2.Alasan kedua, lebih sebagai alasan kenangan pribadi… Dengan lagu ini… untuk kali pertama dan mungkin terakhir… saya tampil di panggung di hadapan ratusan orang sebagai penyanyi!! Awalnya, di tahun 2002, adalah sebuah inisiatif dari saya dan kawan-kawan untuk menggagas acara keislaman besar-besaran pertama di SMA 7 Banjarmasin. Acara itu menghadirkan Ustadz Hari Mukti, mantan rocker era 90an sebagai pembicara.

Nah, ceritanya untuk memeriahkan acara tersebut saya berusaha membentuk grup nasyid. Saya melobi kawan-kawan yang pintar nyanyi, juara kontes menyanyi di sekolah, qori, sampai vokalis grup band untuk mau bergabung. Sayangnya semuanya menolak. Saat itu saya hampir patah arang. Namun dasar watak nekat. Dengan modal kenekatan itu, saya himpun kawan-kawan yang kemampuan vokal seadanya untuk bersatu membentuk grup nasyid dadakan tersebut. Terhimpun 6 orang, termasuk SAYA!

Latihan ala kadarnya…. dan akhirnya dengan percaya diri penuh kami tampil di panggung. Anda tahu, saat menyanyikan lagu itu, terlihat betul kesumbangan suara kami, salah satu vokalis kami bahkan tercekat suaranya akibat tak mampu mencapai nada tinggi. Dan anda tahu, bahwa setelah selesai kami menyanyi.. bahkan tak ada tepuk tangan sedikitpun. Yang ada malah terdengar suara cekikikan pelan….

Dan tahukah anda, bagaimana pendapat Ustadz Hari Mukti yang di awal tausiyahnya menyempatkan mengomentari penampilan kami.
”Dalam lagu tadi… saya mendengar jelas terdapat suara fales…..”
Glek, keringat dingin menjalar di tubuh saya. Saya merasa pandangan mata menuju ke arah saya….
”Tapi saya bangga… karena yang penting bukanlah suara merdunya… namun semangat dakwah yang diserunya…….. ” ucap beliau kemudian.

Saat itu ….. anda tahu …. embun dan angin sejuk serasa bertiup nyaman, sepoi mengalir hingga ke segenap pembuluh darah saya….

2 Komentar

  1. 1.setiap zaman punya cerita tersendiri
    2.jika aku yang mendengar kau menyanyi saat itu aku akan bilang suaramu tidak pantas jadi penyanyi…kau lebih pantas bersama hari mukti bersuara keras menyampaikan perjuanganmu atau kau buat syair2 nasyid yang akan dinyanyikan oleh orang lain

  2. jangan lengan dengan ujian dunia…
    rapatkan barisan antum…

    kan selalu ada shahabat sejati disamping antum..selama antum mengamalkan QS Ali Imran 104…

    semoga antm istiqamah…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s