Jangan Mengeluh

Hidup ini begitu indah dan berwarna. Namun bagi banyak orang bahkan keindahan itu tak pernah terasa sedikitpun, padahal keindahan tersebut telah menyentuh dan merasuki pori-pori kulit mereka. Bagi mereka, apapun terlihat begitu suram. Pohon yang rindang terasa bagaikan sebuah ancaman yang begitu menakutkan…. siulan burung di pagi hari terasa sebagai ejekan-ejekan yang terarah kepada dirinya.

Mereka, saya namakan sebagai para pengeluh. Hal yang besar sampai hal yang sepele sekalipun… Apapun, selalu dikeluhkan. Sampai-sampai tak berjalan detik jarum jam tanpa ada keluar keluhan dari dalam hatinya.

Bangun pagi, teriakan bayi anak tetangga memulai omelan-omelannya hari ini. Berisik! Keluhnya. Dirinya pun beranjak ke kamar mandi, ternyata air ledeng tidak jalan, terpaksa dirinya menimba air dulu dari dalam sumur. Sial! Umpatnya. Kemudian dia menuju meja sarapan… Huh, lagi-lagi lauk yang sama! Keluhnya pada ibunya….. siap berangkat, ternyata ban motornya kempes…. dirinya pun berteriak kesal.

Di perjalanan, apa daya… karena kesiangan, jalanan sudah keburu macet. Maka dimain-mainkannya klakson mototnya dengan keras sebagai pelampiasan kekesalannya.
Bayangkan betapa suramnya kehidupannya.

Akan berbeda, andai saja dia tidak mengimbuhkan keluhan dalam segala lakunya. Dia bangun dengan senyuman lebar, ”Alhamdulillah… karunia Allah yang menghidupkanku setelah matiku….. Alhamdulillah… atas nafas segar yang masih mampu kuhirup…. atas segala nikmat yang tercurah”

Lalu terdengar teriakan tangis bayi anak tetangga…. senyumannya makin melebar. Tangis itu bagai sebuah alunan melodi yang begitu indah di telinganya.
Beranjak dirinya ke kamar mandi, ternyata air ledeng tidak jalan, terpaksa dirinya menimba air sumur. lumayan, sekalian olahraga, bisik hatinya. Usai subuh, dirinya beranjak menuju meja untuk sarapan. Alhamdulillah, makasih ibu! Pekiknya. Senyum sang ibu pun mengembang. Siap berangkat, ternyata ban motornya kempes. Diambilnya pompa, tetap dengan tersenyum, dan dipompanya ban motornya seraya bersiul-siul riang.

Di perjalanan, apa daya… karena kesiangan, jalanan sudah keburu macet….. namun, sekali lagi… kemacetan tak menyurutkan bahagia dalam hatinya. Dihiburnya dirinya dengan berdendang pelan. Diperhatikannya angkasa biru yang membentang di atasnya… selamat pagi… betapa indahnya hari ini…

Lihatlah, aktivitas yang dilakukan sama saja….. namun pada yang kedua, semua menjadi begitu indah.

Kita adalah pengatur kehidupan kita. Bukan orang lain, bukan lingkungan yang menjadi pengendali kita. Maka kita berhak men-setting kehidupan kita sesuai yang kita inginkan.
Aktifkan mode bahagia dan optimis dalam settingan kehidupan kita… turn off semua tool dan mode yang berbentuk keluhan.

Maka percayalah…. dengan begitu sungguh dunia ini akan terasa begitu indah di setiap sisi-sisinya.

Iklan

2 Komentar

  1. hidup itu penuh perjuangan sooooooooooooooo jangan pernah ngeluh gitu ya broooooo ?

  2. aslamualikum…..
    setuju……kak!
    hudup ini telalu indah wat dikeluh khan or bahasa laenya di betein!
    tetep smagat menulis ya kak,moga diridhoi Allah,amien.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s