The Power of Nekat

“You see things and say, ‘Why?”, but I dream things and say, ‘Why not?”
George Bernard Shaw

Di dunia ini, banyak orang pintar namun tidak sukses. Sebaliknya banyak orang biasa-biasa saja, namun nyatanya dapat sukses. Kenapa bisa? Jawabannya adalah karena nekat!
”Interupsi!” suatu ketika, saat di sebuah seminar motivasi saya membuat pernyataan di atas. Seorang peserta kemudian mengangkat tangan menyatakan keberatannya.
”Menurut saya, pernyataan itu tidak tepat. Nekat berarti sama saja menjerumuskan kita dalam bahaya. Saya tidak sepakat dengan anjuran anda untuk melakukan hal-hal nekat tersebut” ungkapnya.
Hmm…. orang yang nekat dan kemudian malah terjerumus dalam bahaya berarti nekatnya masih nekat yang biasa-biasa. Nekat yang ingin saya ajak anda untuk melakukannya adalah nekat yang cerdas!
Bila ada sebuah lautan api di hadapan anda, sementara di seberang lautan api itu terdapat tambang harta karun. Orang yang tidak nekat akan menghindarinya… daripada membahayakan diri sendiri, mending menghindar pulang. Lalu ada lagi orang lain…. ketika mendengar bahwa di seberang ada tambang harta karun, maka tanpa pikir panjang dia langsung menerobos kobaran api tersebut. Ya jelaslah orang nekat yang satu ini bakal terbakar hidup-hidup.
Lalu ada orang yang ketiga, dia melihat kobaran api tersebut. Namun dalam pikirannya dia harus mendapatkan tambang harta karun tersebut. Tapi dia tidak serta merta menerjunkan diri ke dalam kobaran api tersebut. Mungkin dia akan mencari baju yang tahan api atau mungkin mobil yang tahan api agar bisa melewati kobaran api tersebut. Inilah yang saya maksud dengan nekat yang cerdas.

Raymond Kroc, dunia mengenalnya menjadi sukses karena kenekatannya. Dia berhasil mengembangkan restoran yang dikelola oleh McDonald bersaudara sehingga mencapai kemajuan yang fantastis. Pada suatu waktu, Ray Kroc mulai berpikir restoran McDonald sukses, tapi bukan dia pemiliknya. Kroc lalu mengontak McDonald bersaudara, untuk membeli semuanya dan menjadikannya sebagai miliknya. McDonald menyebut angka 2.700.000 dolar. Kroc hampir pingsan. Mana mungkin dia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Tapi kepalang nekat, dia melihat ada tambang harta karun dibalik kobaran api. Maka dia sepakat dengan jumlah yang diminta. Uangnya dari mana? Ya satu-satunya jalan: utang.
Kroc memperkirakan, utangnya baru akan lunas pada 1991. Ternyata di luar perkiraan, pada 1972 semuanya sudah lunas. Kroc kemudian makin menggila dalam menjual ’McDonald` nya. Pada 1977 saja, sudah tergelar 4.177 restoran McDonald di seluruh AS dan 21 di luar negeri. Dan siapa sangka sekarang setiap 4 menit sekali ada satu gerai McDonald dibuka di dunia! Fantastis…
Raymond Kroc tentunya tidak nekat asal-asalan ketika dia menyetujui membeli McDonald dengan harga yang tinggi. Dia nekat dengan cara cerdas, karena nekatnya penuh dengan perhitungan-perhitungan. Andai saat itu dia tidak nekat untuk membelinya, mungkin sejarah tidak akan mengenal sebuah produk restoran cepat saji paling ternama di saentero dunia ini.
Ingin mengikuti jejak Raymond Kroc? Beranilah menggunakan the power of nekat….

5 Komentar

  1. kalo ikut Lihan termasuk nekat naif apa nekat cerdas?

  2. wah, setuju zan! klo boleh gue tambahin, nekat yang dimaksud tuh persis kayak stuntman, mereka bukan orang yang berani ma bahaya tetapi tanpa perhitungan. Misalnya, klo mo cebur ke kobaran api, mereka masih pake baju pelindung juga.

    Intinya si, lupakan alasan untuk mundur tetapi pikirin alasan untuk maju…

    sukses memang nggak gampang tapi lebih nggak gampang klo nggak sukses…

  3. nekat beda ama brani

    • tergantung persepsi bang

  4. wah keren, jangan2 selama ini saya nekat tp ga cerdas ya -,-


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s