RANTAI KESEHATAN YANG MEMBELENGGU

Siapakah pencipta telepon pertama kali? Hampir semua orang mengetahui jawabannya, yaitu Alexander Graham Bell. Namun tak banyak orang yang tahu bila sang penemu legendaris ini adalah seorang yang tuli. Bayangkan bagaimana dia mampu menciptakan alat pengantar suara dalam keadaan yang demikian?
Atau apakah anda seorang penikmat musik-musik klasik? Bila iya, tentunya anda akan terkagu-kagum apabila mendengarkan alunan simfoni ciptaan maestro musik klasik terbaik dunia: Beethoven.
Namun tahukah anda, bahwa alunan yang begitu indah yang hanya bisa dimainkan oleh mereka yang mempunyai pengetahuan musik yang tinggi itu ternyata diciptakan oleh seorang yang tuli!
Ya, senasib dengan Alexander Graham Bell, Beethoven ternyata juga terpaksa kehilangan indera pendengarannya. Pada usia duapuluhan pendengarannya berangsur angsur menghilang, sampai akhirnya di usinya ke 40 tahun ia tuli total. Beethoven sempat putus asa bahkan berpikir untuk bunuh diri. Namun akhirnya ia memutuskan untuk tetap berkarya bagaimanapun sulitnya. Terkadang bila perlu ia menempelkan telinganya ke piano agar tetap terasa getarannya. Percayakah anda….. bahwa sebagian besar karya agungnya justru lahir dalam keadaan yang tuli tersebut.

Lalu pernahkah anda mendengar tentang seorang wanita bernama Wilma Rudolph? Dia dilahirkan prematur dengan berat hanya 1,7 kg. Sejak kecil Wilma dihantui oleh beragam penyakit: biduran, gondok, cacar air, demam skarlatina, dan pneumonia. Paling parah, ketika dirinya dinyatakan menderita polio dan oleh dokter divonis tak akan bisa berjalan!
”Dokter mengatakan kalau saya tidak akan bisa berjalan, tetapi ibu saya meyakinkan saya akan berjalan,” tuturnya,” maka saya percaya pada ibu saya.”
Sehingga pada usia sembilan tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya. Dan ajaib, dalam rentang empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal. Lebih ajaib lagi, Wilma Rudolph bukan hanya bisa berjalan, namun dia bisa berlari bahkan berlari dengan cepatnya. Hingga akhirnya dia dikenal sebagai perempuan Amerika pertama yang memenangkan tiga medali emas di Olimpiade, dan mendapat gelar “Perempuan Tercepat di Dunia”

Sahabat, bila Alexander Graham Bell dan Beethoven kehilangan pendengarannya, Wilma Rudolph sempat kehilangan kemampuan geraknya. Maka terakhir saya ingin menampilkan dua orang yang kehilangan hampir semua kemampuannya. Dua orang itu adalah Jean Dominique Bauby dan Syaikh Ahmad Yassin

Apakah anda pernah membayangkan menulis bukan dengan tangan, namun dengan kaki? Mungkin hal itu sudah dianggap biasa bagi sebagian dari kita. Namun pernahkah anda membayangkan ada orang yang mampu menulis sebuah buku bukan dengan tangan atau kaki, malainkan dengan kelopak mata kirinya? Tahan reaksi ketidakpercayaan anda, karena hal itu memang terjadi. Dan Jean Dominique Bauby lah orangnya.
Dirinya dikenal sebagai seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah asal Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia. Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Maka dengan itulah dia dapat berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.
Dalam keadaan demikian, dia bukannya meratapi kecacatannya tersebut. Malah dengan sisa asa yang ada dia malah menulis sebuah buku yang berjudul “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Lalu bagaimana caranya Jean menulis buku tersebut? sangat istimewa! Caranya, keluarga, perawat, dan teman- temannya menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya.
Dengan semangatnya yang menakjubkan itu, akhirnya buku itupun dapat selesai dan diterbitkan. Tak lama berselang, tiga hari kemudian setelah buku tersebut diterbitkan wanita tersebut meninggal dunia.

Terakhir, izinkan saya menutup cerita luar biasa mereka dengan tokoh yang lebih dari sekedar luar biasa. Dunia mengenalnya sebagai Syaikh Ahmad Yassin, sang pemimpin Hammas, orang yang begitu ditakuti oleh Israel. Hingga kematiannya dianggap sebagai salah satu puncak kemenangan mereka. Hei! Sehebat itukah pria ini, sehingga dia begitu terasa mengancam sebuah Negara yang disokong oleh adidaya Amerika ini? Padahal lelaki ini tidak seperti Rambo yang kekar atau sehebat Superman yang berkekuatan baja…
Dia hanyalah seorang tua renta yang lumpuh berkursi roda yang bicara pun terbata-bata. Suaranya juga kecil hingga hamper tidak terdengar. Bertahun-tahun dia dipenjarakan oleh Israel. Hingga dokter-dokter di penjara tersebut hampir-hampir menganggapnya sebagai laboratorium hidup, karena hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuh renta ini.
Namun, bertolak belakang jauh dengan keadaan fisiknya. Justru dalam keterbatasan yang sangat itulah dirinya malah mampu menjadi poros penggerak utama perjuangan rakyat Palestina. Dia, dengan hanya suara terbata-bata di atas kursi roda mampu menggerakkan ribuan pemuda Palestina untuk melakukan serangan intifadhah. Serangan yang kelak dikenang dunia sebagai lambang perlawanan abadi tanpa henti melawan kebiadaban Israel. Lelaki tua renta, dari kursi rodanya.. namun keberadaan dirinya membuat para pemimpin Israel tak bisa nyenyak tidurnya karena perasaan tidak amannya..

Sahabat, rantai ini… bernama rantai kesehatan…. bagi sebagian besar orang adalah hal yang wajar bila menyerah karena keterbatasan ini. Mereka toh berhak dikasihani karena ketidaksempurnaan mereka. Tapi bagi mental-mental pejuang, tak ada satupun yang mampu membelenggu mereka. Selama raga masih ada, maka selama itu pula derap-derap juang akan terus dilangkahkan. Hanya satu yang bisa menghentikan, yakni kematian….

2 Komentar

  1. Tulisan yang luar biasa. Menggugah saya untuk terus bersemangat. Contoh-contoh luar biasa diatas benar-benar menyentak kesadaran saya, jika mereka dengan segala keterbatasannya bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan gemilang maka kita harusnya juga bisa.

  2. saya coppy ya untuk note di facebook, boleh ga ??


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s