Kalau Memang Tidak Ada Larangan Mendobraknya, Kenapa Tidak?

Kadang kita memang harus melakukan hal yang tidak biasa untuk mencapai kesuksesan. Kenapa? Karena kalau kita melakukan hal yang biasa-biasa saja hasilnya akan sama saja seperti orang-orang biasa lainnya. Nah, bukankah kita sudah sepakat bahwa kita tidak akan mau jadi orang biasa-biasa saja dalam hidup?

Maka saatnya memberanikan diri mendobrak batas-batas yang ada. Mengapa tidak? Kalau memang tidak ada larangan mendobraknya, dan kalau memang justru dengan cara itu kesuksesan akan teraih.
Nabi Musa berani mengakhiri perbudakan bani Israil di Mesir. Dia mendobrak batas. Sementara, hampir seluruh bani Israil telah menyerah dan berpikir selamanya hidup mereka dan keturunan mereka menjadi budak. Ide Musa, keluar dari batas-batas Mesir yang selama ini jadi penghidupan dan tanah kelahiran mereka, dan menyeberang lautan, menuju ke tanah harapan yang baru.

Nabi Muhammad, saat pakem masyarakat Jahiliyyah saat itu adalah penyembahan terhadap berhala-berhala. Dia justru datang untuk mendobrak batas-batas tradisi tersebut. Melumat segala hal yang berbau kemusyrikan dan berbau kejahiliyyahan.

Muhammad AlFatih mendobrak tradisi selama ini yang mengharuskan kapal berlayar di lautan. Justru dia memilih menjadikan daratan sebagai tempat berlayar ke 70 kapal perangnya. “Kapan ada larangan yang berbunyi kapal tidak boleh berlayar di daratan?” mungkin begitu dalam benak alFatih

Wright bersaudara, memberanikan diri untuk terbang. Sebuah hal yang dianggap orang saat itu mustahil. Tapi, “Kapan-kapan ada aturan yang melarang seseorang untuk terbang di udara seperti burung?” begitu pikir mereka sembari menyusun sebuah bentukan mesin terbang dari onderdil sepeda yang mereka miliki.

Galileo berani melawan pemikiran yang sudah menjadi pakem saat itu. Dia mendobrak batas dengan mengatakan “Bumi yang mengelilingi matahari!” sementara keyakinan geraja dan masyarakat umum meyakini mataharilah yang mengelilingi bumi.. dia mendobrak batas kewajaran.

Soekarno dan kawan-kawan berani mendobrak batas-batas penjajahan yang selama 350 tahun telah menjadi momok bagi negeri mereka. Dengan gagah berani mereka berani memproklamirkan kemerdekaan negeri mereka. Mereka bukan hanya mendobrak batas kewajaran. Bahkan mereka mendobrak batas penjajahan menuju kata bernama kemerdekaan.

Nah, bagaimana dengan anda? Saatnya anda memberanikan diri mendobrak batas-batas yang selama ini memenjarakan potensi luar biasa anda.

1 Komentar

  1. InsyaALLAH… lebih termotivasi untuk mendobrak penghalang2 itu…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s