GURU-GURU KEHIDUPAN

Bentukan kepribadian yang melekat pada diri kita sekarang, sesungguhnya merupakan akumulasi dari percikan kepribadian orang lain yang telah menoreh dan menjejakkannya di cawan kehidupan kita. Orang-orang itu, saya menyebutnya guru-guru kehidupan – sebuah julukan yang paling mulia menurut saya, dan andai ada julukan lain yang lebih mulia, maka itulah yang akan saya sematkan pada mereka.
Saya, tentunya jauh dari pantas dari predikat manusia yang baik. Namun andaipun ada kebaikan dari diri saya maka sesungguhnya kebaikan itu cuma refleksi dari kebaikan-kebaikan yang pernah ditanamkan oleh guru-guru kehidupan saya.
Dan inilah sebagian dari guru-guru kehidupan saya. Semoga tiap ketukan keyboard memantulkan doa-doa yang menjadi berkah kebaikan buat mereka, baik yang tersebut disini ataupun yang tidak karena terlupa atau ruangan yang tak memadai.

1. Muhammad Rasulullah; Sang Guru semesta. Bukan hanya bagi saya, namun seluruh alam
2. Ibunda Hj Norliani; Sang Guru terdini. Bukan hanya darahnya, namun hampir seluruh bentuk kepribadian saat ini merupakan refleksi darinya.
3. Ayahanda H Jurjani; Guru agama abadi. Guru tentang keikhlasan
4. Kakak pertama Rijalinoor; Kakak abadi. Pengajar kerapian dalam menulis
5. Kakak kedua; Fahmi Rizal; Kakak abadi. Pengajar tentang bagaimana membaca waktu
6. Ust Ahsanul Fitri; berkatnya saya tak jadi cadel – berkat tarikan paksa di lidah -, pengajar bacaan AlQur’an pertama
7. Ibu Ainun; guru sekolah pertama di TK nol kecil.
8. Ibu Siti Suyamti; pengajar ABCD, pengajar 123
9. Ibu Mariani; jendela ilmu pengetahuan mulai terbuka sejak bersama beliau
10. Ibu Sri; guru pembuka jendela seni
11. Ibu Masitah; promotor utama menjadi siswa teladan. Berkatnya saya percaya, saya mampu mengalahkan yang lain.
12. Ibu Armayah; guru pendamping di berbagai prestasi
13. Ustadzah Nur; Kepala TQA AlQur’an Marhamah. Si fauzan kecil ini dibawanya ikut di semua event perlombaan, di siaran radio, dan event apapun. Walaupun si kecil ini tak pernah menang…. Tak masalah. Menyesal tak menemui beliau di akhir hayatnya
14. Ust Khairuzzani; sang pengajar kaligrafi
15. Ustadzah Rusdian Abdan; sang pengajar awal tilawah qur’an.
16. Pa Syahrul; guru olahraga terbaik sepanjang masa.
17. Ibu Syarifah Mastora; guru Matematika dan wali kelas yang akan selalu saya kenang. Kami adalah murid-muridnya terakhir, selepas itu beliau dipanggil Allah karena penyakit kanker.
18. Pa Darani; ya Allah, ampunilah saya…. Puluhan lagu telah saya karang saat itu untuk mengejek-ejek beliau…
19. Pa Darsuni; Saya belum pernah melihat kepala sekolah yang lebih hebat dari pada bapak
20. Pa Uyung; guru agama paling lucu.
21. Pa Yahya; tidak ada guru yang melebihi hebatnya pengabdian beliau.
22. Ibu Imung; guru Fisika terbaik. Semoga dengan masuk islamnya ibu, membuat ilmu yang ibu torehkan semakin bercahaya.
23. Ibu Murti; Di awal kami adalah dua orang yang saling memusuhi. Beliau memusuhi saya, bahkan mengancam mengeluarkan saya dari sekolah. Di akhir, beliaulah guru SMA yang paling saya sayangi.
24. Ibu Masdiana; guru Bahasa paling penyayang.
25. Pa Ide; Guru Biologi berdedikasi tinggi. Paling pintar.
26. Pa Herdon; debat antara kita tak pernah berakhir. Sayang, panggilan dari Allah telah menghentikan debat kita untuk selama-lamanya.
27. Ust Abrar Harun; ustadz idola, kemana perginya engkau sekarang?
28. Ust Muhyadi Muslim; sang musyrif abadi. Guru nidzamul Islam. Ya Allah, semoga di Pontianak sana beliau senantiasa diberi ketabahan dan kesehatan
29. Ust Hidayatul Akbar; guru bahasa Arab
30. Ust Baihaqi alMunawwar; guru sejati tentang makna ketahanan dan semangat yang tak pernah meredup.
31. Ust Humaidi Idris; Guru bagaimana menjadi seorang pembicara yang baik.
32. Ust Arfianuddin Joko; Ahli Strategi.
33. Ust Akhid Yulianto; Seorang aktivis harus professional… bukan begitu ustadz?
34. Ust Mukhlas Rowi; Anda harus berani dan tegas!
35. Ust Taufiq Ibnu Tamziz; Ya Allah, inilah guru yang paling menyejukkan yang pernah saya temui.
36. Syaikh Taqiyuddin AnNabhani; tak pernah kutatap wajahnya…. Namun pemikirannyalah yang saat ini saya perjuangkan.
37. KH ZE Muttaqien; nama terakhir Muttaqien beliau abadi menjadi nama terakhir saya. Semoga bukah hanya nama besar, namun pribadi besar beliau juga titis kepada saya.
38. Amien Rais; satu kali, waktu kecil saya bertatap muka dengan beliau. Semoga kecerdasan beliau menular lewat tatapan mata itu.
39. Ust Hari Mukti; guru tentang makna sebuah totalitas dalam berjuang.
40. Ust Oleh Solihin; fauzan, kamu bakal jadi penulis hebat!
41. Ust Faqih Syarif; sang motivator paling konyol dalam sejarah. Hihihi….
42. Abdul Mahad; from zero to hero…
43. As’ari; Insya Allah perjuangan ini akan lebih nikmat bila dijalani bersama.
44. Mas Nug; kita harus siap jadi bemper!
45. Wahyudinnoor; selamat buat perjuangan yang telah anda lakukan.
46. Abay; guru tentang pernikahan dini….. wehehehe…
47. Hendra; tak masalah dimanapun kita berada….. tak ada yang bisa membendung dakwah kita.
48. Yusuf AlBasri; begini caranya berurusan…
49. Ust Firman Saladin; sakitmu bukan penghenti langkah perjuangan. Apa kabarmu hari ini ustadz?
50. Ust Ahsanul Huda; dari terbata dalam membaca huruf Arab…. Menjadi seorang pejuang islam yang tangguh! Selamat buat keislaman Ustadz…
51. Ust Ma’ruf; sang guru tahfiz alQur’an.. membetulkan bacaan-bacaan saya yang salah
52. Ust Umar; baru 16 tahun ente sudah jadi guru tahfidz saya….. luar biasa!
53. Pa Eko; guru komunikasi
54. dr Edison; begini caranya menganalisa…..
55. dr Paul; “jadilah dokter, bukan untuk mencari uang….. tapi untuk pengabdian”
56. dr Isa; “jadilah dokter yang disiplin!!”
57. dr Oscar; “kuncinya adalah bagaimana caranya kamu menyenangkan orang lain.”
58. dr Ramli; “doktermu adalah sang kiaimu”
59. dr Syihab Fayumi; “koass, jadilah dokter yang baik yang menghargai semua orang.”
60. dr Halim; koassku….!!! Payah!! Harus lebih banyak belajar lagi
61. dr Iwan Aflani; jadilah dokter, jadilah da’i…
62. dr Rofii; “semoga kamu jadi dokter yang berwibawa”
63. Bang Danni; guru bagaimana caranya menjalin relasi
64. Ust Lihan; Guru Bisnis sejati.
65. Budi; jangan pernah mencontek atau berbuat curang…. Itu akan menjadi darah daging yang tak halal bagi keturunan kita kelak.
66. Reindy; si muallaf yang luar biasa!!
67. Anonymous, Seorang guru pengasuh panti asuhan; sucikan diri kita dari dosa-dosa agar ilmu kita tetap bersih….

Iklan

10 Komentar

  1. kenapa lihan masuk jua?

    • ini di luar masalah bisnis beliau yang bermasalah.
      saya bertemu beberapa kali langsung ke rumah beliau (bukan untuk urusan yang bermasalah itu)
      dan saya banyak dapat ilmu tentang bisnis dari beliau

  2. Hmmm begitu y.aq pernah umpat seminarnya.tapi mungkin aq nya kurang cocok dengan ilmu dari sidin.contoh sidin pernah nyambat kalau beusaha tu coba ja tarus,ibarat menjalankan mobil biar kada bisa,injak ja tarus gasnya asal sampai.biar pas sampai mobil tu hancur,yg penting sampai.lalu sidin di tagur Pak Din Syamsudin jangan jua kayaitu,kita harus berilmu dalam berusaha.ada jua jar sidin aq kd tp tahu usaha q yg mana aja.aq mengontrol sepintas ja.selabihnya q percayakan lawan anak buah.mun inya beculas ada ja balasannya. Aq kd cocok nya kurang kontrol dan terlalu pasrah. Padahal kl kada salah Rasul ja nyuruh makmum nya yg handak sholat ikat dulu onta nya,jangan dibiarkan kd beikat,hanya pasrah meharap 4JJl tanpa usaha.Sidin jua ada nyambat aq ni kd terima tarus duit investor mun sudah usaha nya kd perlu tambahan modal lagi kayapa q memutar duitnya,paling q putar2 ja (mencontohkan dengan tangan) jar sidin.Kenyataannya sidin terima tarus duit investor yg akhirnya macet.tu kan berarti kd sesuai perkataan & tindakan. Alhamdulillah karna mungkin telalu lugu ulun kd paham kl acara seminar tu semacam promosi investasi lihan jadi kd tetahu & kd umpatan.sekalinya habis seminar tu bebanyak orang yang invest ke Lihan. Pian dapat ilmunya yang kayapa?kalo’ai lain lagi yg disampaikan sidin. Dan cocok gasan ulun yang handak beusaha

    • dalam berguru ke seseorang… aku diajari untuk menjadi gelas kosong… terima saja dulu… nanti yang tidak baik kita buang belakangan… yang baik kita ambil. akan berbeda bila kita memposisikan sebagai gelas penuh.. kita akan menolak semuanya. dalam kasus lihan… hal-hal yang saya pelajari:
      – kekuatan silaturrahmi sehingga orang-orang percaya kepada beliau
      – keyakinan beliau akan masa depan.
      – berbisnis jangan selalu mengharapkan materi. walaupun bisnis kita rugi.. minimal kita sudah membuka lapangan kerja bagi orang, menambah pengalaman, dan memberi kesenangan pada relasi bisnis kita
      – kekuatan sedekah… mengantar pada rejeki.
      – bisnis jangan membuat kita pusing.. rugi ya biarin.. santai aja… jangan sampai bisnis dan duit membuat stress yang membuat hidup kita tak nyaman. itu namanya kita yang diperbudak oleh bisnis.
      dengan catatan: ada hal-hal yang tidak tepat yang tidak perlu kita ambil
      berguru dalam kehidupan kan memang selalu begitu…..

  3. Asslm. afwan umpat curhat, minta saran.
    pa ust, gimana caranya bisa bertahan di kedokteran. ana sampai saat ini masih berusaha bertahan, tapi makin naik semester ana merasa makin munafik ana berada di sini.
    Ana orang yang bisa menerima sesuatu jika telah mencintai dan meyakininya (untuk keilmuan), seperti halnya kedokteran. awalnya ana rasa ini akan menjadi kemuliaan amal bagi ana. Namun mempelajarinya membuat ana muak,,,, antibiotik, vaksinasi, kemoterapi, forensik, dan lain-lain tentang kedokteran baratlah yang ana terus dapatkan dan dijejali………

    bagaimana, pa ust bisa bertahan???
    bagaiman ana akan bertanggung jawab sewaktu ko ass memberi resep-resep berbahaya bagi pasien seperti antibiotik dan vaksin, belum lagi tentang aurat sampai bagian kelamin pasien yang harus diperiksa/ diterapi……….

    ana dilema?

    • ada masalah apa dengan antibiotik dan vaksin?
      antibiotik adalah sesuatu yang mubah saja. pembuatannya setahu saya dari bahan-bahan yang mubah.
      sedangkan vaksin memang ada kasus pembuatannya dari bahan-bahan yang haram. tapi tak bisa digeneralisir.
      kemoterapi juga menurut saya tidak ada masalah.
      namun bila pun pembuatannya dari barang yang haram… ada kaidah dari para ulama “berobat dengan barang yang haram hukumnya adalah makruh”
      itu untuk masalah obat.
      yang lebih bermasalah justru menurut saya adalah kapitalisasi kesehatannya
      sementara masalah forensik sudah pernah saya bahas. untuk sistem pembuktian, mungkin kita perlu cari solusi… bukan dengan cara otopsi luar dalam
      Semua obat dan tindakan medis pada dasarnya adalah berbahaya. namun kadangkala kita harus mempertimbangkan rasio manfaat dan mudharat. (setelah kita memahami kaidah usuh di atas).
      Terus jangan sampai kita membuat kesan bahwa kita umat islam anti terhadap kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran (bedakan antara hadharah dan madaniyah). justru kita harus memajukannya dan menyesuaikannya dengan syariah.
      contoh ketika kita menemui ada vaksin yang dari bahan yang haram dan berbahaya… maka pikiran kita harusnya membuat vaksin yang halal dan tidak berbahaya.. dan lain-lain. silakan kalau ada tanggapan balik

      • ke Ana setuju dengan pendapat pian tentang kemubahan atau kemakruhannya.

        Mungkin pernah baca buku Jerry D. Grey kan.. dan buku buku sejenisnya
        menguak tentang konspirasi barat dalam pembuatan vaksin, imunisasi, antibiotik, kb dll itu.
        Bagaimana dengan pengobatan seperti itu justru melemahkan kekebalan alamiah yang dimiliki manusia dan menjadi global penurunan kesehatan karena tidak menjadikan pengobatan secara islami (yang dibilang sebagai pengobatan “alternatif”) yang seharusnya sebagai pengobatan utama.

        Bahan-bahan itu justru bukanlah dari tumbuhan atau hewan lagi,, tapi telah direkayasa secara kimiawi sehingga ga dikenal n lambat diproses tubuh. Akhirnya berlakulah hukum akumulasi,,, pada akhirnya sakit dan penyakit datang bermunculan padahal semestinya bisa dicegah dengan pola hidup Islam…

        Pernah tau ato nanya gimana orang yang berobat “alternatif”, misalnya dengan akupuntur, bekam ato pasak bumi, dengan habbatussauda dan sejenisnya bisa sembuh?? MIsalnya penyakitnya Kanker atau yang imunitasnya udah buruk banget???
        Ternyata mereka sembuh karena mereka mau meningkatkan imunitas dirinya,, so sebenarnya hanya dengan meningkatkan imunitas kan untuk mencegah n melawan penyakit.

        Coba di baca lagi berapa banyak efek samping yang dihasilkan produk barat,,
        bandingkan dengan produk alami…

      • ada perbedaan pandangan yang tidak bisa saya jelaskan dalam beberapa paragraf. mungkin tulisan selanjutnya akan sedikit bisa menjelaskan kenapa pandangan kita berbeda. pada dasarnya perbedaan pandangan itu dikarenakan dasar disiplin ilmu yang berbeda. dan itu adalah wajar. sama kenapa imam hanbal berbeda pendapat dengan imam hanafi dalam masalah fiqh. atau kenapa dokter berbeda dengan sarjana kesehatan masyarakat dalam penyelasaian masalah kesehatan, di tulisan selanjutnya kita diskusikan

  4. hmmm begitu y…betul..betul..betull…ambil sisi baik nya saja

  5. guru terbaik q adlh ibu,bpk,9 kakak q,2 adk q,para ipar q,para keponakan q,para guru q dr sd smp sma,para dosen,para musyifah q,temen2 seperjuangan q,yg akhrny m’bntk karakter q seperti skrng


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s