JANGAN TAKUT BERLOMBA

Orang-orang gagal itu konon terbagi menjadi dua golongan besar.
Pertama adalah orang yang selalu berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya.
Kedua adalah orang yang mengalami kegagalan namun tidak pernah memikirkannya.

Sambil berolok-olok, salah seorang teman bercerita. Alkisah di sebuah kongres bertaraf internasional, dimana bertemu utusan-utusan dari berbagai negara. Suatu saat berdirilah orang Amerika, mereka mengungkapkan penelitian bahwa orang-orang Amerika banyak sekali mengalami kegagalan, mencapai 50%. Orang Jepang kemudian berdiri, mempresentasikan penelitian yang hampir serupa. Tingkat kegagalan orang Jepang ternyata lebih tinggi lagi. Hampir mencapai 80%. Di akhir sesi, tampillah orang Indonesia. Dari hasil penelitian, ternyata orang Indonesia hampir tidak pernah mengalami kegagalan! Wow!! Spektakuler, para hadirin bertepuk tangan.
Ruangan kongres riuh dengan pertanyaan, apa rahasianya sehingga orang-orang Indonesia itu hampir tidak pernah mengalami kegagalan.
Nah, usut punya usut, ternyata rahasianya adalah: Orang Indonesia hampir tidak pernah mencoba. Maka wajar mereka hampir tidak pernah gagal. Dan lebih wajar lagi, akhirnya mereka hampir tidak pernah sukses.
Hehehehe…..

Bagi orang Indonesia, nggak usah diambil hati. Cerita tersebut cuma lelucon saja kok.

Tapi saya akhirnya jadi merenung dari lelucon tersebut. Betul, kebanyakan dari kita cuma sampai di taraf berpikir tentang gagal. Belum sampai di taraf mencoba untuk gagal. Kita terlalu dipusingkan dengan kemungkinan nanti bagaimana kalau begini kalau begitu? Terlalu banyak berpikirnya, namun kebanyakan berpikirnya malah tidak jadi bertindak.

Kesalahan utama dari kebanyakan kita justru adalah takut akan kesalahan.
Nanti kalau aku begini malah jadi begitu. Kalau begitu, jangan-jangan begini. Ahh.. akhirnya kita diam di tempat.
Banyak pula yang selalu memikirkan peluang. Ibarat sebuah lomba, kata mereka… yang sukses jadi juara itu selalu satu orang, sedangkan yang jadi pecundang ada puluhan bahkan ratusan orang. Daripada sakit hati dan buang energi untuk sekedar jadi pecundang, mendingan tak usah berlomba, menurut mereka.
”Dan lebih baik anda tak usah hidup!” Jawab saya.
Karena hidup itu diwarnai selalu dengan perlombaan-perlombaan. Hidup itu sendiri adalah bentuk perlombaan. Bahkan anda bisa hidup sekarang adalah buah dari perlombaan. Perlombaan dari jutaan sperma yang berusaha membuahi satu buah ovum. Lalu muncullah satu sperma terhebat menjadi juara. Dan itu adalah anda. Nah, lalu dengan alasan apa kini anda mau mundur dari perlombaan?
Betul, peluang menjadi juara dari sebuah perlombaan kadang hanya satu persen. Namun bukan berarti persentase yang kecil tersebut memudarkan semangat anda untuk berlomba.
Dan percayakah anda bahwa ada cara paling jitu untuk meningkatkan persentase peluang anda menjadi juara?
Caranya sangat sederhana: Perbanyak mengikuti perlombaan.
Maka percayalah, kelak di sebuah perlombaan anda akan mampu mencapai gelar juara!

1 Komentar

  1. sepakat,,,,, teruz dan teruz qt akan melakukan perlombaan dalam kebaikan dan taqwa. coba buka Al Qur’an Surat Al Muthafifin ayat 26,,, Subhanallah,,,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s