ANTARA DAI DAN SPIDERMAN

“Dai itu mirip-mirip dengan spiderman lho?” teman satu kajian membuka diskusi hangat siang itu.
“apanya yang mirip?” Tanya saya tak mengerti.

“Pernah nonton Spiderman 2 kan? Nah disitu, kisahnya Peter Parker persis banget dengan kisahnya para dai…
Disana kita lihat si Peter Parker alias Spiderman begitu gigih dalam memberangus berbagai kejahatan. Nah, gara-gara terlalu sibuk dalam membasmi kejahatan tersebut sampai-sampai kehidupannya jadi sering terbengkalai. Kehidupan cintanya berantakan. Pekerjaannya kacau balau. Studinya juga hancur-hancuran…
Sampai-sampai si Peter Parker kan sempat berpikir untuk pensiun jadi Spiderman… dipikir-pikir ngapain juga repot-repot membasmi kejahatan.. toh ada aja polisi… selama ini kan dirinya bekerja tanpa pamrih… tak digaji… eh bukannya dapat penghargaan malah hidupnya jadi hancur-hancuran.
Mirip nggak dengan para pengemban dakwah? Iya dong! Aktivis dakwah juga kaya gitu… seringkali hidupnya terbengkalai karena mementingkan dakwah… keluarga seringkali tak terurus karena sering banyak di luar rumah, studi seringkali terbengkalai karena banyak kegiatan disana-sini… pekerjaan juga bisa amburadul… “

“Sebentar.. sebentar…. Maksud antum apa? Jadi ceritanya antum pengen ngajak kita ikut-ikutan kayak Peter Parker juga… mikir pensiun gitu?” potong saya…

Ups, Teman saya terdiam. Hehehe.. tentu maksudnya sebenarnya bukan gitu…. Tapi..

“Makanya kalau nonton film jangan sepenggal sepenggal” lanjut saya.
“Memang si Peter Parker sempat memilih pensiun beneran. Kehidupannya pun sempat jadi lebih baik. Dia baikan lagi dengan kekasihnya, studinya lancar, pekerjaannya jadi nggak amburadul lagi. Tapi itu hanya bertahan sebentar… karena dia tak bisa memungkiri bahwa ada yang kurang dalam kehidupannya yang seperti itu. Dia bagaimanapun tetap merasa lebih bahagia menjadi Spiderman, meski dengan sejuta kesusahan dan tantangannya”

“nah, kita? Kita sudah memilih ada di jalan dakwah ini… memang hidup biasa-biasa lebih aman dan tenteram… antum bisa bersenang-senang dengan pacar, asyik dugem, berleha-leha… tapi tetap aja itu nggak enak… dakwah dengan segala perih yang ada di dalamnya tetap lebih manis….” Lanjut saya

“Nah, betul kan kata ana? Berarti nggak salah tadi… Da’I memang mirip dengan spiderman..” si kawan saya tadi mulai nyerocos lagi.

“Tapi tetap saja ana nggak mau kayak spiderman…
“…mending kaya Batman, pembasmi kejahatan pembela kebenaran juga… tapi hidupnya kaya raya, sukses, makmur…. hehehe”

1 Komentar

  1. 🙂 hehe


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s