THE LAW ATTRACTION (2)

Ada hukum kedua dari the law of attraction yang akhirnya saya temukan. Bahwa attraction yang merealita, tidak melulu berasal dari pribadi kita. Peran attraction dari orang lain ternyata dapat berpengaruh besar. Yup, bukan hanya do’a dari kita yang berperan besar. Namun do’a atau attraction dari orang lain terhadap diri kita juga mampu berpenetrasi ke dalam lingkaran kehidupan kita. Simpulan pentingnya, pertama jangan meremehkan attraction orang lain ke kita. Kedua, rajin-rajinlah meminta attraction positif dari orang lain.

Ramadhan tahun lalu….
Minggu ke sepuluh stase obsgyn. Saatnya ujian akhir. Di Obsgyn, tradisinya, kita akan mengambil undian siapa dosen yang bakal menguji kita. Saat undian, saya memantapkan hati…. Saya yakin dosen penguji saya pasti yang enak-enak. Saya dan Septi, rekan satu kelompok mendapat tiga kartu. Kalau nggak salah dia milih duluan. Dan hup, keluar nama dr. H…. dan saya memilih, keluar nama dr.STB. Adil. Kenapa? Karena Septi memang orangnya kritis dan rajin serta cerdas…. Sesuai dengan karakter ujian dr. H…. sementara saya sukanya asal-asalan, lagipula nggak begitu suka dengan stase obsgyn… dan semua orang juga tahu bahwa ujian dengan dr. STB sudah dijamin dapat nilai B, bagaimanapun bodohnya engkau, bahkan banyak kasus kalau beliau nggak mengadakan ujian, langsung diluluskan.
Nurani saya berteriak kencang… Huraaayyyy….

Maka dengan percaya dirinya, saya membikin status ujian ala kadarnya… belajar beberapa halaman saja, kemudian dengan percaya dirinya menghadap beliau:

Saya: “dok, saya ujian dengan dokter….”
Dr : “mana status ujian kau?”
Saya: (menyerahkan status ujian, seraya berharap setelah ini beliau langsung menyuruh keluar)
Dr : “ya, bacakan..”
Saya: glek, eee…
saya tidak menghapal status itu…. Tidak bikin kopiannya….. bagaimana saya bisa membacakannya. Maka saya coba sebisanya mengingat apa yang telah saya tulis, seraya sesekali melirik kertas yang dipegang beliau.
Pembacaan status selesai.

Dr : ya, pertanyaan….
Glek, nurani saya berontak. Bukankah katanya tidak ada pertanyaan ujian!! Dasar informasi palsu. Maka habislah saya dibantai oleh beliau.

Dr : ckk ckk ckk ckk ckk ckkk…. Bagaimana ini…?
Saya: (menunduk)
Dr: sekarang pertanyaan diluar obsgyn…. Apa yang kau tahu tentang desa siaga?
Glek, mana saya tahu…. Apa hubungannya dengan kebidanan dan kandungan? Namun saya tetap berusaha percaya diri.
Saya: yang saya tahu yang ada suami siaga dok, siap antar jaga… Mmmm mungkin masih ada hubungannya…. Jadi desa siaga, adalah desa siap antar jaga.
Dr : (menggeleng-geleng penuh rasa penyesalan). ckk ckk ckk ckk ckk ckkk…. Parah sekali kau? Kau bilang suami siaga pula? Semua orang di desa-desa saja tahu tentang desa siaga…. Kau yang calon dokter tak tahu tentang itu..? ckk ckk ckk ckk ckk ckkk….
Saya : maaf dok (menunduk lebih dalam)
Dr : sekarang, tugas kau… bikin makalah tentang desa siaga! Saya tunggu!

Pertemuan berakhir. Apes! Akhirnya saya pun keliling nyari bahan, mulai dari bidan vk, kawan-kawan, terus search di internet. Dan tararaa… makalah desa siaga selesai!
Dengan bangga saya menyerahkan makalah asal-asalan yang saya buat dengan kilat itu. Harapan saya, terucap dari lisan beliau beberapa detik lagi…. Ujian Selesai..
Malang, kata-katanya bukan itu… kata-katanya malah: “Ya, nanti siang atau besok kau akan kuuji tentang desa siaga ini”
Gedubrak!

Kini, hati saya betul-betul berontak. Maka saya putuskan untuk tidak menemui beliau. Dalam berbagai kesempatan, saya berusaha menghindari pertemuan dengan beliau, saya juga tidak berani masuk ke dalam ruangan kantor dosen. Harapannya beliau lupa, dan menganggap ujian saya telah selesai… yah seperti yang seharusnya laaah, biasanya kan ujian dengan beliau memang jarang diuji-uji.. pikir saya.

Hari terakhir di obsgyn, besok sudah stase forensic. Kami pun memutuskan untuk pamitan ke para dosen. Tidak ada yang setuju dengan ide ini.. ngapain pamitan, ntar kenapa-kenapa lagi… kita kan banyak bikin masalah?
“Justru dengan pamitan inilah kita mengakhiri masalah ini” ucap saya sok bijak.
Di kantor dosen…. Glek, ternyata beliau, dr.STB ternyata ada di sana… ampuunn!
“maaf dok,” saya memberanikan diri berucap, “kami pamitan… terima kasih atas bimbingannya.. besok senin sudah masuk forensik…”

Beliau memicingkan mata, “Hai, kau…. Kau kan belum ujian dengan saya?!? Bagaimana kau bisa pamitan?”
“T..t..tapi.. makalah desa siaganya kan sudah saya bikin dok?” saya berusaha membela diri. Saya terjepit!
“Kau bilang hanya dengan makalah itu ujian sudah selesai? Macam mana kau ini… ckk ckk ckk ckk ckk ckkk….”
Saya mematung.

“Ya sudahlah… sana….” Beliau mengibaskan tangan beliau. Dan saya pun mundur teratur…..
Setelah hari itu, saya tak menemui beliau lagi… biarin dah…. Bagi beliau ujian saya belum selesai… yang penting bagi saya ujian saya telah selesai…. Dan stase Obsgyn berakhir… hip.. hip hurayyyy!!

Dan saya tak pernah tahu bagaimana Kuasa Allah…. Tentang medan magnet bernama attraction… attraction saya: ujian selesai dan dapat nilai B, namun attraction dr.STB… berbunyi: ujian saya belum selesai.

Yudisium dokter, attraction saya terbukti. Nilai Obsgyn saya memang keluar B. saya tersenyum penuh kemenangan.
Tapi bagaimana dengan attraction dr. STB?

Menjelang ramadhan tahun berikutnya….
“Yap, selamat. Kamu diterima jadi dokter FDS untuk masa kontrak sampai desember nanti” Ibu Rita, dinas kesehatan kota banjarbaru.
Saya mengulum senyum bahagia. Alhamdulillah, dapat pekerjaan juga.
“Kalau boleh bertanya, dokter FDS itu maksudnya jadi apa bu?” tanya saya.
“Oh… itu singkatan dari FASILITATOR DESA SIAGA! Jadi tugas kamu adalah sebagai fasilitator dalam proyek pembangunan 5 buah desa siaga di banjarbaru ini..” jelas beliau kalem..
Huaaah??!
Kali ini attraction dr. STB terbukti…..desa siaga! ujian saya memang belum selesai, dan saya harus melanjutkan ujian saya sekarang….

Catatan:
Akhirnya, saya mecoba merefresh ingatan saya…. Apa-apa lagi ujian koass saya yang belum sempat selesai. Hmm, setidaknya ada dua. Yakni forensik dan Anak. Tapi forensik, balasannya sudah saya temukan kemarin waktu sering jaga IGD RS kepolisian.. banyak banget visum yang harus saya bikin.
Tapi ujian Anak yang belum selesai???!!!

Iklan

3 Komentar

  1. apakah itu berarti dirimu akan sekolah spesialis anak? 🙂

    • belum ada kepikiran dok…..

  2. ujian saya jw belum selesai ka, di anak…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s