MUNGKINKAH INDONESIA JADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2022?

Beberapa hari yang lalu, saya menyimak di televisi persaingan antar Negara, siapa yang berhak menjadi tuan rumah untuk piala dunia 2018 dan 2022. Beberapa Negara ramai berebut mempublikasikan kelebihan-kelebihan negaranya untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar 4 tahun sekali tersebut. Betapa tidak, menjadi tuan rumah penyelenggara event ini merupakan sebuah prestise sendiri, meski harus merogoh kocek APBN dalam-dalam dan mengorbankan rakyat sekalipun… yang penting ketenarannya.

Tak kurang dari Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Australia turut bersaing. Juga Belanda, dan Portugal dengan bekal kemenangannya di event sebelumnya. Salah satu Negara Timur Tengah yang terkenal dengan kekayaannya pun turut mencalonkan diri, yakni Qatar dengan segenap kemegahannya menjanjikan kemewahan pesta sepakbola sejagad tersebut bila digelar di daerahnya.

Indonesia bisa jadi hanya mampu gigit jari. Mau bersaing bagaimana? Setidaknya, dua Bambang tidak bisa menjaminkan apa-apa untuk menderetkan diri sebagai nominator-nominator. Bambang Pamungkas dengan timnya tak berdaya untuk tampil sebagai jawara. Termasuk Bambang Yudhoyono dengan kabinetnya… mau jadi tuan rumah? Wong masalah dalam negeri saja nggak beres-beres, belum lagi memikirkan ngutang dari mana untuk bisa menggelar event raksasa ini.
Tapi tak pelak, meski Indonesia hampir bisa dipastikan nggak mungkin jadi tuan rumah untuk 2018. Tetap saja ada secercah harapan dari para penggila bola… minimal 2022, giliran merah putih yang mengangkasa.

Bambang Pamungkas: saya optimis, timnas kita bakal berjaya…. 2018 lolos ke piala dunia, 2022 jadi tuan rumah
Malarangeng : Siap, perlu dana berapa… kita biayai….
Yudhoyono : Walaupun tentunya perlu kita kaji lebih dalam lagi…..
Bonek : Perlu supporter berapa? Kami siap bikin rusuh, dan memenangkan timnas
Mbah Maridjan : Saya disini, akan selalu mendukung…. Roso!

Saya : maaf saya menyela….
Perhatian pun tertuju kepada saya… para hadirin terdiam.

Saya : bukannya meragukan kekuatan timnas, saya percaya, asalkan rajin berlatih pasti bisa menaklukkan tim-tim besar seperti Brazil sekalipun. Saya juga tidak meragukan komitmen dari SBY dan para mentrinya… toh Afrika Selatan yang juga miskin bisa-bisa saja jadi tuan rumah. Termasuk, saya tidak meragukan kesiapan masyarakat menjadi penyambut para tamu yang baik… pengorbanan rakyat Indonesia sudah sangat teruji sejak sekian lama.

Yudhoyono : Jadi, langsung saja Saudara jelaskan kenapa Saudara terlihat begitu pesimis…

Saya : begini Pak Presiden… saya sangat ragu kita akan jadi tuan rumah piala dunia 2022. Betul-betul sangat ragu! Kenapa? Karena saya sangat yakin bahwa di tahun 2022 tersebut Daulah Khilafah Islamiyyah, Negara Islam yang kita cita-citakan itu sudah tegak. Dan tegaknya dimulai dari Negara kita, Indonesia ini…. Nah, sepertinya di tahun-tahun tersebut konstelasi dunia sudah berubah. Dunia tidak butuh lagi event-event kapitalis seperti Piala dunia dan semacamnya. Indonesia sebagai pusat Daulah Khilafah pada tahun itu akan disibukkan dengan aktivitas jihad… futuhat ke berbagai Negara. Masyarakat sudah tak peduli lagi dengan Piala dunia, perhatian mereka seluruhnya teralihkan kepada Dakwah dan Jihad. Bahkan, bisa jadi kita sudah lupa sama sekali dengan event tersebut.

Sejenak semua terdiam

Yudhoyono : Iya ya… benar juga.. kok tidak terpikirkan dalam benak saya.
Malarangeng : Ah, sebenarnya saya sudah lama juga memikirkannya.. itu sebenarnya juga ide saya sejak dulu Pak..
Bonek : Ya… daripada bikin onar… lebih baik jihad ya….
Bambang Pamungkas : terus saya mau ngapain dong?

Saya (menarik nafas dalam) : tak perlu khawatir kak Bambang, masih ada peluang kerja yang lebih menarik
Bambang Pamungkas : ?
“daripada jadi kapten timnas… mending jadi kapten beneran… kapten perang Jihad Fisabilillah…” pungkas saya seraya menepuk-nepuk bahu Bambang Pamungkas, berusaha menghiburnya.

Iklan

3 Komentar

  1. saya akan memberi komentar 12 tahun lagi kalau saya masih hidup

  2. harapan jd tuan rumah 2022 udh gagal bos,udh direbut Qatar.
    wah,kalo ni negri tercinta jd negara islam trs jd g boleh main bola,kok jd g sinkron sama pernyataan Rosululloh yg nyuruh kita olah raga ya…padahal kan g haram (kayanya ga ada keterangan haram main bola di al-Q & hadist deh)..

    • memangnya ada yang mengharamkan main bola? yang dipermasalahkan adalah event worl cup yang dimanfaatkan untuk event kapitalisme, pengerukan keuntungan oleh para kapitalis, pelenaan untuk dunia ketiga, mengalihkan dari isu perjuangan, membuat nasionalisme semakin diagungkan,.. kalau sepakbolanya sih gak masalah


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s