PERKENALKEN,.. PAHLAWAN KEPAGIAN

Sebuah Introdeksyen untuk buku Koass Undercover.
(Insya Allah terbit maret)

Bila suatu waktu kalian iseng berjalan-jalan di pagi buta di lorong-lorong rumah sakit kemudian ketemu sosok dekil berjubah putih-putih, dengan langkah yang begitu cepat seakan kakinya tak menginjak lantai. Kalian lihat matanya begitu sayu dan kosong bahkan sebelahnya tak terbuka… di bahunya menempel sebuah tas besar yang begitu misterius isinya…. Sementara mulutnya tampak komat-kamit seperti mengucap mantra…
Maka nasehat kami, jangan kabur ketakutan duluan. Karena percayalah, sosok itu bukanlah pocong atau genderuwo penghuni rumah sakit. Bukan pula suster ngesot atau jenis-jenis makhluk halus lainnya. Besar kemungkinan, sosok yang kalian lihat dan sempat membuat kalian hampir menjerit ketakutan itu adalah makhluk yang bernama: Ko-ass!
Ya, sosok yang setelah diperhatikan lebih dekat memakai jas koass putih yang sudah kelihatan dekil karena beberapa minggu nggak sempat dicuci, menyatu dengan badan yang tak kalah dekilnya karena belum sempat mandi. Sehabis bangun tidur langsung ngibrit membawa tas besar yang berisi berbagai macam peralatan campur aduk mulai dari stetoskop, tensimeter, buku catatan, status pasien sampai handuk dan sabun mandi, celana dalam hingga makanan sisa kemarin yang hampir basi. Maka wajar juga matanya terlihat sayu dan kosong bahkan belum maksimal terbuka.
Lalu mantra apa yang diucapkannya barusan? Bukan mantra sobat, paling-paling dia sedang menghapalkan teori pelajaran.. tapi itu agak-agak jarang. Kemungkinan dia sedang menghapalkan nama-nama pasien dan diagnosisnya serta letak bednya masing-masing. Atau yang lebih sering yang dia komat-kamitkan adalah doa sederhana “Ya Allah, semoga dokternya nggak visite hari ini… Ya Allah, semoga pasien si anu aja yang ditengok”
Langkahnya begitu cepat, karena khawatir hari ini telat lagi… Telat? Pagi-pagi buta dianggap telat? Kita akan paham makna telat tersebut, karena yang harus dilakukannya adalah mengisi puluhan status pasien yang masih kosong. Dan bukan itu saja, dia harus pula memeriksa puluhan pasien tersebut yang belum tentu berada di tempat yang sama. Belum lagi, kalau pasien itu iseng jogging jalan-jalan keluar dari kamar tidurnya. Atau pasien tersebut malah ngajakin ngobrol ngalor ngidul dulu setelah ditensi. Sementara deadline waktunya cuma tinggal sebentar. Sang dokter senior akan datang visite beberapa saat lagi, atau sebentar lagi akan dimulai sidang pengadilan “laporan pagi”…. Maka mohon dimaklumi, langkah mereka yang begitu cepat di pagi buta itu.
….
Maka, sekali lagi izinkan kami memperkenalkannya dengan bangga ke hadirat kalian: inilah Koass, sang pahlawan kepagian..
Sosok yang mungkin pertama kali menyambangi kalian di rumah sakit.
Sosok yang mungkin juga terakhir kali kalian temui di akhir hayat kalian.
Sosok yang mungkin tampak begitu tolol, tapi..
Sosok ini meski begitu, tampak begitu ikhlas.
Tak pernah meminta bayaran.
Alih-alih, lebih sering didamprat hukuman.
Sosok yang bahkan namanya tak akan pernah kalian temui di papan daftar pegawai rumah sakit.
Meski komunitas mereka termasuk salah satu komunitas terbesar yang ada di sana.
Sosok yang begitu mengharapkan kesehatan Anda,
Meski ironisnya tak jarang mengorbankan kesehatan mereka.
Sosok ini pula, yang akhirnya kami berdua sepakati untuk diceritakan kembali. Sekedar untuk mengabadikan memori-memori antik yang begitu berharga hanya untuk sekedar disimpan di batok kepala. Maka, dengan segenap kelemahan di sisi-sisinya dengan nekat dan senyuman terkembang kami luncurkan “Koass undercover” ini ke haribaan anda-anda sekalian.
Pertanyaannya, kenapa menulisnya mesti keroyokan coba? Alasan pertama, kisah-kisah koass yang dilalui setiap orang hakikatnya beragam sekali. Sehingga tak cukup mengandalkan pengalaman dari seorang penulis. Alasan kedua, semata karena alasan keamanan. Setidaknya kalau gara-gara tulisan ini kami bakalan dikeroyok oleh seisi rumah sakit, para koass yang lain (karena membocorkan rahasia-rahasia mereka), para dokter senior, bahkan para perawat, satpam, cleaning service hingga pasien… maka setidaknya ada teman buat lari. Bila ditimpuk sandal sepatu, bukan hanya satu kepala yang benjol. Tapi ada dua. Sehingga setidaknya, masih ada yang diketawain… wekekekekek…
Ya sudahlah, sekian aja introdeksyennya. Selamat bertualang di dunia ko-ass!

Mantan Koass

Aulia Rahman /// Fauzan Muttaqien

15 Komentar

  1. Hahaha, suka sekali sama tulisannya :-). Menyuarakan suara koass :P.

  2. Wahh.. Subhanalloh, lucunya.. Hehe

  3. Subhanallah… kena banget… belum ditambah pengalaman harus berhadapan dengan sakaratul mautnya makhluk Allah di tengah malam. Masya Allah… Semoga hati kita tidak membeku dan menganggap kematian itu suatu hal yang biasa saja.

  4. Oiya ust. afwan jiddan. klo buku koass undercovernya uda terbit, pasarkan ke wilayah samarinda juga ya. Maret ditunggu, insya Allah.. smg bisa saya tawarkan ke kawan2 calon sejawat lain di samarinda. jazakallah khairon katsiir

  5. hahaha,,
    keren bgt introdeksyennya,,si dokter mah plg bisa klo ngeles
    hihihi
    jd penasaran n makin gk sabar nunggu maret
    ^_^
    pasarin ke medan jg ya dokter..

  6. hohoohoh keren2 😀

  7. Wah2, bukunya masih beredarkah di pasaran? mau pesen donk.

  8. keren…… hahaha..

  9. alhamdulillah tlh slsai anda jalani, skrg lgi dmna?

    • D3: dokter dosen dai

  10. jadi, udah g dokter muda lg? dulu pertama saya bc blog ini juga masih koas, alhamdulillah skrg udah pot koas 🙂

    +udah release koass undercover??

    • sudah…

  11. hhahaa..perkenalkan ane msh mhswa sem.7 yg bentar lagi ghadapi koas,,spertinya masa masa koaslah our life will begin…

    semangatt,,smoga ane bs melewati masa koas dg indah
    🙂

  12. dmn bs dapetin bukunya dok???

    • di jawa ada di gramedia… di luar jawa hubungi 085651223607


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s