MISTERI BUKU HARIAN IBNU (serial Balada Ibnu)

Malam semakin larut. Cahaya bulan remang-remang, tertutupi awan nan kelam. Gelap menyelimuti suasana. Burung kutilang bersiul-siul sahut-menyahut (beribu maaf, diakibatkan kelangkaan burung hantu akhir-akhir ini, maka dengan sangat terpaksa, perannya pada episode kali ini digantikan oleh burung kutilang). Di tengah suasana kayak gitu kalo kalian teliti kalian bakal menemukan sesosok anak manusia. Emang sih rada sulit buat nemuinnya, soalnya ni anak satu warna dengan warna malam (item, bo!). Yep, dia adalah Zerie Mahmud, si jangkung item berkacamata yang ngaku-ngaku berprofesi sebagai wartawan amatir. Nah, yang bikin curiga, ni anak saat ini sedang mengendap-endap di depan mushallanya Ibnu. Hayoo ngapain!

Ceritanya panjang sodara-sodara. ini masalah misteri yang sedang merebak-rebaknya. Misteri Buku Harian Ibnu! Kabar yang beredar, konon katanya buku harian itu luar biasa hebatnya, diwariskan secara turun temurun oleh Baca lebih lanjut

Beruntunglah…. Beruntunglah… (Panji di Padepokan dakwah seri 2)

Wuusshh…..
Angin keras bertiup menebarkan debu-debu pasir. Tiupannya deras menghantam wajah putih bersih Panji. Hingga wajah mulus itu kini penuh debu. Wajah itu tak mengkilat lagi….
”Akh! Kotor, kek!” jeritnya sembari berusaha membersihkan debu pasir di wajahnya.
Kakek Matasatu menggumam pelan. Matanya mendelik tajam ke arah Panji.
”Hmm… Anak muda… itu baru hembusan angin pelan… baru kotoran debu pasir. Akan tiba masanya dalam perjalanan, kerikil akan menyapa kulit telapak kaki mulusmu, luka-luka dari semak berduri akan memenuhi sekujur tubuhmu, jilatan matahari akan membakar dan menghitam legamkan kulit putih bersihmu….”
”Huaahh… jadi separah itu!!” muka Panji langsung tertunduk layu. Pandangannya kemudian diangkatnya pelan, ditatapinya raut muka Kakek Matasatu. Tidak! Si kakek tidak sedang membual! Tatap matanya jauh dari kebohongan. Dia berkata kebenaran!
”Ya… ya… ya… masih belum terlambat untuk mundur dan pulang. Aku menyesal, sepertinya engkau bukan pemuda yang aku cari-cari. Dirimu sangat jauh dari Baca lebih lanjut

SELAMAT DATANG DI PADEPOKAN… (Panji di Padepokan Dakwah seri 1)

Selamat datang di padepokan dakwah.
Padepokan dimana di dalamnya berhimpun manusia dari berbagai macam ras dan suku bangsa. Padepokan dimana bahasa percakapan sehari-harinya adalah amar makruf dan nahi munkar, jurus-jurus kanuragannya adalah hikmah, mau’izah hasanah dan jaadilhum billati hiya ahsan, senjatanya adalah Do’a dan Istiqomah, sensei agungnya adalah Muhammad Sallahu ’alaihi wa sallam, dan Kitab pusakanya adalah AlQuran dan Sunnah.
Inilah padepokan yang telah berhasil mencetak ribuan pendekar tangguh dari segala zaman. Pendekar-pendekar yang telah dengan gemilang mengukir karya-karyanya mewarnai semesta.
Tidak sulit untuk memasuki padepokan ini. Engkau tidak perlu merapal mantra-mantra khusus terlebih dahulu, atau bertapa berpuluh hari sebagai prasyaratnya. Cukuplah syarat bahwa engkau beraqidah islam, maka otomatis engkau telah diterima di padepokan ini. Karena sesungguhnya, padepokan dakwah adalah padepokan yang sudah semestinya digeluti oleh yang mengaku muslim. Ketika mereka memancangkan syahadatnya, maka dirinya telah berkewajiban Baca lebih lanjut